SEJARAH BARU BRAZIL

 

Luar biasa! Belum tiga puluh menit babak pertama, Brazil kalah 5-0. Tak seorang pun di dunia mengira kejadian seperti ini bakal terjadi! Sungguh sejarah baru bagi Brazil. Bahkan, selama babak pertama tak ada serangan Brazil yang berbahaya. Seratus persen permainan tak seimbang. Sementara itu di tribun penonton Brazil terdiam dan menangis. Pastilah mereka sama sekali tak menyangka kesebelasan kebanggan mereka menjadi serapuh dan sememalukan ini.

 

Gol pertama Jerman sepenuhnya merupakan kesalahan pemain bawah Brazil tak menjaga Muller yang dengan mudah menerima bola tendangan sudut dan menceploskan bola ke gawang Julius Caesar. Empat gol berikutnya yang terjadi sekitar 7 menit juga karena pemain bawah Brazil kalah bertarung dan kalah banyak dengan pemain Jerman. Para pemain bawah Brazil tidak seganas saat melawan Kolumbia.

 

Pada babak kedua Brazil coba bangun serangan, ada beberapa yang berbahaya. Namun Jerman berhasil menambah 2 gol lagi. Kedudukan 7-0. Fantastis. Baru di menit 90 berhasil lewat Oscar berhasil membuat satu-satunya gol, akhirnya 7-1.

 

Sangat sulit menjelaskan mengapa ini bisa terjadi. Apakah ketakhadiran Neymar begitu besar efeknya? Yang tampak di layar kaca adalah, sebelum masuk ke lapangan, wajah para pemain Brazil sungguh tegang. Tak ada yang kelihatan rikeks. Bersebalikan dengan para pemain Jerman yang mengumbar senyum. Ketegangan pada wajah itu makin terlihat saat menyanyikan lagu kebangsaan, karena wajah para pemain disorot satu-satu.

 

Sejak awal Jerman tampak segera menyerang begitundapatkan bola, saat kehilangan bola hampir semua pemain turun. Polanya mirip total football. Para pemain Brazil sejak mula mengalami kesulitan menembus pertahanan Jerman. Ketidakhadiran Neymar dan Silva memang sangat terasa pengaruhnya pada permainan Brazil.

 

Namun, sangat mengherankan. Gol pertama tampak sangat mudah terjadi. Para pemain Jerman saja kelihatan kurang percaya. Mereka tidak segera memberi selamat pada Muller yang mencetak gol. Sedangkan gol pertama ini tampaknya mulai meruntuhkan kepercayaan diri para pemain Brazil yang sejak pertama memang kelihatan kurang mantap percaya dirinya.

 

Gol kedua adalah petaka besar. Pengaruhnya langsung menghancurkan. Para pemain Brazil tampak sangat kaget dan sungguh-sungguh hancur. Ekspresi beberapa pemain yang disorot memperlihatkan itu. Ada yang menangis.

 

Mereka masuk ke lapangan dengan rasa percaya diri yang rendah, terjadi gol yang relatif cepat dan beruntun. Itulah yang tampaknya biang kehancuran Brazil. Terjadinya 4 gol selama 7 menit secara sangat jelas menegaskan kehancuran mental itu.

 

Sebaliknya dengan Jerman, mereka justru tidak bertahan setelah menang. Mereka sadar betul bila mental pemain Brazil tidak bagus. Mereka sengaja memborbardir justru saat pemain Brazil masih kaget dan sama sekali belum pulih. Mereka sungguh menorehkan luka di atas luka. Praktis, babak pertama adalah ladang pembantaian bagi Brazil. Sebuah tragedi sepanjang sejarah piala dunia.

 

Nasib itu memang bulat.

 

Brazil adalah juara piala dunia lima kali. Kali ini mereka tuan rumah. Pemain mereka menjadi pemain kunci di liga-liga utama Eropa. Pelatihnya pernah membawa Brazil juara dunia. Tetapi kali ini mereka benar-benar dipermalukan habis. Tak ada lagi yang tersisa. Brazil membuat sejarah baru. Sejarah paling kelam.

 

Kehebatan, nama besar, keuntungan sebagai tuan rumah terbukti tak memberi pengaruh positif pada Brazil. Kini mereka jadi tikus comberan di depan publik sendiri. Itulah sebabnya saat Oscar akhirnya berhasil membuat gol, para pemain Brazil tampak agak lega. Karena gol itu bisa memberi sedikit rasa bebas dari malu yang terlalu.

 

Apa yang dialami Brazil adalah fakta nyata tentang manusia dan hidup. Bahwa tak ada yang menjamin orang atau tim hebat akan terus hebat. Tak selamanya nama besar adalah jaminan kesuksesan. Pendukung yang besar dan fanatik juga bukan jaminan untuk menang.

 

Jerman kali ini tunjukkan apa yang membuat kemenangan bisa diraih. Pertama, peduli amat dengan dukungan yang luar biasa pada Brazil sebagai tuan rumah. Kedua, tak usah pusingkan bahwa Brazil adalah juara dunia lima kali. Ketiga, tunjukkan kerja keras di dalam dan luar lapangan. Kerja keras adalah kuncinya. Gak usah kebanyakan omong. Keempat, bola itu adalah tim, tak boleh ada satu dua pemain yang istimewa, semua pemain istimewa. Kelima, kompetisi itu bukan hanya soal fisik, tetapi fisik dan mental, manfaatkan kelemahan mental lawan dan kelengahannya.

 

Kemenangan adalah hasil kerja keras dan pembuktian kerja keras itu. Kemenangan bukan soal seberapa hebat kamu, tetapi seberapa tinggi semangat dan sekuat apa kerja kerasmu.

 

HANYA YANG BEKERJA KERAS YANG PANTAS MENANG.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s