JACKO: WARISKAN DUNIA YANG TERBAIK BAGI ANAK-ANAK KITA

JACKO: WARISKAN DUNIA YANG TERBAIK BAGI ANAK-ANAK KITA

 

“Heal The World”

 

There’s A Place In

Your Heart

And I Know That It Is Love

And This Place Could

Be Much

Brighter Than Tomorrow

And If You Really Try

You’ll Find There’s No Need

To Cry

In This Place You’ll Feel

There’s No Hurt Or Sorrow

 

There Are Ways

To Get There

If You Care Enough

For The Living

Make A Little Space

Make A Better Place…

 

Heal The World

Make It A Better Place

For You And For Me

And The Entire Human Race

There Are People Dying

If You Care Enough

For The Living

Make A Better Place

For You And For Me

 

If You Want To Know Why

There’s A Love That

Cannot Lie

Love Is Strong

It Only Cares For

Joyful Giving

If We Try

We Shall See

In This Bliss

We Cannot Feel

Fear Or Dread

We Stop Existing And

Start Living

 

Then It Feels That Always

Love’s Enough For

Us Growing

So Make A Better World

Make A Better World…

 

And The Dream We Were

Conceived In

Will Reveal A Joyful Face

And The World We

Once Believed In

Will Shine Again In Grace

Then Why Do We Keep

Strangling Life

Wound This Earth

Crucify Its Soul

Though It’s Plain To See

This World Is Heavenly

Be God’s Glow

 

We Could Fly So High

Let Our Spirits Never Die

In My Heart

I Feel You Are All

My Brothers

Create A World With

No Fear

Together We’ll Cry

Happy Tears

See The Nations Turn

Their Swords

Into Plowshares

 

We Could Really Get There

If You Cared Enough

For The Living

Make A Little Space

To Make A Better Place…

 

Heal The World

Make It A Better Place

For You And For Me

And The Entire Human Race

There Are People Dying

If You Care Enough

For The Living

Make A Better Place

For You And For Me

 

There Are People Dying

If You Care Enough

For The Living

Make A Better Place

For You And For Me

 

You And For Me

You And For Me

You And For Me

 

Heal the world we live in, save it for our children

Heal the world we live in, save it for our children

………………….

Dunia seperti apa yang akan kita wariskan pada anak cucu? Tangan-tangan jahat manusia secara sistematis telah merusak dunia ini. Demi keuntungan tidak terbatas, lingkungan hidup telah dirusak habis. Tampaknya kapitalisme dan komunisme memiliki perilaku yang sebangun dalam mengeruk keuntungan dan sama-sama merusak lingkungan sekaligus menghinakan manusia.

 

Akibat yang paling nyata dan dirasakan semua orang di seluruh dunia adalah pemanasan global yang berakibat kekacauan iklim di seluruh dunia. Kekacuan yang bukan saja memporakporandakan lingkungan yang sangat luas, juga menelan korban jiwa yang teramat banyak.

 

Kerusakan lingkungan itu bisa dilihat secara nyata di negeri ini. Kementrian Kehutanan menyatakan bahwa setidaknya 1,1 juta hektar, setara dengan 2% hutan Indonesia rusak dan lenyap setiap tahunnya. Dari 130 juta hektar hutan Indonesia, 42 juta hektar telah lenyap digerus habis. Mengerikan!

 

Data lain menyebutkan, dari seluruh jumlah hutan di Indonesia tinggal 23% saja yang masih merupakan hutan primer. Berkurangnya hutan di Indonesia disebabkan keperluan industri dan pengalihan fungsi. Pembakaran hutan yang terjadi setiap tahun adalah upaya sistematis mengalihkan fungsi hutan.

 

Di Brazil dan Zaire yang juga memiliki hutan tropis yang sangat luas, keadaan yang sama terjadi. Berkurangnya hutan di seluruh dunia memberi sumbangan yang sangat bermakna bagi pemanasan global.

