PESANTREN RAMADHAN ANAK JALANAN SE JABODETABEK KE 17

 

Alhamdullillah, mulai hari ini sampai tanggal 23 Juli 2014 pesantren Ramadhan anak jalanan se Jabodetabek akan berlangsung. Kali ini merupakan penyelenggaraan yang ketujuhbelas tahun. Pesantren ini lahir dari keinginan anak-anak jalanan itu sendiri.

 

Pada mulanya, kami relawan yang mengabdi pada Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) membuat acara buka bersama yang memang biasa dilakukan di mana-mana oleh siapa saja. Saat ngobrol selagi makan setelah shalat Maghrib, beberapa anak jalanan yang ikutan mengungkapkan keinginannya untuk sahur bersama. Itulah awalnya kami mengubah acara buka bersama menjadi pesantren kilat anak jalanan.

 

Keberadaan pesantren Ramadhan ini adalah bagian dari rangkaian pembinaan yang telah dilakukan YNDN di tempat-tempat tertentu dalam wilayah Jabodetabek. Pembinaan dilakukan secara teratur, diselenggarakan tiga sampai lima kali seminggu.

 

Kami sejak mula memang fokus membina anak-anak marjinal. Mereka adalah anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin. Dalam jumlah tertentu bahkan tidak jelas di mana orang tua dan keluarganya. Mereka adalah anak-anak yang hidup, besar dan bekerja di pasar, di daerah kumuh, dan anak-anak jalanan.

 

Kemiskinan mengharuskan mereka bekerja sejak kecil untuk membantu orang tuanya. Jangankan untuk bersekolah, untuk bertahan hidup saja duit mereka tidak cukup. Karena itu banyak di antara anak-anak itu secara terpaksa atau suka rela bekerja demi hidup dan keluarganya.

 

Macam-macam yang dikerjakan anak-anak itu. Anak-anak pasar berebutan sayur atau buah yang jatuh dari truk, memilih sayur dan buah di pembuangan sampah, dan membersihkan bawang. Biasanya mereka bekerja bersama teman-teman dan ibunya. Mereka bekerja sepanjang malam. Anak-anak di pasar ikan mengutipi ikan yang jatuh, dan membawakan belanjaan para pembeli.

 

Anak-anak yang mukim di daerah kumuh kebanyakan ngamen dari bus ke bus. Beberapa ada yang menjadi penyemir sepatu, dan pemulung di pusat perbelanjaan. Yang sudah agak besar menjadi kuli panggul.

 

Di daerah pelabuhan, anak-anak itu ikut ibunya mengutipi barang-barang yang keluar masuk pelabuhan seperti beras, kacang hijau dan barang lain. Dalam praktiknya sebenarnya mereka lebih banyak mencuri dengan cara melubangi karung beras atau kacang hijau dan kedele, dan mengutipinya saat isi karung itu berserakan. Akibatnya mereka sering berurusan dengan petugas keamanan pelabuhan.

 

Tidak ada di antara mereka yang sekolah. Tampaknya keinginan orang tuanya untuk sekolahkan mereka terbentur biaya. Sejumlah orang tua bahkan tidak inginkan anaknya sekolah. Sebab anak-anak itu sejak usia tiga sampai lima tahun sudah bisa hasilkan uang. Tidak sedikit penghasilan anak-anak itu melampaui jumlah penghasilan orang tuanya.

 

Pada umumnya perilaku anak-anak itu kurang baik menurut ukuran normal. Ucapan mereka sering tidak pantas penuh caci maki, beberapa sifat dan sikapnya juga ada yang cenderung merugikan diri sendiri dan orang lain. Banyak di antara mereka yang sudah memiliki kebiasaan buruk.

 

Tentu saja sangat banyak sisi baik pada sifat dan perilaku mereka. Pada umumunya anak-anak itu adalah manusia kecil yang tahan banting, tidak mudah menyerah, tidak suka mengeluh, kuat menjalani penderitaan, brani, kreatif, cerdas menghadapi hidup yang sulit dan penuh tantangan, matang lebih cepat, dan bisa hidup dalam kondisi apapun.

