GHANA, KERIKIL TAJAM BAGI JERMAN

 

Saat kalahkan Portugal 4-0, Jerman terlihat perkasa, dominan, dan sangat luar biasa. Para pemainnya bisa bermain cepat, solid, dengan serangan yang terus mengalir. Dengan permainan seperti itu tampaknya akan sangat sulit mengalahkan Jerman.

 

Beberapa saat sebelum pertandingan dengan Ghana, para pengamat menyatakan Jerman akan menang karena Ghana satu tingkat di bawah Jerman. Apalagi sebelumnya Ghana telah kalah 2-1lawan Amerika Serikat yang diarsiteki pelatih asal Jerman, Klinsman.

 

Pertarungan ini makin seru karena juga ada perseteruan sesama Boateng, yang satu ada di Ghana, sedangkan satunya lagi di Jerman. Suasana panas memang sangat terasa. Kedua kesebelasan harus mengejar kemenangan. Bagi jerman kemenangan akan memastikan mereka lolos, sedangkan bagi Ghana sebagai upaya untuk tetap membuka peluang lolos.

 

Pertandingan ternyata seru, ketat, saling serang dan saling mengalahkan. Jerman kebih dulu unggul. Kemudian disamakan oleh Ghana. Akhirnya Ghana memimpin, dan ujungnya seri 2-2.

 

Perlawanan dahsyat Ghana yang tampak tak kenal lelah sampai detik terakhir benar-benar merupakan pelajaran berharga bagi Jerman. Ghana telah menjadi kerikil tajam bagi perjalanan mereka untuk lolos. Hasil seri ini memgharuskan Jerman bekerja keras saat bertemu Amerika Serikat. Apalagi bila Amerika Serikat kalah dari Portugal.

 

Sejak Kamerun mengalahkan Argentina, Afrika menjadi bumbu pedas piala dunia. Mereka sering membuat kejutan, mengalahkan negara favorit juara. Setidaknya sudah tiga negara Afrika yang telah mencapai semi final yaitu Kamerun 1990, Senegal 2002, dan Ghana 2010.

 

Afrika memiliki banyak pemain berbakat yang bermain pada klub besar di liga Eropa. Pemain-pemain Afrika terkenal karena daya tahan dan tak kenal lelah di lapangan. Itulah sebabnya pemain Afrika selalu menempati posisi dan fungsi yang penting di klub masing-masing. Mereka pekerja keras yang ulet, gigih dan berdisiplin tinggi.

 

Ghana menunjukkannya saat melawan Jerman. Para pemain Ghana di semua lini bermain habis-habisan. Mereka menekan dan bermain sangat cepat. Sehingga dominasi yang ditunjukkan Jerman saat melibas Portugal tidak muncul sama sekali. Gol-gol yang dibuat Ghana juga merupakan gol sangat berkelas.

 

Tampaknya disiplin, kerja keras, keuletan, kegigihan, dan semangat untuk memenangkan pertandingan dengan kepercayaan diri yang mantab adalah modal sangat berharga yang ditunjukkan Ghana dan negara Afrika lainnya.

 

Semua nilai dan sikap tersebut memang dibutuhkan dalam kompetisi dan hidup. Agaknya sikap-sikap itulah yang membuat kelompok dan negara kecil bisa kalahkan yang besar dan perkasa. Sebab bila manusia percaya dia bisa kalahkan siapa pun yang lebih kuat, meskipun tidak berhasil paling tidak dia akan kalah dengan sangat terhormat. Karena ia telah tunjukkan apa arti perjuangan, apa makna menjadi manusia.

 

Hemingway, sastrawan pemenang Nobel dari Amerika Serikat menunjukkan semangat seperti itu dalam banyak karyanya, terutama dalam Lelaki Tua dan Laut. Seorang nelayan tua dengan sampan kecil, sendirian berhasil menangkap hiu di tengah laut. Ia berjuang sangat keras untuk membawa tangkapan itu ke pantai. Di sepanjang jalan ia berhadapan dengan berbagai resiko yang bisa membunuhnya. Sejumlah hiu mengiukti dan berusaha merebut hiu tangkapannya, karena darah hiu tangkapan itu telah memancing hiu lain mendekat. Akhirnya lelaki tua itu berhasil membawa hiu yang lebih besar dari sampannya hanya berupa tulang belulang. Tetapi semua orang tahu, lelaki tua itu telah berjuang sangat keras untuk membawa tulang belulang itu ke pantai.

 

Kemenangan hanyalah satu sisi saja dari perjuangan. Kemenangan bukanlah segalanya. Bahwa manusia telah berjuang dengan sangat keras yang disemangati oleh kejujuran dan kegigihan, itu lebih penting dan merupakan bentuk kemenangan sejati.

 

Itulah sebabnya kita menghormati pahlawan yang tak dikenal. Meski kita tahu ia telah tewas, dan bisa jadi perjuangannya belum mencapai tujuan. Namun kita tetap menghormati perjuangannya. Dengan alasan seperti itulah kita menjadikan Tjut Nya Dien, Teuku Umar, Imam Bonjol! Diponegoro dan sejumlah pejuang lain sebagai pahlawan nasional, meskipun kita tahu, mereka dikalahkan oleh Penjajah Belanda. Bukan kemenangannya yang kita hormati. Tetapi semangat tak kenal menyerah dan perjuangannya yang luar biasa.

 

Kesadaran dan kemampuan untuk terus berjuang tanpa mempersoalkan hasil akhir merupakan kemenangan tersendiri. Dalam hidup nyata perjuangan itu sendiri telah sangat bernilai.

 

Kita menghormati Soekarno karena keberaniannya menjadi tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mesti kita tahu dia bukanlah pemimpin yang sempurna dan memiliki sejumlah kesalahan.

 

Bagi kita Soekarno lebih mulia dan bermakna, dibandingkan mantan ketua MK yang dalam periode kepemimpinannya ada korupsi yang luar biasa. Meski dia seorang guru besar, bagi jika dibandingkan dengan Soekarno, dia hanyalah sebutir debu di kotoran sapi.

 

MANUSIA YANG SECARA SADAR MEMILIH UNTUK BERJUANG DENGAN SEKUAT TENAGA TANPA PAMRIH, AKAN TETAP DIHORMATI, MESKI IA KALAH.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s