KECERDASAN, MAKANAN, DAN KEBIASAAN

KECERDASAN, MAKANAN, DAN KEBIASAAN

 

Kecerdasan bukan hanya soal fikiran. Juga tentang otak, otak secara fisik. Sebagaimana organ tubuh yang lain, otak juga tunduk pada hukum yang mengatur seluruh organ tubuh. Artinya secara biologis, kimiawi, dan fisika, otak terikat pada sejumlah ketentuan yang harus sangat diperhatikan agar dapat berfungsi dengan baik.

 

Charles Krebs dalam Nutrisi Tepat Otak Optimal (2010) dan Kenneth Giuffre & Theresa Foy DiGeronimo dalam Memacu Kesehatan Otak (2009) secara sangat panjang lebar menguraikan sisi biologis otak dan karakteristiknya sebagai sebuah organ. Juga dijelaskan berbagai makanan dan kebiasaan yang bisa membantu perkembangan otak, serta yang dapat merusaknya.

 

Otak merupakan sistem yang bersifat integratif. Artinya meski otak memiliki triliunan sinapsis, dan bisa dikategorisasikan dengan banyak cara seperti belahan kiri dan kanan, atau kuadran otak yang membagi otak menjadi kanan atas dan bawah, serta kiri atas dan bawah, dan setiap lobus atau lokasi memiliki fungsi spesifik. Namun, otak bekerja secara holistik-simultan. Bekerja sebagai sebuah sistem yang utuh, beragam lobus itu saling memberikan kontribusi. Tentu saja ada bagian atau yang lobus yang lebih dominan sesuai fungsinya. Beginilah sifat alamiah otak.

 

Pastilah ada konsekuensi dari sifat alamiah otak itu. Bila ada bagian dari otak yang mengalami gangguan, seberapa kecil pun, akan membawa akibat pada keseluruhan otak. Oleh karena otak adalah pusat kesadaran dan kendali, pastilah gangguan pada otak membawa akibat pada tubuh secara keseluruhan, bahkan pada dimensi psikologis kita. Pada tingkat tertentu malah pada keseluruhan kemanusiaan kita.

 

Sebagai organ fisik, otak dipengaruhi oleh banyak hal seperti makanan,  minuman, dan kebisaan. Otak dapat berfungsi dengan normal jika mendapatkan asupan nutrisi yang tepat. Sebagai contoh, kita semua pasti pernah merasakan bagaimana rasanya jika sedang lapar. Apakah masih bisa menggunakan otak dengan baik? Atau jika sedang sangat kekenyangan.

 

Orang yang mabuk, karena alkohol atau mabuk perjalanan, juga susah untuk menggunakan otaknya. Biasanya tidak bisa fokus. Meski otak membutuhkan nutrisi yang beragam sebagai bahan bakar untuk dapat berfungsi. Jangan dikira otak bisa bekerja dengan baik, bila jumlah nutrisi berlebihan. Seperti contoh, otak membutuhkan  glukosa dan asam lemak, terutama omega-3 untuk bisa berfungsi normal. Namun, jangan juga sampai berlebih, karena justru akan menjadi penghambat bagi normalitas otak.

 

Shigeo Haruyama dalam The Miracle of Endorphin (2011) menegaskan kita harus memiliki pengetahuan tentang nutrisi dan sungguh-sungguh mengontrol pola makanan yang seimbang. Untuk menjaga kesehatan otak makanan harus mengadung sedikit lemak dan sedikit kalori, sekaligus cukup protein berkualitas tinggi. Celakanya, makanan lezat itu didapat dari makanan yang mengandung lemak tinggi. Lemak jenuh pula. Bila makanan tidak dikontrol memang sangat berbahaya bagi otak. Jadi makanan itu harus pas dan seimbang. Jangan berlebihan atau kekurangan.

 

Bahaya bisa muncul, terutama bagi anak yang sedang tumbuh bila mengalami kekurangan nutrisi dalam jangka panjang. Situasi ini bisa mengakibatkan kerusakan otak permanen. Sebagai contoh, jika kekurangan vitamin A dalam jangka panjang, bagian otak yang mengatur penglihatan akan terganggu, dan orang bisa mengalami rabun senja.  

 

Sekarang ini situasi makin runyam karena banyaknya makanan dan minuman pabrikan yang dikonsumsi anak-anak. Makanan pabrikan banyak mengandung fruktosa tinggi, zat pewarna, perasa buatan , dan zat pengawet. Sementara itu makanan cepat saji mengandung banyak lemak trans yang juga sangat berbahaya.

 

Berdasarkan sumber-sumber yang disebutkan di atas dan Kompas.com, inilah sejumlah makanan, minuman dan kebiasaan yang berpengaruh buruk pada otak untuk semua usia. Terlalu banyak nonoton televisi dan main games, merokok, meminum alkohol, menggunakan HP terlalu lama karena ada gelombang elektromanetik yang bisa menimbulkan gangguan langsung pada otak. Kurang melakukan stimulasi pada otak, jarang bicara, kurang tidur dan banyak begadang. Tidur dengan menutupi kepala, karbondioksida akan terkonsentrasi. Terlalu banyak mengonsumsi gula, dan makan berlebih. Tidak sarapan yang mengakibatkan gula darah turun dan fungsi otak menurun.  Makan secara berlebihan.

 

Sering mengonsumsi mi instan, ada lapisan lilin pada mie instan, mengonsumsi secara bersamaan vitamin C dan udang, akan muncul zat arsenik yang bisa membuat IQ turun. Banyak mengonsumsi sate, ada karbon hasil pembakaran yang berbahaya, segerakan makan mentimun sebagai upaya mengatasinya. Menggunakan botol air mineral berulang-ulang, ada zat karsinogen yang berbahaya.

 

Sejumlah makanan yang bisa sangat membantu menjaga kesehatan otak adalah sayuran hijau, minyak ikan, kuning telur, cokelat, dan kacang-kacangan. Tentu saja dalam jumlah yang tidak berlebihan.

 

Kita harus secara sungguh-sungguh menjaga makanan dan berupaya melakukan kebiasaan yang baik untuk tumbuh kembang otak seperti berolahraga, menstimulasi otak dengan belajar hal-hal baru, melakukan permainan yang menantang otak, dan rajin melakukan relaksasi, dan ibadah secara teratur, serta rajin berbuat baik.

 

MAKANAN DAN MINUMAN SERTA KEBIASAAN YANG BAIK AKAN MEMBUAT OTAK SEHAT DAN DAPAT BERFUNGSI SECARA OPTIMAL.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s