AKIBAT GIGITAN SUAREZ

 

Uruguay lebih diunggulkan saat bertemu Kolumbia. Keunggulan itu berdasarkan sejarah pertemuan keduanya. Dari 14 kali pertemuan, Uruguay menang 8 kali, kalah 4 kali, dan seri 2 kali. Apalagi Uruguay diperkuat oleh sejumlah nama yang telah malang melintang di liga-liga utama Eropa, dan menjadi pencetak gol terbanyak.

 

Namun, sejumlah prediksi menunjukkan keraguan bahwa Uruguay akan menang mudah. Ini terkait dengan fakta Suarez telah diusir karena gigitannya terhadap pemain Italia. Tetapi para prediktor dan pengamat masih mengunggulkan Uruguay. Dan para pemain Uruguay dalam sejumlah wawancara juga yakin akan menyingkirkan Kolumbia, meski tanpa Suarez. Wajar mereka optimis, karena telah mengalahkan dua juara dunia yang diunggulkan yaitu Inggris dan Italia. Mereka juga adalah mantan juara dunia.

 

Rupanya tanpa kehadiran Suarez susah bagi Uruguay untuk menang. Saat kalah melawan Costa Rica, mereka juga bermain tanpa Suarez. Kehadiran Forlan yang telah berusia lanjut tampaknya memang tidak membuat serangan mereka tajam dan berbahaya. Apalagi kiper Kolumbia yang baru kemasukan dua gol selama babak penyisihan grup, sangat gemilang.

 

Tampak sekali Uruguay mengalami kesulitan menembus pertahanan Kolumbia. Kolumbia secara statistik juga lebih banyak mrnguasai bola dan mencetak peluang. Saat Uruguay membangun serangan, para pemain bawah Kolumbia tampak tidak terlalu sukar menghalaunya. Karena seranagnnya cenderung monoton dan gampang ditebak. Akan sangat berbeda bila ada Suarez. Salah satu kehebatan Suarez adalah kecepatan dan kelincahannya dalam pergerakan tanpa dan dengan bola. Itulah sebabnya dia sering membuat gol dari posisi dan sudut yang tidak diperhitungkan pemain lawan. Apa boleh buat, para penyerang Uruguay yang bermain, meski juga pemain berkaliber seperti Cavani dan Forlan tidak bisa lakukan itu.

 

Uruguay tampak makin kesulitan saat James Rodriguez mencetak gol yang sangat indah. Dari jarak jauh di luar kotak penalti ia menahan bola dengan dadanya dan menendang bola yang tak terjangkau okeh kiper Uruguay. Tampak sekali para pemain dan pelatih Uruguay terkejut dan terpukul dengan gol indah itu.

 

Pada babak kedua Uruguay tampak meningkatkan serangan. Semua peluang yang dihasilkan dengan gemilang dapat dipatahkan kiper Kolumbia yang sangat luar biasa. Sialnya, kembali James membuat gol yang juga sangat bagus. Kesudahannya Uruguay takluk 2-0, tersingkir dan pulang kampung.

 

Pastilah kekalahan ini bukan kesalahan Suarez. Tetapi akan sangat berbeda jika Suarez bisa tetap ikut bermain. Pertandingan akan lebih ketat dan seru. Boleh jadi Uruguay akan menang. Semakin terbukti, tanpa Suarez, Uruguay sulit untuk menang.

 

Saat melakukan gigitan, pastilah Suarez tak kepikiran akibatnya akan sangat fatal. Bukan saja diusir dari piala dunia. Ia juga tak boleh bermain selama 4 bulan. Agaknya Maradona benar saat mengatakan FIFA berkebihan memberi hukuman pada Suarez. Ia harus dihukum, karena perbuatannya yang konyol itu, tetapi rasanya tak perlu sekejam itu.

