STRATEGI JITU KALAH PILPRES: DELAPAN, BUAT KAMPANYE HITAM DAN FITNAH SECARA SISTEMATIS

Pemilihan apapun bahkan pada tingkat kepala desa di dusun yang kecil pastilah tidak semua orang mengenali calonnya dengan baik. Pasti hanya sebagian saja penduduk yang kenal dengan calon kepala desanya. Betapapun populernya calon itu. Apalagi bila pemilihan presiden di negara dengan penduduk ratusan juta jiwa. Kebanyakan orang sekadar tahu siapa calonnya. Dapat dipastikan amat sangat sedikit yang betul-betul kenal dengan dia.

 

Itu berarti banyak sisi, sejarah perjalanan hidup, masa lalu, reputasi, prestasi, asal-usul, latar belakang calon tidak begitu jelas alias kabur atau abu-abu. Anda harus manfaatkan kondisi ini untuk menghancurkan calon yang menjadi lawan Anda.

 

Caranya sangat gampang. Pelajari semua keterangan resmi tentang calon Anda tersebut. Pasti Anda temukan sisi atau celah yang kurang jelas. Gunakan bagian itu sebagai bahan untuk kampanye hitam dan fitnah.

 

Kampanye hitam dan fitnah akan berhasil digunakan bila direncanakan dan disusun dengan sistematis, tidak asal-asalan. Harus juga didasarkan pada fakta yang tak terbantahkan. Kemudian berdasarkan fakta itu, rekayasa atau belokkan cerita atau penjelasannya.

 

Lihat baik-baik wajah dan bentuk tubuh lawan politik Anda. Bila terlihat bahwa ada bagian wajahnya yang kebetulan sama dengan pola wajah kera umumnya pada jidat, sebenarnya kita semua agak mirip juga, lalu karang cerita bahwa lawan politik Anda adalah bukti kebenaran teori Darwin. Setidaknya dia bukan manusia sempurna, sejenis manusia pra sejarah. Kalau tidak salah berasal dari kawasan Bengawan Solo.

 

Menurut catatan para sejarawan pada 1890 E. Dubois menemukan fosil Pithecanthropus Erectus di pinggir Bengawan Solo. Katanya fosil itu sangat mirip dengan fosil yang ditemukan di Peking Cina.

 

Anda punya bukti dan alasan kuat bahwa kawan politik Anda jangan-jangan keturunan Cina. Sekanjutnya Anda eksploitasi dugaan ini untuk sudutkan dan hancurkan dia. Rasanya akan ada orang yang percaya. Jangan lupa jika menyebut etnis itu gunakan istilah cukong, jangan taipan. Sebab taipan kurang dikenal dan mungkin agak kurang sedap aromanya karena ada tainya. Ingatkan khalyak siapa yang ngemplang dana BLBI yang lebih besar bekali lipat dibanding dana haji, Hambalang dan Century. Juga ingatkan masyarakat siapa yang merampok lewat Bank Century.

 

Anda pasti tahulah, kebanyakan rakyat Indonesia akan terlibat secara emosional jika Anda gunakan isu SARA. Pasti akan banyak yang berfihak ke Anda. Jangankan rakyat biasa yang fikirannya cuma sepanjang rambutnya, kaum cerdik cendekia yang gelarnya lebih panjang daripada bus gandeng saja masih bisa dikibuli dengan isu SARA. Susah dijelaskan mengapa mereka begitu. Gelarnya yang panjang dan tinggi ternyata tidak membuat mereka kritis untuk melihat persoalan secara lebih jernih, lengkap dan mendalam.

 

Anda juga bisa gunakan isu SARA yang lain yaitu agama. Isu agama harus digunakan karena sangat sensitif dan berpengaruh. Jangan lupa menggunakan ayat dari kitab suci jika menggunakan isu agama. Mungkin yang paling bagus adalah meyakinkan orang bahwa lawan politik Anda tidak jelas agamanya. Jangan dia langsung yang diserang, tetapi asal muasala keturunanya. Minimal mulai dari bapak ibunya.

