STRATEGI JITU KALAH PILPRES: SEPULUH, BUATLAH JANJI YANG MENGGIURKAN

 

Setidaknya ada dua tipe calon pemimpin pada semua tingkat, termasuk calon presiden yaitu yang berpengalaman dan kurang atau tidak berpengalaman. Pengalaman yang dimaksudkan adalah dalam tatakelola pemerintahan. Pengalaman ini sangat penting karena manusia sebenarnya lebih banyak dibentuk oleh pengalaman daripada pendidikan. Pengalaman membentuk kebiasaan, perilaku, sikap, sifat, dan karakter.

 

Namun, semua orang harus diingatkan bahwa pengalaman itu ada sisi buruknya juga. Seringkali pengalaman itu menjerat orang untuk tidak berani melakukan apapun yang belum pernah dialaminya. Tentu saja jeratan ini membuat orang tak berani melakukan pembaruan. Pengalaman juga membuat orang “terpenjara”, karena pengalaman bisa memberikan sesuatu yang buruk padanya. Trauma adalah penyakit yang diakibatkan oleh pengalaman buruk. Jadi pengalaman adalah guru yang baik, juga bisa menjadi penjara yang buruk.

 

Tetapi apa boleh buat. Pengalaman selalu diajukan sebagai persyaratan yang penting. Meskipun aturan formal belum tentu mempersyaratkan, namun para pemilih sangat memerhatikan aspek pengalaman ini.

 

Persoalannya adalah Anda dianggap kurang berpengalaman. Bahasa yang lebih sopan menyebut pengalaman Anda terbatas, kurang bervariasi. Apalagi selama masa yang panjang, tidak jelas apa yang Anda kerjakan. Konsekuensinya, Anda tidak dapat menunjukkan bukti-bukti keberhasilan sebagai orang yang pernah melakukan tatakelola pemerintahan, dan juga prestasi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Barangkali jalan keluar yang terbaik untuk menarik perhatian dan meyakinkan orang adalah menawarkan sebanyak mungkin janji. Janji itu akan sangat menarik bila mampu memenuhi bahkan melampaui harapan orang banyak. Janji itu akan menggiurkan bila mampu meningkatkan harapan yang selama ini tak pernah bisa dipenuhi oleh pemerintahan yang berjalan.

 

Agar janji-janji itu memilki kaitan dengan kepentingan dan harapan banyak orang, carilah informasi akurat tentang sejumlah masalah utama yang benar-benar terjadi dalam masyarakat. Juga kelemahan atau berbagai ketidakberhasilan pemerintah memenuhi berbagai programnya. Atas dasar itu buatlah janji-janji.

 

Katakan Anda akan menaikkan upah buruh setinggi-tingginya. Sebutkan saja sebuah angka yang fantastis. Pasti banyak orang yang senang mendengarnya. Karena selama ini kenaikan upah tak pernah menjangkau kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Sehingga para buruh terus berada dalam kesusahan hidup dan kemiskinan.

 

Katakan Anda akan menghapus sistem kerja yang selama ini tidak disukai para buruh. Tawarkan sistem kerja baru. Sebut saja istilah yang mentereng, tak penting betul isinya apa. Pemikiran alternatif itu penting, meskipun belum tentu merupakan solusi terbaik.

 

Janjikan setiap desa akan diberi uang. Jumlahnya harus fantastis. Tak perlu Anda jelaskan bagaimana mekanisme penyaluran, pertanggungjawaban, dan peruntukkannya. Janji seperti ini menegaskan betapa Anda sangat peduli pada rakyat kecil pedesaan yang selama ini sangat kurang diperhatikan.

 

Katakan Anda akan merevitalisasi semua pasar tradisonal. Janji ini tentu saja menunjukkan bahwa Anda sangat peduli pada rakyat kecil. Ini perlu dilakukan karena sekarang ini jaringan pertokoan moderen telah merambah sampai ke dusun-dusun, dan melumpuhlayukan perekonomian rakyat kecil.

 

Perhatian Anda pada perekonomian rakyat dan menjamin ketahanan pangan harus diujudkan dengan janji akan membuka jutaan hektar sawah di seluruh negeri. Tak usah dijelaskan bagaimana caranya. Soal-soal teknis kayak gitu nanti diserahkan saja pada pembantu Anda yaitu para menteri.

 

Untuk menunjukkan ketegasan pendirian Anda sebagai nasionalis sejati sekaligus membangkitkan ekonomi negeri sendiri, janjikan saja nasionalisasi aset-aset asing, batasi masuknya barang dari luar negeri, dan tingkatkan produksi dalam negeri. Rasanya banyak orang akan mendukung Anda karena janji yang spektakuler ini.

 

Janjikan dana yang besar untuk perguruan tinggi, terutama penelitiannya. Juga janjikan sekolah gratis. Pembangunan pabrik pupuk murah bagi petani, mendirikan bank petani dan nelayan, serta meningkatkan penghasilan masyarakat secara keseluruhan.

 

Semua janji ini sesuai dengan slogan yang selama ini Anda kumandangkan yaitu selamatkan negeri. Juga slogan lain, rebut kembali kedaulatan. Bagus juga janji Anda untuk kembali ke undang-undang dasar yang asli. Sungguh dengan segala janji itu Anda telah tunjukkan sosok Anda yang asli yaitu nasionalis sejati yang prorakyat kecil.

 

Namun dengan model janji seperti itu, mungkin ada orang yang iseng bertanya. Menjajnjikan gaji buruh yang sangat tinggi apa tidak akan membangkrutkan perusahaan yang ada? Membangun sawah demikian luas dari mana duitnya? Nasionalisasi aset dan perusahaan asing apakah tidak menyebabkan ekonomi kita malah terganggu, karena selama ini ekonomi kita memang dibiarkan tergantung pada kekuatan asing?

 

Kalau kita kembali ke undang-undang dasar yang asli, bukankah itu merupakan kemunduran? Anda bisa maju sebagai capres sekarang ini justru karena undang-undang dasar itu sudah diubah. Orang bisa saja menuduh, Anda mau kembali ke undang-undang dasar asli karena dalam undang-undang hasil amandemen ada pasal-pasal yang rinci tentang hak asasi manusia.

 

Inilah resiko banyaknya janji dan kurangnya bukti. Pada tingkat tertentu orang pasti memertanyakan kemungkinan perujudannya dan segala konsekuensinya. Pada tingkat inilah janji-janji itu bisa jadi bumerang yang sangat membahayakan diri Anda sendiri. Tak usah marah bila orang akan katakan janji-janji Anda amat lebay. Terlalu berlebihan. Enak didengarkan tetapi sulit diujudkan. Akibatnya strategi ini bisa membuat Anda kalah dalam pilpres

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s