 

Dalam kajian-kajian psikologi dan ekonomi sudah terbukti, pada umumnya manusia, bahkan sebuah bangsa bisa sukses dalam hidup bila mampu menahan diri. Tidak terjebak terperangkap pada kebutuhan dan tujuan jangka pendek.

 

Dalam ekonomi, menahan diri itu bisa ditunjukkan dengan sikap rasional, hati-hati dan penuh perhitungan dalam pemanfaatan sumber daya. Salah satu bentuk konkretnya adalah kebiasaan menabung. Tidak bersifat konsumtif, tetapi menyisihkan tabungan untuk keperluan jangka panjang. Tabungan inilah yang potensial menjadi investasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang besar dalam jangka panjang.

 

Dalam kajian manajemen strategis sikap menahan diri itu ditunjukkan kemampuan dan konsistensi untuk tidak terjebak pada tujuan-tujuan instan. Tetapi secara terstruktur dan terukur menjabarkan visi yang visioner berisi rumusan tujuan-tujuan jangka panjang, menjadi misi dan perogram yang sangat rinci dan terukur dalam rentang waktu yang telah diperhitungkan dengan cermat. Jadi, tidak tergoda untuk menyegerakan secara instan pencapaian tujuan.

 

Dalam kajian psikologi menahan diri memiliki dimensi yang lebih luas. Mencakup kemampuan menjaga sikap untuk tidak mudah terpancing, tergoda, dan, terpengaruh dengan kepuasan dan tujuan yang langsung bisa dinikmati. Tidak mudah bereaksi terhadap berbagai provokasi yang bisa dengan mudah menghancurkan capaian-capaian yang mulia dan membutuhkan waktu untuk pencapaiannya. Mengembangkan sikap responsif daripada reaktif. Akibatnya manusia akan lebih sabar dan penuh pertimbangan dalam menghadapi hidup yang penuh godaan dan tantangan.

 

Bila menggunakan pendekatan kecerdasan majemuk dari Gradner, menahan diri adalah kemampuan memanfatakkan secara integrattif kecerdasan inter dan intrapersonal untuk secara empatis dan mendalam memperhitungkan berbagai akibat dari reaksi-reaksi yang kurang tepat dalam menempatkan diri dalam jejaring sosial. Dengan demikian hubungan-hubungan dan tujuan-tujuan jangka panjang bisa tetap dipertahankan, karena kemapuan menilai akibat-akibat buruk dari hancurnya hubungan sosial.

 

Apa yang dilakukan Suarez sebagai sebuah reaksi yang tak terkendali, pastilah tidak memperhitungkan akibat terburuknya. Mungkin bagi Suarez tindakan itu lebih merupakan reaksi spontan atas perbuatan yang dirasakannya tidak menyenangkan. Ia sama sekali tak berfikir bahwa tindakannya itu bisa sangat mengganggu tujuan jangka panjang mereka untuk menjuarai kompetisi piala dunia ini.

 

Mungkin Pepe, pemain Portugal yang langganan kartu merah, juga tidak sempat memikirkan akibat perilakunya bagi keberhasilan Portugal yang ternyata gagal total. Dalam konteks inilah bisa difahami mengapa pelatih Iran langsung menarik pemain bawahnya saat mendapat kartu kuning. Sang pelatih tidak mau kemarahan dan emosi yang tak terkendali bisa merusak keseluruhan permainan tim.

 

Bukan hanya dalam sepak bola. Terutama dalam hidup, kemampuan menahan diri terhadap berbagai godaan, provokasi, tantangan dan ancaman sangat dibutuhkan agar bisa mencapai tujuan-tujuan besar dan mulia yang biasanya memang membutuhkan waktu yang relatif tidak sebentar, daya tahan dan konsistensi.

 

Ketidakmampuan menahan diri dan gampang tergoda pada pencapaian jangka pendek yang bersifat instan merupakan racun dan virus yang sangat merusak manusia, bahkan sebuah bangsa. Seringkali pencapaian instan berjangka pendek itu dapat memberikan kepuasan langsung, seperti narkoba, yang dalam jangka panjang justru merusak.