 

Meskipun Anda sebenarnya tidak pernah punya agama. Tak usah dipersoalkan. Tujukan serangan ke lawan politik Anda. Soal agama Anda serahkan pada teman-teman Anda yang berasal dari partai yang bawa-bawa agama. Percayalah mereka akan membela Anda kalau perlu sampai mati. Karena mereka sangat mengharapkan Anda menang dan mendapat bagian kekuasaan, meskipun cuma remah remehnya saja.

 

Mereka gak bakalan brani jadi oposisi. Mereka kan pernah bilang akan membuat Anda menjadi orang shaleh. Semoga saja berhasil. Soalnya, presiden partainya yang katanya orang shaleh, sejak kumpul dengan mereka malah jadi terpidana kasus korupsi. Sekarang ada lagi tokoh mereka jadi tersangka kasus korupsi. Dengan-dengar ada satu lagi yang bakalan dijdikan tersangka. Kasus korupsi juga. Heran juga kita, katanya partai berlandaskan agama, tetapi doyan betul sama korupsi.

 

Ingat, kampanye hitam dan fitnah harus dibuat sistematis. Pertama, gunakan tokoh-tokoh, kalau bisa tokoh agama dan partai berlandaskan agama, untuk menyebarkannya dari mulut ke mulut. Susah kan untuk melacaknya. Paling bagus memanfaatkan ibu-ibu yang sering kumpul.

 

Kedua, secara khusus buat bahan cetakan. Sejenis tabloidlah. Supaya seru beri nama Bakar Rakyat. Maksudnya untuk ngompor-ngomporin atau membakar emosi rakyat agar membenci lawan Anda. Agar lebih seru dan meyakinkan, gunakan foto-foto, karikatur yang bisa menyudutkan lawan Anda. Usahakan ada pendapat tokoh yang berpengaruh yang ikut menjelekkan lawan Anda. Gampanglah mencari tokoh kayak gitu. Mereka akan mau turuti Anda. Paling dia akan tanya, wani piro? Anda kan punya banyak duit, tentukan harga tinggi agar komentar mereka dahsyat.

 

Ketiga, agar lebih meyakinkan gunakan berbagai majlis yang menampilkan tokoh agama yang memanfaatkan kitan sucimuntuk hancurkan lawan Anda. Gampanglah mencarinya.di media sosial saja mereka tega koq membantai lawan Anda. Apalagi di majlis yang pendengarnya terbatas. Semuanya kan bisa diatur. Harga damailah.

 

Selanjutnya gelontorkan isu tentang menteri agama. Pastikan isu itu membuat komunitas mayoritas dari agama mayoritas marah pada lawan Anda. Dalam setiap agama kan ada mahzab dan sekte. Anda tahukan mazhab apa yang menjadi mayoritas. Katakan bahwa kawan Anda akan mengangkat menteri agama dari mazhab yang palingmtak disukai bahkan dibenci oleh kelompok mayoritas.

 

Ada lagi yang gampang memicu kelompok mayoritas dari agama mayoritas yaitu isu Jahudi. Dulu waktu ada presiden partai kesambet sapi, partai yangbbersangkutan menuduh bahwa presidennya tidak bersalah. Penangkapannya merupakan konspirasi Jahudi. Emangnya Jahudi gak punya kerjaan ngurus presiden partai yang suaranya gak seberapa?

 

Katakan pada rakyat bahwa lawan Anda dikendalikan Jahudi. Tidak perlu dijelaskan bagaimana cerita dan proses pengendalian itu terjadi. Katakan saja berulang-ulang dan segera sebarkan isu itu secar cepat.

 

Gunakan mulut sekutu Anda untuk mengatakan bahwa lawan Anda tidak bisa membaca dan mengucapkan bahasa asli kitab suci. Ini perlu untuk memberi tekanan pada isu bahwa agama lawan politik Anda tidak jelas, janag Anda yang katakan. Berbahaya. Karena jangan-janagnyang gak bisa beneran adalah Anda!

