PIALA DUNIA DAN SEKS

Bukan hanya di Dolly dan sekarang ini saja. Dimana dan kapan pun seks selalu jadi kontroversi. Pada zaman Yunani kuno diyakini seks bisa menguras habis tenaga manusia. Karena itu para atlit yang sedang bertanding dilarang melakukan hubungan seks. Juga diyakini, larangan itu akan mampu meningkatkan dorongan agresi yang dibutuhkan atlit untuk bertanding.

 

Ternyata larangan itu masih diyakini bermanfaat sampai hari ini. Itulah sebabnya sejumlah negara peserta piala dunia 2014 melarang para pemainnya melakukan hubungan seks. Negara yang secara terbuka melarang total adalah Bosnia, Rusia, Cile dan Meksiko

 

Sejumlah negara membolehkan dengan beberapa persyaratan. Perancis membolehkan asal tidak tiap malam. Brazil membolehkan asal tidak berlebihan yang bisa menimbulkan cidera. Pada 2002, Scolari melarang pemain melakukannya, dan mereka juara. Nigeria tidak tegas melarang, hanya menyarankan agar dihindari. Costa Rica membolehkan jika lolos ke babak kedua. Artinya setelah kalahkan Italia, mereka boleh lakukan.

 

Negara yang membolehkan berhubungan dengan istri atau pasangan adalah Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Australia, Italia, Belanda, Swiss, dan Uruguay.

 

Sejauh ini kita saksikan negara yang melarang keras yaitu Bosnia, Meksiko, Cile dan Rusia, sudah ada yang gugur dan ada yang lolos. Sedangkan yang membolehkan dan sudah tersingkir adalah Spanyol, dan Australia. Negara yang membolehkan dan sudah lolos adalah Belanda. Costa Rica melarang dan lolos, kini membolehkan.

 

Tampaknya sangat sulit mencari hubungan antara pelarangan hubungan seks atau pembolehannya dengan prestasi yang dicapai. Karena sejauh ini baik yang melarang maupun yang membolehkan ada yang lolos dan ada yang tersingkir pada babak pertama.

 

Pemain legendaris Pele mengakui, baginya hubungan seks sama sekali tidak mengganggu penampilan. Berbagai kajian menunjukkan bahwa hubungan seks tidak menyebabkan penurunan penampilan bagi para atlit yang bertanding. Tentu saja bila ada pengaturan waktu dan tidak berlebihan. Bahkan diyakini hubungan seks bisa membantu para atlit mengatasi tekanan mental karena efek relaksasinya. Hubungan seks malah dapat meningkatkan kinerja. Sebab hubungan seks bisa menaikkan testosteron yang mendorong peningkatan kinerja.

 

Sebenarnya bukan hanya hubungan seks, makanan dan istirahat pun bisa membantu atau mengganggu. Kata kuncinya adalah tidak berlebihan atau proporsional dan adanya pengaturan. Ini bermakna kedisiplinan.

 

Dalam hidup dan kompetisi, faktor penentu kegagalan dan keberhasilan tidak pernah tunggal. Terdapat banyak faktor yang ikut menentukan. Banyaknya faktor penentu ini hakikinya bertautan dengan fakta bahwa manusia adalah makhluk multidimensi. Jika pelarangan hubungan seks fimaksudkan untuk menjaga stamina tubuhnya, boleh jadi akan malah akan mengganggu psikologinya, terutama yang berkaitan dengan tekanan mentalnya. Bukankah hidup dan kompetisi seringkali memunculkan sejumlah masalah yang bisa membuat kita stress?

 

Berbagai aturan yang melupakan bahwa manusia adalah makhluk multidimensi pada akhirnya pasti akan membawa petaka. Karena tidak memberi perhatian yang seimbang bagi kemultidimensian manusia.

 

Atas dasar fakta itulah kini berkembang beragam model, metode, dan strategi pembelajaran dan pelatihan yang memerhatikan semua dimensi manusia tersebut. Sudah bukan suatu yang luar biasa bila dalam pelatihan yang bertujuan meningkatkan ketahanan fisik dan stamina memanfaatkan musik dan yoga. Yoga yang dulu dianggap sekadar latihan pernafasan dan fokus, serta terkesan lembut dan lemah, kini diakui mampu meningkatkan kinerja organ-organ utama seperti jantung dan paru-paru, serta pengaturan sirkulasi darah.

 

Sting mantan vocalis The Police telah lama mengganti olah raga berat berjam-jam untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuhnya dengan yoga dan pengaturan makanan, serta istirahat. Maknanya, orang semakin sadar, kebugaran dan ketahanan fisik jangka panjang bisa ditingkatkan dan dijaga dengan melibatkan aspek psikis. Sebab keduanya merupakan satu kesatuan yang bisa dibedakan, tetapi tak dapat dipisahkan.

 

Dengan cara pandang seperti itulah hubungan seks harus dimaknai. Seks bukan sekadar urusan fisik-biologis. Ada dimensi mental, bahkan spiritual di dalamnya.

 

Menarik untuk direnungkan jika seks dikaitkan dengan temuan tentang belahan otak. Kini diketahui belahan otak kanan mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Apa makna bahwa alat kelamin perempuan dan lelaki terletak tepat di tengah tubuhnya?

 

Maknanya, hubungan seks itu melibatkan manusia dalam keutuhannya fisik dan psikis, dan seluruh bagian otaknya. Itulah yang menyebabkan efek relaksasinya berjangka panjang dan dirasakan ke seluruh tubuh. Seks sekaligus memberi kesadaran tentang keutuhan manusia dalam bentuk yang paling nendang, saat tak ada lagi batas antara yang fisik dan psikis. Membawa manusia pada pengalaman puncak, dan membebaskannya dari segala kendala dan tekanan. Mengembalikannya pada titik nol kemanusiaan. Pada kekosongan penuh makna. Bagai handphone yang baru diisi ulang, siap untuk digunakan lagi bagi berbagai kemanfaatan kemanusiaan.

 

PENGHORMATAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK MULTIDIMENSI ADALAH PEMICU KESUKSESAN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s