MAKNA SEPAK BOLA BAGI BUKAN PENGGEMARNYA

 

Seorang teman yang tidak suka sepak bola merasa sangat heran mengapa dunia ini bisa heboh gara-gara sepak bola, terutama bila ada piala dunia. Baginya eforia para penggemar sepak bola lebih merupakan kegilaan. Tindakan yang tidak bermakna sama sekali. Ia juga bingung mengapa banyak sekali orang di seluruh dunia, melintasi usia, agama, suku, negara, bahasa, dan warna kulit tergila-gila pada sepak bola. Dia sama sekali tidak mengerti.

 

Dia pernah mencoba menonton pertandingan yang ditunggu-tunggu banyak orang yaitu classico, pertandingan Barcelona lawan Real Madrid. Dia sama sekali tidak dapat menikmati pertandingan yang seru itu. Dia lebih banyak menonton tingkah polah orang yang menonton daripada menonton pertandingannya. Sungguh dia tak faham dimana menariknya sepak bola.

 

Dia penggemar basket. Meski bukan jagoan dia bisa bermain basket. Dia suka kesel pada orang yang tidak suka basket. Dia selalu katakan bahwa basket itu sangat menarik dan lebih seru daripada sepak bola. Beberapa teman yang tidak suka basket bilang, basket itu lebih gampang dari sepak bola karena menggunakan tangan yang memang lebih mudah dikendalikan. Sedangkan sepak bola itu menggunakan kaki yang tidak mudah dilatih, apalagi bermain di lapangan yang sangat luas. Sepak bola juga menggunakan kepala yang tidak mudah dilatih seperti tangan. Pastilah perdebatan itu akhirnya akan berakhir dengan saling ejek. Apalagi di dunia ini penggemar sepak bola lebih banyak daripada basket. Bahkan di Ameriak Serikat yang menjadi negeri utama basket, penggemar sepak bola makin bertambah.

 

Pada dasarnya rasa suka terhadap sesuatu seperti sepak bola, basket, makanan, model baju, lagu, bahkan pasangan hidup lebih bersifat subjektif. Agaknya perasaan lebih berperan dalam penentuannya. Meskipun alasan-alasan rasional yang bersifat logis tentu saja bisa diberikan.

 

Bagi para penggemar sepak bola, makna sepak bola juga tidak sama. Ada yang sangat tertarik pada sepak bola karena dikaitkan dengan taruhan. Bagi mereka pertandingan sepak bola itu sungguh sangat penting bukan karena pertandingannya seru dan sangat ketat untuk memeroleh kemenangan, tetapi pada hasil akhirnya berupa kemenangan karena terkait dengan taruhan yang mereka lakukan. Di kalangan para petaruh ini justru berkembang analisis pertandingan yang menggunakan statistik dan program komputer canggih. Bukan saja untuk menentukan siapa yang menang, tetapi berapa kemenangan yang bisa diraih. Bila sekarang ini kita buka internet, ada ratusan prediksi hasil pertandingan. Biasanya itu merupakan bagian dari jejaring para petaruh.

 

Ada pula yang tertarik pada sepak bola karena menyukai keindahan permainan dan keterampilan para megabintang. Mereka sangat suka melihat bagaimana cara Messi, van Persie, Robben, CR7, Suarez, Rooney dan pemain berkelas lainnya mencetak gol-gol indah dan spektakuler yang memang sangat sulit dilakukan oleh pesepak bola yang bukan bintang.

 

Tentulah yang bukan penggemar sepak bola sulit menikmati keindahan ini. Mereka mungkin menganggap apa yang disajikan para bintang itu lebih merupakan kebetulan.

 

Ada pula yang melihat sepak bola sebagai cermin kehidupan. Di dalam pertandingan sepak bola terlihat berbagai aspek kemanusiaan. Kegigihan, kerja keras, disiplin, kekuatan mental, semangat tak kenal menyerah, kecurangan, kekasaran, keindahan, tipu-tipu, sportivitas dan semua tingkah polah manusia.

 

Bagi mereka sepak bola itu makin menarik karena penuh kejutan. Kesebelasan yang tak diunggulkan bisa menghancurkan unggulan. Bagaimana sebuah kesebelasan kalah justru pada detik-detik terakhir. Berbagai kejutan ini sungguh menggambarkan hidup manusia. Tentulah bagi bukan penggemar kondisi ini sama sekali takmemiliki daya tarik. Sebab mereka kan tak pernah tahu, mana kesebelasan unggulan dan mana yang bukan.

 

Ada pula yang mengaitkan sepak bola dengan dominasi. Bagaimana negara-negara yang hebat secara ekonomis dihancurkan oleh negara yang terkebelakang secara ekonomis di lapangan hijau. Kemenangan negara terkebelakang itu dirasakan sebagai cara untuk tunjukkan bahwa negara yang hebat itu toh bisa dikalahkan. Bagi bukan penggemar pastilah semua itu sama sekali tidak bermakna. Karena dalam kenyataan tetaplah negara terkebelakang itu tetap didominasi secara ekonomis.

 

Bagi bukan penggemar sepak bola, mereka juga tidak faham dan merasakan bahwa sikap fanatik seseorang atau sekolompok orang pada kesebelasan dan pemain tertentu merupakan bentuk kegilaan. Apalagi ada orang yang rela melakukan apa saja untuk kesebelasan kesayangannya itu. Mereka tak habis fikir mengapa bisa sampai seperti itu. Apakah fanatisme seperti itu ada gunanya?

 

Sedangkan bagi para penggemar apalagi penggila sepak bola, sikap itu merupakan keharusan sebagai bentuk aktualisasi diri yang sangat wajar. Mereka merasa sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan kesebelasan kesayangannya untuk memperjuangkan kemenangan.

 

Sebenarnya sikap yang ditunjukkan para penggemar sepak bola itu tak ubahnya seperti sikap yang ditunjukkan penganut keyakinan atau ajaran tertentu. Mereka biasanya rela melakukan apapun untuk membela keyakinannya itu. Juga sebangun dengan fanatisme penganut ideologi atau partai politik tertentu.

 

Keseluruhannya hanya menunjukkan bahwa dalam diri manusia memang ada celah yang memungkinkan atau mendorongnya untuk terlibat, tenggelam dalam arus deras kesukaan atau kefanatikan pada sesuatu yang bisa jadi memang kurang rasional atau bahkan sama sekali tidak rasional.

 

Bukankah di sekitar kita ada orang yang tergila-gila pada batu cincin, burung, motor gede, sepeda ontel, berpetualang dan sejumlah kesukaan lain. Artinya, di dalam diri setiap manusia tersimpan potensi untuk suka, dan jatuh cinta pada sesuatu yang membuatnya jadi kelihatan aneh, tak biasa, tak normal dan unik.

 

Mereka yang tak gemar sepak bola ternyata memiliki fanatisme pada partai politik tertentu atau tokoh tertentu. Padahal partai politik dan tokoh yang dipuja memiliki banyak masalah. Biasanya para pendukung fanatik juga kehilangan rasionalitas dalam membela dan mendukung partai dan tokoh pujaannya. Semua ini menunjukkan bahwa

 

MANUSIA TIDAK HIDUP SEPENUHNYA DENGAN RASIONYA, RASANYA JUGA BERPERAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s