BERAT BAGI BRAZIL

 

Sepanjang sejarah, Brazil selalu menang lawan Cile. Namun kali ini pelatih dan pemain Brazil sadar betul, berat bagi mereka untuk menang. Apalagi bertemu dengan sesama negara Amerika Latin, selalu memunculkan masalah. Di babak penyisihan grup, Brazil tak bisa kalahkan Meksiko.

 

Di kedua kesebelasan ada jagoan Barcelona yang selama ini bahu membahu membangun serangan untuk menciptakan gol dan memenangkan pertandingan yaitu Neymar dan Alexis Sanchez. Cile juga diperkuat kiper Barcelona, Bravo. Pastilah fakta ini akan membuat pertandingan akan semakin seru dan menarik.

 

Mungkin faktor tambahan yang bisa menguntungkan Brazil adalah kedudukannya sebagai tuan rumah. Biasanya tuan rumah akan mendapat dukungan penonton yang maksimal. Meskipun Brazil justru tidak menjadi juara saat menjadi tuan rumah piala dunia pada masa lalu. Dengan semua fakta ini, kedua kesebelasan akan bertarung hidup-mati dalam sistem gugur yang mengharuskan adanya pemenang.

 

Seperti yang diduga pelatih dan pemaim Brazil, pertandingan ini sungguh berat. Meskipun lebih dulu unggul, namun pada babak pertama kedudukan 1-1. Babak kedua berlangsung ketat. Serangan silih berganti. Kedua kesebelasan sama-sama menciptakan peluang. Namun, akhirnya kedudukan tidak berubah. Babak tambahan waktu juga tidak menghasilkan gol. Akhirnya pemenang ditentukan melalui adu penalti. Neymar dan kiper Brazil Julio Caesar menjadi pahlawan kemenangan Brazil. Cile harus pulang kampung. Brazil melaju untuk ketemu tim penuh kejutan Kolumbia. Bisa jadi pertandingan itu juga akan berat bagi Brazil.

 

Brazil adalah tim yang bertabur bintang. Semua pemainnya pada semua lini, juga pemain cadangannya adalah pemain utama pada klub masing-masing, dan semuanya bermain pada klub papan atas pada liga utama Eropa. Tidak berlebihan bila Brazil selalu diunggulkan berhadapan dengan negara mana pun.

 

Namun ternyata tidak semua pertandingan berjalan mulus dengan kemenangan yang mudah. Di babak penyisihan grup, Brazil tidak mendapatkan nilai penuh seperti Belanda dan Kolumbia. Pada pertandingan di 16 besar menang melalui adu pinalti. Berbeda dengan Kolumbia yang mampu menang 2-0.

 

Inilah fakta sepak bola dan juga hidup. Tidak selalu mereka yang hebat dalam segala hal bisa dengan mudah mendapatkan kemenangan. Sebab menang-kalah tidak hanya ditentukan oleh keunggulan-keunggulan teknis, kelebihan materi dan besarnya dukungan. Kemenangan membutuhkan lebih dari itu semua.

 

Dalam perjuangan untuk mendapatkan kemenangan penting sekali peranan keyakinan, motivasi, dan kegigihan serta kesiapan mental menghadapi serangan bertubi-tubi, bahkan kekalahan lebih dulu. Apalagi jika lawan menggunakan beragam kecurangan dan tipu daya. Di sinilah ketahanan mental, kesabaran, dan keteguhan sikap agar tidak terpancing melakukan kecurangan yang sama dengan lawan menjadi sangat menentukan. Semua sikap ini adalah kunci bagi kemenangan.

 

Persoalan terbesarnya dalah semua perjuangan terutama kompetisi dan pertandingan dibatasi oleh waktu. Bagaimana caranya tetap bertahan dihantam serangan terus menerus, serangan tanpa ampun dan bisa membunuh? Apakah cukup hanya bertahan? Bersikap defensif dan terus bertahan?

 

Jawabannya adalah serangan balik. Namun, untuk melakukan serangan balik dibutuhkan pemain yang memiliki kemampuan berlari sangat cepat, kontrol bola yang sangat baik, dan terutama semangat luar biasa untuk masuk ke daerah lawan dengan kepercayaan diri yang tinggi.

 

Artinya kemenangan tetap dapat diusahakan oleh orang atau tim yang dianggap lebih lemah berhadapan dengan lawan yang lebih hebat jika semangat pantang menyerah terus dikobarkan. Dan keyakinan bahwa kemenangan bisa diperoleh bila tetap konsisten mengejar kemenangan.

 

Bisa jadi menghadapi situasi seperti ini sangat tepat menggunakan kecerdasan identitas. Kecerdasan identitas itu pada hakikatnya adalah sikap konsisten seseorang atau sebuah tim untuk tetap kuat bertahan demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak mula. Ia tak akan mengalah, menyerah atau surut melangkah, apapun tantangan yang menghadangnya. Kecerdasan identitas itu biasanya diujudkan dengan ketahanan untuk fokus. Bila seseorang atau sebuah tim tetap fokus pada tujuannya untuk menang, ia tak akan lengah biar hanya sedetik pun.

 

Pada tingkat inilah pentingnya kedisiplinan dan daya tahan jangka panjang. Keberanian menghadapi keadaan terburuk dan pantang mundur menjadi kunci kemenangan. Dalam konteks ini kisah perjuangan para Viking bisa dijadikan isnpirasi. Setiap kali hendak mencapai tujuan penaklukkan, mereka dengan segaja membakar kapal. Sehingga memang tidak mungkin untuk mundur dan pulang. Hanya ada satu keyakinan maju terus pantang mundur. Cara yang ditempuh Viking itu menunjukkan penerapan kecerdasan identitas yang ekstrim.

 

Tentu saja perbedaan konteks dan kompetisi yang dihadapi mengharuskan adanya adaptasi terhadap penerapannya. Intinya adalah, kemenangan tidak pernah hanya tergantung pada kehebatan, kebesaran, keunggulan, dan kelebihan-kelebihan yang bersifat fisik dan material.

 

KEMENANGAN LEBIH DITENTUKAN PADA DAYA TAHAN MENTAL MENGHADAPI SEMUA SITUASI TERBURUK.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s