 

Kajian-kajian antropologis, sosiologis dan psikologis terhadap keberhasilan Jepang sebagai bangsa menunjuktegaskan bahwa mereka bisa mencapai sukses luar biasa antara lain karena kemampuan menahan diri untuk bersabar, bekerja dengan ulet, dan gigih untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang. Ada kemauan dan kemampuan untuk menunda semua tujuan dan kepuasaan jangka pendek. Sikap ini ternyata merupakan sikap dasar seorang samurai yang dirumuskan dalam moral Bushido. Sayangnya, anak-anak kita sekarang ini mendapat pelajaran moral Bushido lewat Mortal Kombat, games pertarungan yang lebih menonjolkan permainan pedang dan tarungnya. Bukan menahan diri dan kejujurannya.

 

Berbeda dengan Jepang yang lebih menonjolkan sikap menahan diri untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang. Bangsa kita, paling tidak menurut kajian Koentjaraningrat, lebih banyak yang memilih sikap menerabas yang melahirkan kebiasaan mumpungisme. Tak mengherankan bila budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat berkembang di negeri ini.

 

Kajian mendalam tentang topik yang sama terdapat dalam karya sangat terkenak dari Max Weber yaitu Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme. Weber menunjukkan sikap menahan diri untuk tidak mengejar tujuan jangka pendek telah memunculkan kebiasaan untuk menanam investasi jangka panjang bagi pencapaian tujuan-tujuan jangka panjang. Rasanya, tesis Weber ini semakin terbukti dalam perjalanan waktu.

 

KekalahAn Uruguay atas Kolumbia agaknya bisa menjadi pelajaran sangat berharga bagi kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan dalam suasana pilpres. Puasa Ramadhan adalah parktik nyata tentang menahan diri, bahkan atas segala sesuatu yang pada waktu sebelum dan sesudah Ramadhan merupakan hak-hak kita yang halal.

 

Kita dilarang memakan makanan yang sebenarnya merupakan kebutuhan untuk bertahan hidup, dan makanan itu adalah hasil jerih payah kita sendiri, selama waktu yang ditentukan yaitu sepanjang hari, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Bukan hanya itu, kita juga harus menahan diri dalam penggunaan mata, mulut, dan telinga. Meskipun penggunaannya yang tidak tepat tidak membatalkan puasa, namun dapat mengurangi nilai puasa.

 

Semogalah kiranya, puasa Ramadhan kali ini yang menjadi sangat istimewa dapat membuat para pendukung capres yang sedang bertarung untuk menahan diri. Semua pihak harus mampu menahan diri. Jangan sampai pilpres yang merupakan tujuan jangka pendek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, merusak tujuan jangka panjang negara bangsa ini mewujudkan masyarakat adil makmur dan bahagia. Pilpres hanya kendurian lima tahunan yang meskipun penting, tetapi jangan sampai merusak keutuhan bangsa ini. Sebab dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan luar biasa dari generasi masa lalu untuk mendirikan dan memertahankan kesatuan negara bangsa ini. Menahan diri, bersikap rasional, dan kemampuan untuk terus menjaga dan mewujudkan tujuan jangka panjang yang lebih mulia pastilah lebih penting daripada memperturutkan syahwat kuasa yang memang berkecenderungan mendahulukan yang instan dan kemenangan dengan menghalalkan segala cara. Kita pastilah tak mau bernasib seperti Uruguay, berhasil memenangkan satu pertandingan, tetapi gagal menjadi juara. Karena pertandingan itu dimenangkan dengan dibumbui perbuatan tak terpuji yang benar-benar terbukti merusak segalanya.

 

MENAHAN DIRI DAN MEMPRAKTIKKAN KEJUJURAN ADALAH CARA TERBAIK MENCAPAI KEMENANGAN SEJATI.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s