COSTA RICA: KECIL ITU HEBAT

Kejutan demi kejutan terus terjadi pada piala dunia kali ini. Setelah Spanyol dan Inggris tersingkir. Kini mantan juara piala dunia empat kali yaitu Italia juga bernasib seperti telur di ujung telur. Setelah secara sangat mengejutkan dikalahkan Costa Rica dengan angka tipis 1-0.

 

Boleh saja pemain Italia mengeluhakn cuaca panas. Buktinya mereka memiliki peluang bersih mencetak empat gol. Namun, kiper Costa Rica menggagalkannya. Sisa 45 menit babak kedua tidak mampu dimanfaatkan untuk menyamakan kedudukan. Pada pertandingan terakhir dengan Uruguay yang juga dikalahkan Costa Rica, Italia dan Uruguay akan menghadapinpertandingan hidup mati. Sementara Costa Rica sudah pasti lolos. Ini kelolosan kedua. Yang pertama sekali justru terjadi pada piala dunia 1999 di Italia. Sungguh penantian yang panjang.

 

Pertarungan Costa Rica melawan Italia sungguh bagai liliput melawan raksasa gagah perkasa. Dalam segi apapun Costa Rica itu sama sekali kalah dibandingkan Italia. Italia adalah negara yang berada pada peringkat 23 dalam jumlah penduduk yaitu 61.261.254 jiwa, dengan luas wilayah 301.318km2. Sedangkan Costa Rica berada pada peringkat 121 dengan jumlah penduduk 4.516.220 jiwa, dan luas wilayah 51.100km2. Italia sungguh tampak sangat super.

 

Pada piala dunia Italia juara 4 kali dengan keikutsertaan 18 kali, sedangkan Costa Rica baru ikut 4 kali, dan baru dua kali lolos ke babak 16 besar. Jumlah keikutsertaan Costa Rica sama dengan jumlah Italia juara piala dunia. Italia pernah menduduki rangkin FIFA peringkat tertinggi no 1 (1993 dan 2007), peringkat terendah 16 (1998), dan kini peringkat 9. Sedangkan Costa Rica kini peringkat 28. Peringkat tertinggi 17 (2003) dan terendah 93 (2003). Perbedaannya bagai langit dan bumi. Peringkat tertinggi Costa Rica pun masih lebih rendah dari peringkat terendah Italia.

 

Namun, pada piala dunia kali ini Costa Rica menjungkirbalikkan semua prediksi para pengamat. Grup ini disebut grup neraka karena berisi tiga juara dunia yaitu Italia, Inggris, dan Uruguay, serta satu anak bawang yaitu Costa Rica. Semua pengamat menyatakan bahwa Costa Rica akan menjadi tabungan gol ketiga peserta lain untuk bisa lolos. Merrka malah sudah memastikan Costa Rica akan gugur dan babak belur. Faktanya sungguh bersebalikan. Costarica sudah pasti lolos, Inggris tergusur, Italia dan Uruguay harus saling bunuh untuk lolos. Inilah sepak bola, apapun bisa terjadi. Bola itu bulat, begitupun nasib manusia.

 

Kekhilafan sebagian pelatih, pemain, pengamat dan jurnalis adalah suka membuat perhitungan ala matematis dan terperangkap dalam pemikiran yang sepenuhnya logis, serta terpenjara dalam semacam determinisme. Karena Costa Rica tak pernah punya prestasi menonjol, tidak memiliki pemain jempolan, belum membangun tradisi dan kultur yang mapan dalam sepak bola, kompetisinya juga belum sangat menonjol, maka mereka adalah titik terlemah dalam grup neraka yang terdiri dari tiga mantan juara dunia.

 

Saat akhirnya Costa Rica menghancurkan dua mantan juara dunia yaitu Uruguay dan Italia, serta berpeluang kalahkan mantan juara lagi yaitu Inggris, barulah orang mencari-cari ada apa di balik semua ini? Cuaca panas hanyalah satu faktor, tetapi ada yang lebih penting.

 

Saat orang atau kelompok orang dikecilkan, tidak dianggap, dilecehkan dan dinina, mereka akan terbakar api semangat untuk bangkit dan tunjukkan bahwa mereka ada dan bisa taklukkan apa saja. Atletico Madrid di bawah komando Diego Simeone telah tunjukkan ini. Dengan semangat itu pula Korea Selatan pernah tundukkan Italia pada piala dunia yang digelar di Korea Selatan-Jepang.

 

Semangat manusia memang sering tak terduga. Semangat itu bisa seperti meteor, bergerak cepat dan membakar apapun yang dilewatinya. Semangat yang membuat para pemain tak kenal lelah dalam semangat pantang menyerah. Para pemain Costa Rica telah tunjukkan itu dalam dua pertandingan. Mereka sangat bersemangat dan penuh disiplin. Australia juga tunjukkan hal yang sama saat melawan Belanda.

 

Semangat tak terduga dan tak terukur inilah yang membuat piala dunia itu sangat menarik. Selalu saja ada negara yang diremehkan karena mereka tak punya catatan sejarah sebagai juara, negara yang memang belum memiliki tradisi dan kultur panjang dalam sepak bola. Tiba-tiba menghancurkan negara yang digadang-gadang akan mudah lewati babak penyisihan grup, karena tercatat memiliki serenceng prestasi.

 

Argentina pernah ditaklukkan oleh Kamerun pada piala dunia 1990. Kamerun juga mengalahkan Kolombia. Pada 2002, pendatang baru Senegal menghancurkan Perancis. Pada 1998 Kroasia yang baru saja merdeka menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Belanda dan Jerman. Bulgaria menjadi juara keempat pada 1994 setelah mengalahkan Jerman. Belgia yang sama sekali tak diperhitungkan menjadi juara keempat setelah menaklukkan Spanyol dan Uni Sovyet pada 1986. Pada 1982 bahkan ada dua negara yang membuat kejutan yaitu Irlandia dan Aljazair. Irlandia membantai tuam rumah Spanyol, dan Aljazair mengalahkan Jerman dan Cile. Pada 1978 giliran Austria yang sangat memukau karena bisa juara grup dengan bermain imbang lawan Brazil, setelah kalahkan Spanyol dan Swedia. Bahkan sempat kalahkan Jerman. Pada 1974 Jerman Timur mampu kalahkan Jerman Barat yang lebih super. Korea Utara pernah kalahkan Itali pada 1966. Pada 1962 saat Cile belum diperhitungkan sama sekali, secara mengejutkan menyingkirkan Uni Sovyet dan Itali untuk akhirnya menjadi juara tiga.

 

Sejarah panjang kejutan dari tim kecil yang sama sekali tak diperhitungka dalam piala dunia menegaskan bahwa kecil itu bisa hebat dan mengejutkan. Semangat pantang menyerah dan keyakinan bisa taklukkan yang besar adalah akar dari kejutan dan kemenangan itu.

 

SEMANGAT MANUSIA YANG TAK TERDUGA BISA MENGGELINCIRKAN NASIB KE MANA SAJA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s