BELANDA LUAR BIASA, SPANYOL AMBROL

Dahsyat. Luar biasa. Spektakuler. Kejutan piala dunia 2014. Rasanya tak ada yang percaya bahwa Spanyol, juara piala dunia dan piala Eropa periode sebelumnya, dihancurkan Belanda 5-1. Sempat menang 1-0 lewat penalti, setelah itu Spanyol benar-benar tak berdaya. Tiki taka berubah jadi teka teki. Penguasaan bola yang buruk, banyaknya kesalahan dan aliran bola yang sering dipotong, membuat pemain Spanyol benar-benar menjadi pasukan bingung.

 

Seluruh kehebatan klub-klub Spanyol yang menguasai daratan Eropa yang dipenuhi pemain-pemain utama yang kini tampil di piala dunia, menjadi tak bermakna sama sekali. Di semua lini Spanol kedodoran. Permainan cepat yang sangat terukur dengan operan-operan pendek yang cepat berpola tiki taka dari pemain ke pemain, tak juga muncul. Gol indah van Persie tampaknya membuat goncangan mental luar biasa bagi pemain-pemain Spanyol. Mereka tampak menjadi semakin kucar-kacir. Gol Robben yang juga spektakuler semakin hancurkan mereka. Kesudahannya, Belanda melindas mereka 5-1. Sungguh sangat memalukan.

 

Apa yang terjadi di lapangan hijau, seluruh pertarungan seru yang disajikan oleh Belanda dan Spanyol sebenarnya menggambarkan realitas terdalam manusia dan perjalanan hidupnya.

 

Bola itu bulat. Tak ada kepastian terkait dengan hasil akhir dalam pertandingan sepak bola. Kesebelasan yang kuat, hebat, dan jagoan karena terdiri dari pemanin bintang dan selalu juara, bisa kalah oleh kesebelasan yang biasa-biasa saja. Argentina juara dunia bisa takluk ditantang Kamerun yang pada waktu itu belum dikenal. Italia bisa digerus Korea Selatan.

 

Seperti sepak bola, hidup memang penuh kejutan. Tak ada yang sungguh-sungguh pasti. Benar-benar sepeti bola itu bulat, bisa menggelinding ke mana saja, arahnya pun tak tentu. Kekuatan yang luar biasa, yang digadang-gadang akan dengan mudah menggilas apa saja, bisa sama sekali tak berdaya, hanya karena persoalan yang bisa saja sangat remeh. Di sinilah pentingnya untuk menyadari bahwa manusia pada hakikatnya tidak dapat sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan fisik. Sisi-sisi psikologis, persoalan mental dan emosi sangat penting dan menentukan.

 

Kondisi ini berakar pada kerentanan manusia. Betapa sering, manusia atau kumpulan manusia bahkan yang sudah dipersiapkan, dilatih, dan dikondisikan dengan sungguh-sungguh, bisa dengan mudah gagal menunjukkan tampilan terbaiknya, hanya karena mengalami tekanan atau gangguan emosi. Itulah sebabnya kegigihan, rasa percaya diri, dan stabilitas emosi bisa lebih menentukan daripada kejeniusan.

 

Kesebelasan Belanda dan Spanyol yang bertarung pada piala dunia ini tidak banyak berbeda dengan final piala Eropa dua tahun lalu. Beda utamanya, Belanda dikomandani van Gaal yang pernah lama menangani Barcelona. Tidak mengherankan bila semua pengamat berpendapat pertandingan akan seru dan sangat berimbang, siapa pun yang menang, akan menang tipis.

 

Kala pertandingan baru dimulai, sampai Spanyol menang 1-0 tampaknya pertandingan akan ketat dan berimbang. Gol indah van Persie menjadi sangat penting. karena Spanyol mulai goyah, permainan mulai tak lagi berimbang, Belanda kelihatan semakin perkasa. Gaya tiki taka Spanyol menguap. Belanda, meskipun tidak menjalankan total football secara optimal, tetapi serangannya bisa datang dari segala sisi dan melibatkan semua pemain tengah dan pemain depan.

 

Apa yang ditunjukkan Spanyol dan Belanda, sering terjadi dalam hidup keseharian. Kerapa kali kita memiliki kemampuan untuk tampil luar biasa pada mukanya. Namun, tidak memiliki ketahanan jangka panjang untuk bersikap konsisten dan mempertahankan penampilan terbaik yang sudah ditunjukkan.

 

Belanda menunjukkan penampilan dan kinerja yang luar biasa pada pertandingan pertama. Mengalahkan Spanyol, juara dunia dan Eropa periode lalu. Tetapi tak ada yang bisa menjamin bahwa Belanda bisa terus mempertahankan tampila yang luar biasa itu.

 

Memang begitulah nasib manusia, tak ada kepastian sepanjang hidupnya. Semuanya terus berubah, sering kali berputar, jungkir balik, arahnya tak terduga, memantul dan berubah arah, melesat ke arah yang tak diinginkan.

 

Manusia memang seperti bola, bukan dia yang sepenuhnya menentukan arah, tujuan, bahkan jalan yang akan ditempuhnya. Ia juga tak pernah tahu seperti apa keakanan atau masa depannya. Bahkan kekiniannya pun tak dapat ditentukannya. Bahkan selalu saja, kelampauan begitu kuat memengaruhi hidup kekinian kita.

 

Fakta dan kondisi inilah yang yang semakin menegaskan bahwa manusia adalah makluk yang sangat rentan. Dalam kerentatan itu ia terus berusaha keras untuk mendapatkan yang terbaik. Kegigihannya sikap pantang menyerahnya bisa membantu untuk melampaui kerentan itu. Namun tetaplah,

 

NASIB MANUSIA BULAT SEPERTI BOLA, TAK PASTI DAN TAK TERDUGA.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s