 

Semua sikap, sifat, perilaku dan kebiasaan mereka tumbuh mekar karena pengaruh keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan lokasi mencari uang. Kondisi dan interaksi-interaksi yang mereka alamilah yang menjadikan mereka sebagai mana adanya sekarang ini.

 

Di tempat-tempat pembinaan yang dipusatkan di pemukiman masing-masing anak-anak itu diberi kesempatan untuk mengikuti Paket A,B, dan C, serta beragam keterampilan sesuai dengan peminatan masing-masing. Dibutuhkan waktu yang panjang untuk membuat mereka lebih mandiri dan tidak lagi melakukan pekerjaan lamanya sebagai pengutip sayur buah, pengamen, kuli panggul dan penyemir sepatu.

 

Pesantren Ramadhan yang diperuntukkan bagi mereka merupakan kelanjutan pembinaan di tempat masing-masing. Pesantern ini memberi mereka kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dan saling kenal. Sejumlah anak yang beberapa kali ikut acara ini, aknirnya setelah dewasa menikah, membentuk keluarga yang tidak lagi berhubungan dengan pekerjaan masa anak-anaknya. Beberapa dari mereka yang telah bekeluarga itu sekarang berpartisipasi sebagai kakak pembina. Sejak pelaksanaannya yang kelima sampai sekarang, banyak anak jalanan yang dulu ikut pembinaan, sekarang membantu sebagai panitia atau pembina bagi adik-adiknya.

 

Tidak jarang beberapa anak yang sudah mengikuti pesantren Ramadhan ini tertarik untuk masuk pesantren. Biasanya kami bekerja sama dengan sejumlah pesantren di Bogor atau di kampung halaman anak-anak itu.

 

Tidak mudah mendapat izin dari orang tuanya untuk menyekolahkan anak-anak ini ke pesantren. Biasanya orang tuanya bertahan agar anak-anak itu tetap belajar di tempat pembinaan karena dekat dengan pemukiman mereka dan tetap bisa mencari uang untuk keluarga. Biasanya anak-anak itu diizinkan bila orang tuanya diberi uang pengganti penghasilan anak-anak tersebut. Ini berarti kami harus mencari dana untuk pendidikan anak itu dan pengganti penghasilannya. Kami akan usahakan sekuat tenaga. Karena berdasarkan pengalaman selama ini, bila anak-anak itu mendapat pendidikan di pesantren, perilakunya menjadi lebih baik, dan tidak mau lagi melakukan pekerjaan jalanan. Khusu bagi anak perempuan, pendidikan di pesantren sangat membantu mereka hidup lebih baik dibanding saat mereka tinggal bersama keluarga. Terutama anak-anak yang tinggal di lokalisasi illegal kelas bawah, yang ibunya bekerja sebagai PSK.

 

Pesantren Ramadahan ini sangat penting maknanya bagi anak-anak itu. Sebab mereka mendapat kesempatan untuk beribadah dan belajar banyak hal tentang Islam dengan lebih fokus dan menjalani hidup bersama dalam suasana kekeluargaan yang sangat diwarnai oleh ibadah-ibadah sunnah. Berkesempatan membaca Al Quran secara teratur dan curhat tentang berbagai masalah kepada kakak pembina. Banyak masalah yang selama ini tertutupi dan dirahasiakan bisa terungkap selama pesantern Ramadhan ini.

 

Kami mengetahui ada anak binaan kami yang dihamili ayah kandungnya saat pesantren ini. Juga tentang berbagai kebiasaan buruk ayah ibu mereka yang sangat merusak anak-anak itu. Pun tentang kakak kandung yang menjual adiknya, anak-anak yang menderita penyakit kelamin, dan sejumlah masalah lain yang biasanya tergolong sangat parah dan mengerikan.

