BINTARO LAGI

BINTARO LAGI

 

Kematian sering menyergap di jalanan. Kematian disebabkan kecelakaan lalulintas menduduki peringkat ketiga di Indonesia setelah serangan jantung dan tuberclosis (TBC). Angkanya sangat fantastis, 2010 terdapat 31. 234 jiwa tewas di jalan, sekitar 85-86 jiwa sehari. Korban terbesarnya adalah mereka yang berusia produktif, sekitar 60 persen. Sembilan puluh persen penyebab utamanya adalah kelalaian manusia. Pada 2011 yang tewas di jalan 31.185 jiwa, 2012 sebanyak 29.654 jiwa, sekitar 3-4 jiwa tiap jam.

 

Lalulintas adalah cermin negara bangsa, masyarakat dan pemerintah. Di jalan para pengendara, umumya pemotor dan sopir angkutan umum sering berlaku semaunya. Seakan mereka punya nyawa cadangan. Peraturan apapun tak dipedulikan dan rambu lalulintas diperlakukan sebagai hiasan yang tak berfungsi. Jangan kaget bahwa yang melayang nyawanya di jalan sebagian besar adalah pemotor, diikuti angkutan umum.

 

Mengapa masyarakat tidak berdisiplin? Karena hukum dan peraturan bisa diperjualbelikan. Istilah yang paling populer di jalanan adalah damai. Artinya pelanggaran apapun bisa diselesaikan secara damai, tentu melalui transaksi, brani piro? Kondisi ini membuat orang tidak takut melanggar aturan. Akibatnya pelanggaran peraturan menjadi sesuatu yang sangat biasa, pemandangan sehari-hari.

 

Kondisi ini sungguh menunjukkan realitas pemerintah sebagai pengelola negara dan masyarakat yang sesungguhnya. Pemerintah melalui berbagai aparatnya tampak tidak sungguh-sungguh menegakkan hukum dan aturan. Seakan membenarkan keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat bahwa aturan dibuat untuk dilanggar. Orang bisa seenaknya menerobos lampu merah atau perlintasan kereta api yang sudah ditutup, bahkan melawan arus. Siapa pun bisa berhenti dan parkir di sembarang tempat, bahkan di tempat yang ada rambu dilarang berhenti atau dilarang parkir. Di jalan tol orang bisa diturunkan di mana saja, bahkan ada orang menyeberang, membawa kambing pula.

 

Ketidaktegasan dan ketidakkonsistenan penegakan hukum dan aturan ini tampaknya menjadi penyebab utama mengapa kebanyakan anggota masyarakat sungguh tidak berdisiplin di jalan.  Bila aturan ditegakkan dengan tegas dan pasti, masyarakat akan patuh dan berdisiplin. Lihat saja sekarang ini, sejak diterapkan aturan denda yang cukup besar bagi penerobos jalur busway, dan ada petugas yang menegakkan aturan itu, lantas saja jalur busway menjadi bersih, dan busway bisa bergerak lebih cepat, pelayanan terhadap publik bisa ditingkatkan.

 

Tetapi apa mau dikata. Penegakkan aturan yang konsisten dan pasti masih sangat terbatas. Pelanggaran terhadap aturan terus saja terjadi. Kita baru heboh dan mempersoalkan kondisi buruk pelanggaran aturan ini bila terjadi tragedi seperti kecelakaan maut Bintaro dua.

 

Di televisi kita menyaksikan bagaimana pejabat PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan para pengamat serta anggota masyarakat berdebat dan saling menyalahkan. Perdebatan melebar ke mana-mana, seru, dan sungguh panas. Terutama terkait dengan buruknya pelayanan PT KAI. Seru dan panas karena menyangkut kendaraan umum dan pelayanan publik.

 

Kita sama mahfum. Pelayanan publik, apalagi yang menyangkut angkutan umum dikelola oleh pemerintah lagi, pastilah bermasalah. Beda-beda tipis dengan yang dikelola swasta. Artinya, sektor pelayanan publik kita memang masih semrawut.

 

Dengan demikian terdapat sejumlah masalah krusial di jalan. Tragedi Bintaro satu dan Bintaro dua, serta sejumlah tragedi lain di jalanan di seluruh Indonesia merupakan akibat yang niscaya atau konsekuensi logis dari berbagai masalah krusial itu. Tentu, menjadi sangat ironis, saat disandera sejumlah masalah krusial ini kita terus saja bedebat dan saling menyalahkan. Tragisnya, pemerintah terus saja mengiklankan keberhasilannya menurunkan angka kecelakaan yang mash sangat tinggi jumlahnya. Sementara para politis menjadikan berbagai musibah di jalan sebagai komoditi politik untuk mencari popluraritas murahan.

 

SEMOGA BERBAGAI IRONI DAN TRAGEDI INI MEMBELALAKKAN MATA KESADARAN RAKYAT INDONESIA UNTUK MEMILIH PARTAI POLITIK DAN PEMIMPIN YANG EMPATIS DAN SUNGGUH BERKOMITMEN UNTUK MENGUSAHAKAN KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN KITA SEMUA.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s