ITALIA: PANTANG KALAH LAWAN INGGRIS

ITALIA: PANTANG KALAH LAWAN INGGRIS Ingris datang ke Brazil dengan pasukan yang muda dan segar. Racikan pemain muda bertalenta tinggi dengan pengalaman bermain pada liga terbaik Eropa saat ini didampingi sejumlah pemain senior yang sangat berpengalaman. Mereka sangat yakin akan tundukkan Italia.

Sedangkan Italia datang dengan mayoritas muka-muka lama, beberapa pemain muda yang bermain di liga Italia yang kini kurang dihormati karena kurangnya prestasi tinggi. Mungkin pemainnya yang paling menonjol dan terkenal adalah si bandel Balotelli. Pirlo pemain veteran masih menjadi andalan. Ia sungguh jenderal tua yang sangat berpengalaman.

Melewati permainan yang seru dan ketat, dengan penguasaan bola Inggris yang lebih baik. Akhirnya Italia berhasil tundukkan Inggris dengan angka tipis 2-1. Sisa waktu yang agak panjang, tak mampu dimanfaatkan Inggris utuk menyamakan kedudukan apalagi menang. Ini berarti Inggris kalah terus dari Italia pada kompetisi resmi. Mengapa bisa begini?

Setidaknya ada dua alasan utama. Satu alasan ada pada kesebelasan Italia. Satu lagi pada pasukan Inggris. Kesebelasan Italia memiliki tradisi yang sudah lama tak pernah berubah. Daya juang tinggi dan pantang menyerah. Pemain Itali tampak lebih tenang dan terus berusaha dengan semua kekuatan pada posisi ketinggalan. Dan tetap bermain hati-hati serta ketat saat lebih dulu menang. Dulu kehati-hatian itu ditunjukkan dengan permain bertahan gaya grendel atau pemain bertahan yang berlapis-lapis, sehingga hanya menyisakan penyerqng tunggal.

Sudah sejak lama Itali bermain,lebih terbuka dan memiliki keberanian menyerang secar agresif serta masih mengandalkan serangan balik yang cepat. Siapa pun pemainnya, dan siapa pun pelatihnya itulah tradisi pasukan Italia. Sewaktu mereka kalah lawan Spanyol lebih dikarenakan para pemain kunci mereka cedera. Bukan karena tradisi itu telah luntur. Saat melawan Inggris pada piala dunia kali ini, mereka sekali lagi tunjukkan bagaimana tradisi itu diparktikkan dengan konsisten. Pirlo, jenderal tua itu bermain seperti tak kenal lelah. Mengatur lapangan tengah untuk bertahan dan menyerang.

Bersebalikan dengan Inggris. Para pemainnya sangat berbeda bila membela kesebelasan negaranya. Mereka tampak lebih bersemangat dan bekerja keras, serta pantang menyerah bila membela klub. Mereka juga tampak kurang sabar dan kurang bisa menahan diri, tampak lebih mudah terpancing emosinya. Inilah yang menjadi hambatan utama yang membuat mereka sudah sangat lama kalahnterus dari Italia.

Agaknya, siapa pun pelatih mereka, asli Inggris atau bukan dari Inggris sangat sulit untuk mengubah sikap mental ini. Bila lebih dulu kalah, sulit bagi mereka untuk membalikkan keadaan. Padahal permainan sepak bola sangat membutuhkan kekuatan dan ketahan mental jangka panjang. Italia dan Jerman merupakan kesebelasan yang paling bagus kekuatan dan daya tahan mentalnya. Inggris dan Belanda tidak sebagus itu. Wajar bila Jerman dan Italia lebih sering menjadi juara dunia. Belanda meski sangat hebat, malah belum pernah sama sekali. Entahlah kali ini. Pada tingkat inilah terlihat ada kesejajaran antara sepak bola dan hidup manusia. Hanya mereka yang memiliki kekuatan, ketahanan mental jangka panjang, gigih dan ulet yang bisa berhasil dalam hidup. Semangat tak kenal menyerah dan disiplin merupakan bumbu penentunya. Sebagai akibatnya kekurangan yang bersifat fisik dan material selalu bisa dan biasa dilampaui. Namun, sangat sulit menjaga kondisi itu. Belanda selalu hebat pada mulanya. Pada pertandingan puncak di final sering kali kalah. Hanya sekali mereka dapat atasi persoalan kekuatan dan ketahanan mental ini. Hasilnya mereka menjadi juara piala Eropa! Dari kekalahan Inggris lawan Italia ini kita juga belajar tentang fakta nyata manusia. Para pemain Inggris selalu luar biasa bila membela klub. Tetapi susah seperti itu bila bermain untuk tim nasionalnya. Capello sewaktu melatih Inggris sangat mengeluhkan kondisi ini. Artinya, manusia yang sama bisa sangat berbeda dalam kondisi yang hanya hampir sama atau tidak terlalu berbeda. Apalagi dalm kondisi yang sangat berbeda. Dari fakta ini kita belajar, betapa tidak mudah untuk menilai manusia. Perubahan dan labilitasnya sering tak terduga. Perubahan itu kadang sangat mendadak dan sulit mencari sebab musababnya. Bahkan kadang, orang yang berubah itu juga membutuhkan waktu agak panjang untuk menjelaskan apa sebab ia berubah. Sungguh, seakan tak ada yang tetap dan stabil dalam diri dan kemanusiaannya. Fakta inilah yang menjadi akar bagi banyak problematika manusia. Tentu saja kondisi ini positif sifatnya jika perubahan yang terjadi bergerak dari negatif ke arah yang positif, dari keburukan menuju kebaikan. Namun, dalam hidup tidak selalu seperti itu kejadiannya. Dalam perubahan yang relatif cepat itu, pastilah ada manusia yang mampu memertahankan nilai-nilai, sikap dan sifat positif yang diperlukan untuk hidup secara bermartabat dan bermakna. Orang dengan tipe ini dibutuhkan dalam sepak bola dan kehidupan nyata. KEKUATAN DAN KETAHANAN MENTAL MERUPAKAN KUNCI SUKSES MENGARUNGI KEHIDUPAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s