KECERDASAN PESEPAK BOLA

 

Sangat sulit mencari informasi tentang latar belakang pendidikan formal pesepak bola dunia. Dalam sejarah hidup mereka yang banyak ditulis, sangat jarang menceritakan pendidikanya. Bahkan hampir tidak ada informasi yang bermakna tentang pendidikan. Sedangkan kapan mereka mulai bermain bola dan prestasi apa saja yang mereka peroleh sejak kecil, biasanya lengkap tersaji.

 

Bila menggunakan konsep kecerdasan tradisional pastilah sulit untuk menentukan tingkat kecerdasan para pesepak bola itu. Sebab konsep kecerdasan tradisional memiliki indikator yang sangat terbatas untuk mengukur kecerdasan dan merumuskan kecerdasan dengan cara yang sangat sederhana. Kecerdasan dibatasi pada penguasaan angka, bahasa, dan ruang.

 

Dengan konsep kecerdasan yang lebih baru, rumusan Gardner dan Goleman dapat dipastikan bahwa para pesepak bola dunia itu tergolong sangat cerdah, bahkan jenius.

 

Messi, Neymar, van Persie, Robben, Pirlo, CR7 sebagai contoh pastilah memiliki kecerdasan kinestetis yang sangat luar biasa. Mereka dapat kendalikan dan gunakan seluruh tubuhnya dengan cara yang sangat di luar dugaan. Bukan hanya kaki dan kepala, juga cara mereka berlari sambil menggiring bola melewati sejumlah pemain seperti menari. Jika berlari kencang tanpa bola saja sudah sangat sulit, apalagi berlari kencang dengan tetap mampu mengontrol bola dan membuat gol seperti ditunjukkan Robben, pastilah merupakan kompetensi yang sangat luar biasa.

 

Tandukan sambil terbang yang diperagakan van Persie kala membuat gol ke gawang Portugal, bukan saja tidak dapat dilakukan semua orang, bahkan belum tentu bisa dipraktikkan para sepak bola berkaliber. Apa yang ditunjukkan van Persie itu adalah sintesis atau gabungan dari keterampilan, dan spontanitas sebagai hasil dari latihan dan kebiasaan. Cara gol itu dibuat bukan saja sangat spektakuler, juga sangat indah. Tandukan yang sangat keras sekaligus terukur, membuat kiper sekelas Casillas tak berkutik.

 

Jika kita kaji secara mendalam ratusan gol yang telah dicetak Messi menggunakan rekaman gambar yang selalu muncul berulang-ulang di televisi sangat terlihat bahwa Messi telah mengembangkan pola yang variasinya sangat banyak. Gol-gol Messi sebagaimana gol CR7, Neymar dan Suarez merupakan racikan sangat canggih dari gerak tubuh yang terlatih dan spontanitas tingkat tinggi, serta keterukuran yang dilakukan dalam saat yang betul-betul dalam hitungan detik. Tentulah apa yang mereka tunjukkan lebih dari sekadar kecerdasan mengukur ruang dikaitkan dengan penentuan arah bola, dan kecepatan mengambil tindakan. Melampaui itu, ada kreativitas untuk menaklukkan dan mengecoh pemain bawah dan kiper. Dahsyatnya, ini semua dilakukan dalam waktu yang sangat cepat. Seringkali para pemain yang mengepung mereka sampai terperangah tak percaya bahwa bola sudah bersarang di dalam gawang. Ini bermakna para pesepak bola itu tidak menggunakan kecerdasan tunggal, tetapi kecerdasan jamak untuk menciptakan gol. Kecerdasan yang sudah melekat erat antara kendali gerak dalam otak dan kelenturan tubuh. Karena itulah disebut kecerdasan kinestetis, karena pusat kendalinya tetaplah di otak. Apa yang kita lihat di lapangan sepak bola itu adalah bukti bahwa otak bekerja dengan cara terpadu. Tak bisa dipisahkan antara apa yang terjadi di dalam otak dengan gerak tubuh.

 

Bila kita cermati dengan seksama tendangan bebas yang biasa dilakukan oleh Pirlo, Messi, CR7, Gerard dan Rooney. Sekali lagi terbukti bahwa para pesepak bola itu memang para jenius. Mengapa? Saat melakukan tendangan bebas yang seringkali menghasilkan gol-gol yang indah itu, mereka memadukan kemampuan mengukur dengan akurat, kekuatan, kecepatan, kreatifitas dan pengambilan keputusan yang tepat. Itulah sebabnya meski ada pagar manusia di depan mereka, dan gawang jauh jaraknya, serta kiper yang jempolan, tetap saja bola itu menclok ke dalam gawang.

 

Dengan kecerdasan kinestetis saja tentulah belum cukup. Para pesepak bola itu pun harus memiliki, memekarkan, dan memeraktikkan kecerdasan lain agar kecerdasan kinestetisnya bermakna dan timnya bisa memenangi pertandingan. Kecerdasan dimaksud adalah kecerdasan intra dan interpersonal. Kemampuan mengendalikan diri dan berbagi.

 

Setiap pemain harus bisa menempatkan diri secara tepat, meski ia seorang megabintang. Adakalnya ia harus mau dan puas hanya sebagai pengumpan bola, bukan pencetak gol. Sebab ada kawan yang yang lebih berpeluang karena posisinya lebih baik. Cerdas menempatkan diri dan kemauan untuk berbagi, yang merupakan kemampuan kendalikan ego adalah ujud nyata kecerdasan intra dan interpesonal. Tanpa kecerdasan kembar ini, pemain sehebat apapun tak akan bermakna keberdaannya di lapangan. CR7 tunjukkan itu pada detik-detik terakhir sewaktu lawan Amerika Serikat. Kecerdasannya itu telah membuat skor sama kuat 2-2, dan peluang Portugal untuk lolos masih terbuka.

 

Kecerdasan kembar itu berakar pada kecerdasan emosional. Fakta dan penelitian membuktikan bahwa kecerdasan emosional ternyata lebih menentukan bagi manusia untuk sukses dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

 

Dalam sepak bola, terlebih lagi dalam hidup kesuksesan dan kebermaknaan sangat tergantung dari kemampuan untuk mengolah, memekarkan, dan memeraktikkan sejumlah kecerdasan sekaligus. Kecerdasan tunggal sudah terbukti kurang berfungsi dan bermakna dalam hidup.

 

Persoalan terbesar adalah, apakah lembaga pendidikan formal kita secara nyata memekarkan dan memeraktikkan beragam kecerdasan yang terbukti sangat bermakna untuk mengarungi gelombang dan puting beliung kehidupan?

 

Dalam tautan ini layak untuk memertanyakan kengototan pemerintah memertahankan ujian nasional yang daya rusaknya lebih tinggi daripada daya mekarnya. Bagaimana caranya memekarkan karakter bila ujungnya yang diuji dan menentukan kelulusan adalah ujian kognitif-intelektual?

 

KEBERMAKNAAN DAN KESUKSESAN MANUSIA DALAM HIDUP LEBIH DITENTUKAN OLEH BERAGAM KECERDASAN YANG DIMEKARKAN DAN DIPRAKTIKKAN SECARA NYATA DALAM HIDUP KESEHARIAN.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s