 

Anda tahukan banyak orang Indonesia tidak faham betul tentang komunisme. Karena sejak orde baru dikatakan bahwa komunis itu berbahaya, tetapi rakyat tidak boleh mengetahui apa bahayanya. Bahkan tidak tahu sebenarnya komunis itu apa.

 

Ceritakan kembali apa yang dulu terjadi pada orde lama. Kaitkan itu semua dengan komunis dan partai yang mendukung lawan Anda. Meskipun Anda mengaku bahkan bergaya seperti tokoh utama yang menjadi panutan partai lawan poltik Anda. Tak ada salahnya Anda meniru gaya tokoh tersebut untuk mendapat simpati rakyat dan yakin bahwa Anda adalah nasionalis sejati. Bersamaan dengan itu, Anda mengesankan partai yang sungguh nasionalis disusupi komunis. Itu berarti Anda mengambil keuntungan ganda. Menggunakan pedang dua sisi. Yang penting tetap waspada dan hati-hati, karena menggunakan pedang dua sisi bisa melukai diri Anda sendiri.

 

Walaupun orang dekat dan pendukung Anda banyak yang berasal dari agama minoritas. Bahkan yang paling membela Anda terkait dengan serangan dugaan kejahatan Anda pada masa lalu ialah orang dari kelompok agama minoritas. Tonjolkan jumlah dan ketokohan orang yang berasal dari kelompok agama minoritas yang menjadi pendukung lawan Anda. Cara ini bisa makin menegaskan dan memerkuat isu SARA yang telah ditiup-tiupkan selama ini.

 

Rasanya kampanye hitam dan fitnah yang berakar SARA sudah cukup memadai untuk menggembosi dan menghancurkan kawan politik Anda. Tetapi hati-hatilah, sebab fitnah itu lebih melelahkan dan menghabiskan energi dibandingkan fitnes. Jadi bisa saja efeknya malah melemahkan Anda bila para pemilih menggunakan nurani dan akal sehatnya.

 

Nurani adalah suara hati murni yang tak bisa menerima semua kebohongan. Sampai sekarang tak jelas bagaimana cara kerja dan mekanisme nurani memilah, memilih, dan mengolah semua informasi yang mampir padanya. Tetapi nurani selalu tahu mana kebenaran dan mana kejahatan. Itulah sebabnya sebagian rakyat yang mungkin Anda anggap tidak cerdas, tampaknya tenang-tenang saja dengan semua isu yang telah Anda gelontorkan. Mungkin juga akal sehat yang memang lebih analitis dan kritis mulai bertanya, karena lawan politik Anda digambarkan begitu jeleknya, sampai setitik pun tak ada bagus-bagusnya, apa informasi yang beredar itu bisa diprecaya? Apa memang ada manusia yang tidak memiliki kebaikan bahkan seperempat butir debu?

 

Rasanya syetan aja masih punya sifat yang rada positif. Syetan itu jika menggoda manusia tak kenal lelah dan pantang menyerah. Syetan tak akan berhenti bika manusia belum tergelincira. Itu kan artinya syetan punya sisi positif juga, meskipun digunakan untuk maksud jahat. Mosok manusia sama sekali tak punya sisi baik?

 

Jika nurani dan akal sehat bekerja. Jangankan kampanye hitam itu sembilan kali lebih banyak, bahkan bila sembilan puluh sembilan kali lebih banyak pun gak ngaruh alias tak akan mmengaruhi orang. Jika demikian faktanya, maka strategi ini hanya efektif, dan berguna untuk membuat Anda kalah dalam pilpres.

 

Rasanya, dalam dua pilpres sebelumnya pemenangnya adalah calon yang paling banyak difitnah, dilecehkan, dijelek-jelekkan, dan dikeroyok kampanye hitam. Malah menangnya mutlak. Anda kan waktu itu ikut bertarung juga ya? Belum lupakan kan? Rasanya kalau begitu ceritanya, takdir Anda memang bukan jadi presiden.

 

FITNAH DAN KAMPANYE HITAM HANYA EFEKTIF DIGUNAKAN JIKA YANG BERTARUNG ADALAH GEROMBOLAN PENJAHAT.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s