KEBIADABAN JAHUDI ISRAEL DAN PIALA DUNIA

 

GAZA CITY, KOMPAS.com – Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Selasa (8/7/2014), menewaskan 13 orang dan melukai sedikitnya 90 orang lainnya. Demikian pernyataan staf medis setempat.Salah satu hasil serangan terburuk adalah ketika sebuah roket dari jet tempur Israel menghantam sebuah rumah di kota Khan Younis setelah sejumlah orang membentuk perisai manusia untuk melindungi rumah itu. Akibatnya tujuh orang tewas.Sejumlah saksi mata lain mengatakan drone milik Israel awalnya menembakkan sebuah peluru suar, yang memicu warga berkumpul di sekitar rumah itu dan membentuk perisai manusia.Tak lama kemudian sebuah jet F-16 muncul dan menembakkan sebuah roket yang membuat bangunan itu hancur rata dengan tanah. Akibat serangan ini Hamas mengancam akan menyerang semua warga Israel.”Pembantaian Khan Younis merupakan kejahatan perang yang tak terperi dan semua warga Israel kini menjadi target sah kami,” demikian juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri lewat akun Facebook-nya.

 

JERUSALEM, KOMPAS.com — Tiga dari enam anggota kelompok ekstremis Yahudi yang ditahan terkait dengan penculikan dan pembunuhan remaja Palestina, Mohammed Abu Khder (17). Demikian ujar seorang sumber keamanan, Senin (7/7/2014).”Tiga dari enam tersangka yang kini ditahan mengaku telah membunuh dan membakar Mohammed Abu Khder dan melakukan rekonstruksi kejahatan itu di hadapan petugas,” ujar sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu.

 

Jahudi Israel itu jahat dan biadab. Bukan pada kesempatan piala dunia kali ini saja mereka sengaja melakukan pembantaian dan pembunuhan warga Palestina. Setiap kali ada piala dunia atau peristiwa lain yang menarik perhatian dunia seperti pemilihan presiden Amerika, mereka sengaja melakukan kebiadaban terhadap warga Palestina.

 

Tragisnya dunia paling tinggi hanya menyesal dan mengecam Israel. Tak ada tindakan nyata untuk menghukum Israel yang berbuat seenaknya. Fakta inilah yang membuat Israel jadi semakin semaunya.

 

Sebagai salah satu akibatnya adalah munculnya kelompok ekstrim yang juga berbuat seenaknya sebagai perlawanan terhadap kebiadaban Israel ini. Kelompok ekstrim ini melakukan tindakan teroris yang sasaran utamanya adalah semua kepentingan yang terkait dengan Israel secara langsung dan tak langsung.

 

Paling tidak, dalam pembelaan dirinya kelompok Imam Samudra juga menggunakan kebiadaban Israel terhadap Palestina sebagai alasan mengapa mereka melakukan perlawanan dengan sasaran warga negara dari negara-negara yang mendukung Israel. Meskipun korbannya ternyata juga berasal dari negara kita sendiri.

 

Apapun alasannya kita tidak dapat menerima tindakan berupa terorisme. Tetapi bila Israel terus dibiarkan membunuh orang-orang Palestina, termasuk anak-anak, remaja, wanita, dan orang tua yang tidak berdosa, apakah menjadi mudah melawan terorisme?

 

Kekerasan baik yang dilakukan individu, kelompok, apalagi negara tak pernah efektif untuk menyelesaikan masalah secara komprehensif dan tuntas. Kekerasan bisa saja secara sementara menghentikan konflik. Namun, jika tidak ada tindakan lanjutan yang lebih konstriktif, maka benih-benih dendam dari para korban akan terus tumbuh melintasi waktu.

 

Paling tidak beranak pinaknya terorisme di Indonesia yang sampai kini terus mekar dan berkembang, tak pernah bisa digerus sampai tuntas adalah bukti nyata, bahwa kekerasan memang tak pernah efektif memecahkan masalah. Meskipun tidak sedikit orang yang curiga ada semacam kesengajaan “memelihara” jejaring teroris tersebut untuk berbagai kepentingan.

 

Konflik Israel-Palestina memang sangat rumit. Melibatkan banyak kepentingan yang menyebabkan berbagai kekuatan dunia sengaja ikut serta. Kesengajaan untuk ikut serta itu tentulah dilandasi sejumlah alasan yang tidak sederhana.

 

Semua upaya perdamian menjadi mentok dan sama sekali tak bermakna saat berbagai kekuatan yang ikut serta itu seringkali membiarkan Jahudi Israel terus saja melakukan tindakan-tindakan biadab terhadap warga Palestina. Karena itulah yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dari negara-negara seperti Indonesia untuk menunjukkan sikap yang lebih tegas.

 

Sebagai negara beradab, kita tidak boleh membiarkan manusia, siapa pun dia, dan apapun keyakinannya diperlakukan secara biadab. Apalagi kebiadaban itu dilakukan secara sistematis seperti yang ditunjukkan oleh negara Jahudi Israel. Oleh karena itu

 

DUKUNGAN PADA KEMERDEKAAN NEGARA PALETINA HARUS SEGERA DITINDAKLANJUTI SECARA NYATA.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s