 

Sebenarnya dalam pesantren ini anak-anak tidak terlalu banyak belajar tentang Islam. Kami membuat mereka mengalami indahnya Islam dan Ramadhan. Karena mereka sungguh merasakan indahnya rasa peduli banyak orang terhadap mereka dan apa arti berbagi. Mereka merasakan itu sebab banyak orang yang bersedia buka bersama atau sahur dengan mereka. Mereka merasa bahwa banyak orang yang mau peduli dan perhatikan diri dan hidupnya.

 

Mengalami dan merasakan secara langsung kepedulian dan perhatian orang, dan indahnya berbagi itulah yang menjadi fokus utama kegiatan ini. Karena itu kami biasanya tidak keberatan jika beberapa anak yang tergolong masih sangat kecil ikut serta bersama kakaknya yang lebih besar. Sebab pengalaman yang mereka dapatkan selama berlangsungnya acara ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa ada yang peduli pada mereka. Tentulah perasaan yang ditimbulkannya sangat positif untuk memotivasi mereka agar lebih fokus belajar untuk kemandirian hidup di masa depan.

 

Bersama-sama secara terus menerus dengan kakak pembina, terutama pada malam hari. Perbincangan sebelum tidur dan kebersamaan sahur dan shalat subuh berjamaah, membuat anak-anak itu merasakan pengalaman positif tentang kebersamaan. Sebagian anak-anak itu memang sudah tidak lagi tinggal bersama keluarga. Sehingga pengalaman ini sungguh sangat bermakna dan berguna bagi tumbuh mekar mereka.

 

Pastilah mereka tidak dapat berubah secara instan. Dibutuhkan proses panjang. Itulah sebabnya anak-anak itu berkali-kali mengikuti acara ini. Para orang tua biasanya menuntut agar anak-anak itu bisa baca Al Quran, dan yang sudah bisa menjadi lebih lancar, juga makin rajin

shalat. Memang banyak kesulitan. Karena di rumah, kebanyakan orang tuanya tidak bisa baca Al Quran dan tidak bisa shalat. Sejumlah kakak pembina melakukan pembinaan khusus pada para orang tua di luar cara ini.

 

Anak-anak itu sangat gembira bila acara ini tiba. Mereka bisa berkumpul dengan kakak-kakak pembina dan bertemu dengan anak-anak lain dari tempat pembinaan yang berbeda. Berkumpul dengan teman-teman senasib dan berbagi cerita tampaknya memberi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Setidaknya mereka jadi tahu yang susah hidupnya dan yang menderita bukan dia seorang diri. Pastilah juga ada cerita-cerita yang menyenangkan dan membahagiakan.

 

Bagi anak-anak yang sudah memasuki masa remaja ini adalah saat untuk pedekate atau pendekatan dengan lawan jenis yang disukai. Kami harus sangat hati-hati dan arif menyikapi ini. Sebab sebagian anak-anak ini sudah matang sebelum waktunya. Kehidupan jalanan telah memberi mereka banyak pelajaran dan pengalaman yang tidak pernah diajarkan pada sekolah formal. Juga tentang kehidupan dan perilaku orang dewasa. Kami pernah secara khusus menangani anak-anak yang terkena penyakit kelamin, padahal usia mereka belum remaja.

 

Pelajaran terpenting Ramadhan selain peduli dan berbagi yang sudah mereka rasakan selama mengikuti acara ini, perlu juga dipraktikkan secara nyata yaitu menahan diri. Para kakak pembina membuat sejumlah permainan dan pengaturan jadwal selama mereka hidup bersama di sini dengan praktik nyata menahan diri. Pendispilinan adalah salah satu caranya.

 

Itulah sebabnya jika malam tiba, selesai taraweh dan tadarus, ada kesempatan bagi anak-anak itu dalam kelompok-kelompok kecil, bahkan hanya berdua dengan kakak pembina berbincang tentang kehidupan nyata, masalah-masalah yang mereka hadapi, dan beragam kemungkinan pemecahannya.

 

PESANTREN RAMADHAN MEMBERI KESEMPATAN BAGI ANAK JALANAN MERASAKAN INDAHNYA PEDULI, BERBAGI, DAN MENAHAN DIRI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s