IRAN: TIDAK MUDAH BAGI ARGENTINA

Argentina tampaknya berencana dan bersiap menggempur Iran. Meski menang lawan Bosnia, Messi tidak puas dengan susunan pemain dan hasil pertandingan. Messias Argentina itu meminta strategi dan susunan pemain diubah.

 

Sejak awal empat penyerang utama Messi, Aguero, Higuan, dan De Maria dipasang. Agaknya Argentina mengambil pelajaran selama kompetisi berlangsung. Sejumlah kesebelasan unggulan tumbang. Spanyol sang juara tersingkir di awal, juga Inggris. Italia terancam, dan Brazil gagal taklukkan Mexico. Argentina sendiri agak kewalahan menghadapi pendatang baru Bosnia.

 

Sejak awal Argentina menggempur Iran. Ternyata Iran sangat siap dengan gempuran itu. Para pemain Argentina tampak mulai frustrasi saat serangan mereka patah sebelum masuk daerah rawan di depan gawang. Apalagi tampilan kiper Iran sangat luar biasa. Serangan balik Iran pun sering membahayakan gawang Argentina. Babak pertama sama sekali tak menghasilkan gol bagi Argentina.

 

Babak kedua sama sekali di luar dugaan. Sungguh menjadi neraka bagi Argentina. Gawang Argentina sungguh terancam dan hanya keberuntungan yang selamatkan Argentina. Saling serang dengan kecepatan tinggi terjadi. Tampak pemain tengah mulai kewalahan. De Maria sering berusaha sendiri dan bola para penyerang Argentina selalu bisa direbut pemain bawah Iran yang bermain lugas dan brani menekan serta mengambil bola di kaki para pemain Argentina dengan bersih. Tendangan bebas Messi juga hanya menghasilkan kekosongan. Kedudukan tetap kosong-kosong.

 

Secara berurutan tiga penyerang Aguero, Higuain, dan De Maria ditarik keluar. Tampaknya ketiganya kehilangan kreativitas dan daya dobrak menghadapi pertahanan Iran yang berdisiplin dan berlapis.

 

Sungguh ini pertandingan yang tidak mudah, malah sangat sulit bagi Argentina. Keduanya tidak menurunkan serangan meski waktu normal telah dilampaui. Saat kritis seperti inilah Messi sungguh jadi Messias. Mendapat kesempatan dari sayap, ia lewati beberapa pemain dan menempatkan bola ke tiang jauh. Kiper Iran terbang mengantisipasi, bola terlalu cepat dan nyeplos masuk ke gawang. Luar biasa, Argentina harus menunggu lebih dari 90 menit untuk taklukkan Iran. Meski kalah, para pemain Iran keluar lapangan dengan kepala tegak.

 

Para pemain Iran tampak sabar dan tak terpancing meski terus menerus berada di bawah tekanan. Bahkan mampu melakukan serangan yang menciutkan hati pelatih, penonton, dan pemain Argentina. Sang pelatih juga mampu menjaga situasi ini. Saat ada pemain bawah kena kartu kuning, pelatih langsung menggantinya. Ini bermakna, pelatih tak mau ada kesalahan sekecil apapun di wilayah pertahanan. Ia sadar yang dihadapi adalah Messi, Aguero, Higuain, dan De Maria, para pemain depan yang haus gol.

 

Rasanya semua orang Iran sudah biasa di bawah tekanan. Sejak Revolusi yang dipimpin Ayatullah Khomeini, Iran terus berada di bawah tekanan. Tekanan itu tak henti sampai hari ini. Iran adalah negeri kecil yang brani melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Jika Israel bisa punya nuklir, mengapa Iran tidak boleh?

 

Ahmadinejad, Presiden Iran terdahulu adalah cermin dari rakyat Iran. Meski bertubuh kecik ia tak pernah tunjukkan rasa takut hadapi Amerika Serikat dan sekutunya. Ia bicara lantang di semua forum. Jelas di mana ia berdiri dan tegas sikapnya. Tak pernah takut hadapi resiko apapun. Iran sejak dulu mengalami embargo, tetapi kehidupan rakyatnya tetap aman, terkendali dan makmur. Iran bahkan brani melakukan perlawanan terbuka bersama sejumlah negara Amerika Latin.

 

Tidak mengherankan bila para pemain Iran tunjukkan hal yang sama. Meski yang dihadapi adalah salah satu raksasa sepak bola dunia yang dihuni para pemain berkaliber yang menjadi penentu pada klub-klub besar, para pemain Iran tak tunjukkan rasa takut. Mereka bahkan brani bermain menekan, cepat dan menyerang.

 

Pada babak pertama mereka berhasil membuat para pemain Argentina frustrasi, dan menjadikan babak kedua neraka bagi Argentina. Sikap percaya diri para pemain tampaknya adalah kunci utama.

 

Percaya diri yang terukur dan proporsional, seta semangat pantang menyerah yang pas telah berhasil membuat para pemain Iran menjadi ancaman serius bagi Argentina.

 

Kompetisi bukan hanya soal kalah dan menang. Pun soal daya juang yang tak kenal menyerah. Kalah menang adalah hal biasa dalam kompetisi. Tetapi para pemain Iran telah tunjukkan, meski mereka kalah, mereka tidak mengalah dan menyerah.

 

Para pemain Iran tampaknya telah menjadikan sepak bola sebagai bagian dari upaya untuk tunjukkan siapa mereka. Meski bangsa kecil, mereka adalah bangsa pemberani yang memiliki rasa percaya diri dan semangat juang yang tinggi. Mereka sama sekali tidak takut menghadapi siapa pun.

 

RASA PERCAYA DIRI DAN SEMANGAT JUANG TINGGI ADALAH KUNCI BAGI PERJUANGAN MEMPEROLEH KEHORMATAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s