 

Guru Besar dari Universitas Maryland, Matthew Hansen melakukan penelitian dan membuat peta bumi berdasarkan pemantauan melaui satelit. Ia menjelaskan bahwa dunia kehilangan 2,3 juta kilometer persegi hutan pada periode 2000-2012.

 

Bukan hanya hutan yang terus berkurang. Begitu juga dengan glasier dan salju di pegunungan. Tercatat Taman Nasional Glasier di Montana pada 1970 memiliki 150 glasier, sekarang yang tersisa hanya 27. Sementara itu di dataran es terlebar dunia yaitu Greenland, es mencair 52 meter kubik pertahun. Fakta ini lebih besar dan lebih cepat dari perkiraan semula. Bila es di Greenland cair dengan cepat, permukaan laut bisa naik sekitar 7,2 m, karena Greenland memiliki luas 2,5 juta kilometer kubik.

 

Semua kerusakan ini hanyalah sebagian kecil saja dari kejahatan manusia yang tak dapat kendalikan kerakusannya. Bumi dan isinya dikuras habis bagai milik nenek moyangnya. Dan mereka lupa, bahwa bumi ini juga harus diwariskan kepada anak-anak kita, cucu-cucu kita pelanjut keberadaan manusia.

 

Lihatlah, kerakusan yang sama telah menciptakan kemiskinan yang amat mengerikan di seluruh dunia. Orang-orang yang sangat kelaparan, terpaksa menenggak air kencingnya dan air kencing hewan untuk sekadar bertahan hidup.

 

Sungguh ini dunia yang terluka, tercabik-cabik, berdarah-darah. Dirusakhancurkan oleh mereka yang telah mati nuraninya. Bersamaan dengan itu tidak sedikit manusia yang menjadi korban. Mati percuma dalam perang saudara di banyak tempat seperti Suriah dan Irak. Penculikan dan teror juga semakin sadis. Pelaku bom bunuh diri ada dimana-mana.

 

Kerusakan alam, kelaparan, kemiskinan, perang dan teror sungguh tak dapat dikurangi. Apalagi dihentikan. Kekerasan jadi menu dan pemandangan sehari-hari di banyak tempat. Sungguh ini bukan dunia yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak kita. Bahkan kejahatan langsung terhadap anak-anak pun semakin meningkat serta sadis. Perdagangan anak kini semakin meluas ke banyak negara.

 

Dalam dunia yang sakit dan terluka ini, anak-anaklah yang menjadi korban paling parah. Mereka adalah korbanya korban. Korban dari apa yang tak mereka fahami.

 

Inilah saatnya untuk menggelontorkan rasa cinta. Cinta yang mengejawantah, yang mendarah daging, yang hadir dalam ruang dan waktu. Dalam ruang hati dan ruang diri. Bukan cinta yang hanya diucapkan dalam kutbah, pidato, dan ditulis dengan tinta emas pada lembar resmi dokumen negara.

 

Cinta yang hidup dan menghidupi. Cinta yang melidungi, memerhatikan dan memberi harapan. Cinta yang beranjak dari ketulusan dan empati. Cinta yang berakar dan datang dari hati paling murni dan dalam, mengarah memancar ke segala arah dan memekarkan.

 

Cinta yang tidak dikendalai oleh sekat-sekat warna kulit, suku, agama, dan kebangsaan. Cinta yang menghangatkan dan memekarkan manusia dan kemanusiaan. Cinta yang pamrihnya hanyalah memaknakan keberadaan dan kebahagiaan manusia.

 

Cinta inilah yang dapat membasuh dan menyembuhkan dunia yang terluka parah ini. Cinta yang menjaga dan memelihara keselarasan alam dan manusia. Dunia penuh cinta inilah yang pantas diwariskan pada anak-anak kita. Karena

 

ANAK-ANAK HANYA BISA TUMBUH MEKAR SECARA BERMARABAT DAN BERMAKNA DENGAN CINTA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s