KECIL-KECIL MEMATIKAN

Ini nama-nama yang sangat indah. Rubela, Rikettsia, Yersinia pestis, Pasteurila pestis, Strain leptospira, Bacillus antracis, Polimyelitis, Variola verra, Vibrio cholerae, Protozoa plamodius, Mikrobakterius tuberklosa. Sepintas seperti nama penyanyi atau pemain bola dari daratan Eropa. Keseluruhannya adalah nama-nama kuman penyakit berupa protozoa, virus dan bakteri.

 

Semua kuman itu adalah makhluk super kecil, jasad renik yang bahkan tidak dapat dilihat dengan jelas menggunakan mikroskop biasa. Apalagi dengan mata telanjang. Namun, kuman-kuman itu adalah pembunuh terdahsyat di dunia ini, sepanjang sejarah manusia. Mereka datang menyerang manusia tanpa ampun, menimbulkan wabah dan teror yang berujung kematian. Seringkali setelah melewati penderitaan yang mengerikan, dalam rentang waktu yang tidak sebentar. Kuman-kuman itu melahap dan menggerogoti tubuh manusia bagai singa yang mencabik-cabik buruannya. Kadang bahkan lebih mengerikan lagi.

 

Wabah penyakit setua umur makhluk hidup, lebih tua dari manusia. Sebab pada masa bumi dihuni dinosaurus, saat manusia belum eksis di bumi, kuman penyakit telah meraja. Pada zaman kuno, wabah penyakit terjadi di manapun. Paling tidak informasi dari Alkitab dan AlQur’an menejelaskan bahwa wabah penyakit itu memang melekat dalam hidup manusia kapan dan di manapun.

 

Secara pribadi saya meyakini saat pasukan gajah hendak meyerang Makkah, mereka tidak diserang semacam senjata kimia sehingga hancur lebur seperti daun yang diserang hama, kering dan terbakar. Karena yang menjadi lawan mereka adalah burung. Saya kira mereka terkena semacan kuman flu burung yang sangat kuat dan cepat daya bunuhnya. Itu artinya yang menghancurkan pasukan gajah adalah kuman yang berasal dari burung. Peristiwa ini  mengandung makna simbolik bahwa yang besar dan perkasa seperti gajah dan tentara terlatih yang membawa serta gajah itu bisa dihancurkan oleh makhluk kecil yaitu burung yang menyebarkan kekuatan super kecil berupa kuman penyakit. Kuman-kuman itu sungguh menghancurkan pasukan perkasa dan gajah yang kuat dan besar menjadi hanya onggokan daging.

 

Jangan pernah lupa, lima raja yang sedang berkuasa di Eropa pada abad kedelapan belas tewas oleh variola verra kuman penyakit cacar. Cacar pernah membunuh 300 juta jiwa, 60 juta di antaranya di Eropa. Sementara itu Vibrio cholerae, kuman penyakit kolera, sudah menjadi algojo pembunuh sejak zaman kuno sampai hari ini. Terutama di negara-negara miskin, di perkampungan kumuh yang masih tersebar di banyak negara.

 

Pada rentang waktu 1347 sampai 1351, diperkirakan 75 juta nyawa melayang di Eropa karena Yersinia pestis yang dikenal sebagai Kematian Hitam. Kematian menghancurkan manusia melalui radang paru, keracunan darah, dan pes. Kematian yang sangat mengerikan karena para korbannya sungguh tak berdaya dan tak dapat ditolong. Pasteurila pestis, penyebab sakit pes yang biasanya menyerang melalui tikus dan binatang lain adalah wabah sejak zaman kuno. Diperkirakan 250 juta jiwa remuk jadi mayat oleh pes.

 

Jangan remehkan flu. Penyakit ini menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Kumannya terus berkembang dan memunculkan banyak nama. Kita mengenal Flu Spanyol, Flu Hongkong, Flu Burung, dan Flu Babi. Flu burung terus mengalami metamorfosa, semakin ganas dengan kemampuan mematikan yang semakin tinggi dan cepat. Diperkirakan 5 juta orang terkena flu dan 500 ribu meninggal pertahun.

 

Flu Spanyol pernah menggayang Eropa pada 1918-1919 dengan korban 100 juta. Ingat juga kemampuan protozoa plamodius, kuman malaria yang mampu membunuh 2800 anak perhari atau 1sampai 3 juta jiwa setahun. Jangan pernah mengira dunia sudah bebas dari malaria.

 

Dalam perjalanan waktu kekuatan ultra kecil itu terus berkembang. Muncul genus Ebolavirus penyebab penyakit ebola yang lebih mematikan dari HIV/AIDS. HIV/ AIDS pun tak kalah mengerikan, diperkirakan sudah 25 juta jiwa yang tewas karena serangannya.

 

Kuman penyakit semakin ramai dengan kemunculan dan berkembangnya Hepatitis A dan B, Polimyelitis penyebab polio, Mikrobakterus tuberklosa pemicu TBC, Enterovirus penyebab radang otak, SARS, Strain leptospira yang menurut WHO menyerang 10 juta orang pertahun, TORCH atau Toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus, Herpes Simplex), Bacillus antracis dan yang paling populer E coli.

 

Di dalam diri dan di luar diri manusia, kuman itu menggerogoti, mengepung, menyerang, dan menghancurkan . Dari dulu sampai sekarang. Sebagaimana kita yang terus meningkatkan kemampuan dan kecanggihan, kuman juga begitu, sebagai reaksi atas apa yang kita lakukan terhadapnya.

 

Inilah taqdir dan fakta hidup manusia. Makhluk yang sangat rentan namun seringkali arogan dan tak tahu diri. Sok kuat dan kuasa, serta sering lupa bahwa kapan dan di manapun ia bisa dihancurkanleburkan oleh kuman penyakit yang ultra kecil.

 

Setiap kita tentu memiliki kebebasan untuk memaknai kehadiran para kuman ini. Apakah keberadaannya dimaknai sebagai bencana atau berkah. Bila dilihat perannya yang mampu secara drastis memangkas pertumbuhan penduduk, Malthus pernah menilainya secara positif. Karena manusia lebih sering gagal mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

 

Bisa pula kehadiran para kuman itu dinilai secara positif karena bisa memaksa manusia untuk membiasakan hidup sehat, terus berhati-hati dan waspada dalam meniti hidup yang memang sangat rentan ini, serta tidak menyombongkan diri. Juga dinilai positif karena mampu mengingatkan manusia bahwa manusia itu makhluk yang lemah rentan. Dengan begitu dapat memicunya untuk terus memikirkan cara-cara untuk mengatasi serangan mematikan para kuman, sehingga bisa menjadi pelecut kreativitas dan inovasi.

 

Mungkin ada pula yang merasa bahwa kehadiran kuman ini sebagai cobaan dan ujian untuk menguji kesabaran, dan daya tahan spiritualnya. Juga ada yang merasa bahwa kuman-kuman ini adalah wahana yang dapat mengurangi dosa dari kesalahan yang dilakukannya pada masa lalu. Sebab ia yakin bila kuman menyerang, ia dibekap dalam penderitaan oleh penyakit, sikap sabarnya dalam dan menghadapi penyakit bisa mengurangi hukumannya pada kehidupan di seberang kematian.

 

Kita semua bebas memberi tafsir dan memaknai kehadiran kuman yang serangannya kerap tidak kita ketahui dan sadari. Fakta terpenting adalah,

 

KEHADIRAN PARA KUMAN DALAM HIDUP MENEGASKAN BETAPA RENTAN MANUSIA ITU.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s