STRATEGI JITU UNTUK KALAH DALAM PILPRES: KEDUA, BERKOALISILAH DENGAN TOKOH POLITIK BERMASALAH

 

Anda tidak dapat memenangkan pilpres sendirian. Juga tidak dengan partai Anda sendiri. Apalagi bila perolehan suaranya jauh dari persyaratan minimal yang ditetapkan undang-undang. Anda harus mencari kawan seiring, berkoalisi.

 

Mungkin karena mulai panik melihat lawan Anda sudah memiliki kawan seiring dan memenuhi persyaratan, serta takut tidak memiliki kawan yang mendukung, Anda silahkan saja berkoalisi dengan tokoh yang bermasalah. Masalah utama tokoh ini adalah dia seoarng yang sangat ambisius. Karena Anda adalah calon presidennya, dan dia tahu orang lain masih ragu mendekat ke Anda, maka dia segera merapat. Bahkan sebelum waktunya diperbolehkan oleh aturan.

 

Agar bisa mewujudkan keinginanya ini, sang tokoh juga tidak peduli pada aturan partainya sendiri. Keputusannya merapat ke Anda telah menyebabkan partainya terbelah. Mereka sungguh-sungguh bertarung. Pertarungan mereka dalam partainya pasti memberi keuntungan. Sebab jadi pusat pemberitaan. Tentu saja keadaan ini membuat Anda dan partai Anda jadi sering disebut-sebut dalam pemberitaan. Itung-itung ini promosi gratis sebelum pilpres.

 

Anda bisa mengesankan betapa hebatnya Anda. Gara-gara ingin dekat dengan Anda, si tokoh itu sampai berani berantem dengan teman-temannya sendiri. Apa yang terjadi dengan si tokoh dan partainya sungguh membuat Anda terlihat sangat hebat dan berpengaruh. Boleh jadi keadaan ini akan menegaskan kapasitas Anda di mata publik.

 

Dalam dunia hiburan hal ini sering terjadi. Seorang artis yang sudah mulai hilang namanya dalam pemberitaan, tampil dengan pakaian yang sangat kurang pantas. Rupanya menarik perhatian awak media. Dia mulai muncul lagi di media cetak dan elektronik. Akhirnya dia terpilih menjadi artis dengan baju terburuk tahun ini. Memang isi beritanya kurang bagus. Tetapi cita-cita utamanya tercapai yaitu dirinya masuk lagi ke dalam pemberitaan dan jadi buah bibir. Malah ada artis yang membuat tingkah polah lebih buruk dari itu untuk menarik perhatian media agar bisa jadi pusat perhatian lagi.

 

Apa salahnya bila berhasil memanfaatkan tokoh politik bermasalah itu untuk menaikkan pemberitaan tentang diri dan partai Anda. Apalagi kemudian oleh lembaga anti korupsi tokoh itu dijadikan tersangka. Pemberitaan makin berkibar. Dan Anda bisa mengesankan kepada publik bahwa Anda sedang dizholimi. Betapa tidak, saat seorang tokoh mendukung Anda, langsung dijadikan tersangka. Anda bisa menyerang lembaga anti korupsi itu menegakkan hukum dengan cara tebang pilih. Anda kemukakan sejumlah pertanyaan, sebut saja tokoh partai lain yang diduga terkait kasus korupsi, mengapa si Anu dari partai itu tidak disidik padahal bawahannya sudah jadi terpidana? Gunakan secara cerdas kondisi yang menimpa teman Anda ini untuk menyerang partai politik dan tokoh-tokohnya yang berseberangan dengan Anda.

 

Sebut saja sejumlah kasus yang sedang diselidiki, kait-kaitkan dengan lawan politik Anda. Peduli amat ada data atau tidak. Bentuk saja opini yang menyudutkan lawan politik Anda. Jadi, Anda harus maksimalkan kasus korupsi yang menimpa teman Anda. Dorong teman Anda untuk bertahan dalam jabatannya, karena dia harus diperlakukan dengan cara praduga tak bersalah.

 

Bahwa teman Anda itu akhirnya harus berhadapan dengan hukum, biarkan saja, itu kan urusan dia. Tugas Anda adalah memanfaatkan kasusnya untuk kepentingan Anda. Gunakan alasan-alasan yang berkaitan sengan hak asasi manusia. Katakan pada publik, karena teman Anda itu belum terbukti bersalah, ia punya hak yang sama dengan warga negara lain. Jika negara besar seperti Amerika Serikat saja memanfaatkan hak asasi manusia untuk membela kepentingannya. Mengapa Anda tidak lakukan hal yang sama?

 

Pendukung tokoh yang bermasalah itu akan semakin percaya pada Anda. Mereka akan katakan Anda adalah tipe orang yang setia kawan. Jangan malu punya teman yang merupakan tokoh bermasalah, meskipun masalahnya adalah korupsi. Bukankah partai yang sedang memerintah sekarang ini juga dikenal sebagai partai korup karena banyak kadernya yang jadi tersangka dan terpidana kasus korupsi. Bahkan mantan ketua umumnya sedang disidang dalam kasus korupsi. Partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan sekarang ini juga dicoraki oleh kasus-kasus korupsi. Malah ada yang presiden partainya sudah jadi terpidana kasus korupsi. Santai sajalah, partai politik di Indonesia memang akrab dengan korupsi. Jadi tidak usah malu memiliki teman seorang tokoh yang jadi tersangka kasus korupsi.

 

Sekarang ini zaman sudah berubah. Tidak gampang memenangkan kompetisi pilpres. Jangankan berkoalisi dengan tokoh bermasalah. Bila untuk bisa menang harus berkoalisi dengan iblis. Mengapa tidak?

 

Memang ada bahaya Anda akan kalah menggunakan strategi ini bila pemilih bersikap rasional dan hati-hati. Mereka akan secar kritis mempertanyakan mengapa Anda bekerja sama dengan tokoh politik yang bermasalah? Bisa saja Anda diduga melindungi tokoh bermasalah. Tenang saja, tidak semua pemilih itu rasional. Anda kan bisa bilang, seperti partai yang presidennya jadi terpidana korupsi, ada tokoh partai politik lain yang korupsinya lebih besar dari teman saya ini. Apalagi dia kan baru jadi tersangka, belum tentu juga bersalah.

 

Supaya meyakinkan gunakan istilah yang berbau agama, agar Anda dikira memang dekat dengan agama. Katakan kita tidak boleh shudzon pada orang, kita harus shunudzon. Anda tahulah, dalam masyarakat kita tidak sedikit orang beragama yang picik berfikirnya. Jika Anda menggunakan istilah-istilah beraroma agama dan familiar di kupingnya, mereka akan suka pada Anda. Tetapi apakah Anda bisa mengucapkannya dengan tepat? Anda sendiri kan tidak begitu jelas agamanya. Gak apa-apa, tokoh bermasalah yang jadi teman Anda kan berasal dari kalangan yang dekat dengan agama, pastilah itu akan menguntungkan Anda.

 

Berharap dan berdoalah pemilih tidak rasional. Sebab bila mereka rasional, strategi ini sangat jitu untuk membuat Anda kalah.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s