PERTANYAAN YANG SULIT

 

Merupakan takdir bahwa manusia suka bertanya. Nabi Ibrahim dikenal sebagai orang yang sering dan terus bertanya. Saat melihat bulan, ia bertanya, inikah Tuhanku? Ketika bulan itu menghilang, dan muncullah matahari yang lebih besar dan bercahaya menyilaukan melebihi cahaya bulan, ia bertanya lagi inikah Tuhanku? Begitulah seterusnya, ia bertanya dan bertanya sampai menemukan Tuhan yang dicarinya. Namun, ia masih juga bertanya. Sampai Tuhan mengingatkannya, apakah kamu tidak percaya? Hamba bertanya agar lebih yakin, jawabnya.

 

Setiap hari kita bertanya, sejak kanak-kanak hingga kakek-kakek. Ada saja yang ditanyakan. Mulai pertanyaan remeh temeh sehari-hari, pertanyaan-pertanyaan teknis tentang prosedur, pertanyaan karena tidak atau ingin tahu, sampai pertanyaan fundamental seperti mengapa Tuhan mencipatakan manusia? Mengapa Adam yang lebih dulu diciptakan dan bukan Hawa? Mengapa nabi terakhir orang Arab dan bukan orang Bantul?

 

Kita juga tahu, tidak semua pertanyaan mesti ada jawabannya dan harus dijawab tuntas. Karena itulah ciri pertanyaan dan jawaban manusia. Ketidaktuntasan itulah yang menjadi akar dari perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Banyak pertanyaan yang pernah ditanyakan sejak dulu kala. Sampai sekarang pertanyaan yang sama dikemukakan lagi. Jawabannya sudah pasti berbeda, karena konteks dan waktunya berbeda. Juga disebabkan keyakinan dan pengalaman orang yang menjawabnya juga berbeda. Paling tidak melalui Plato kita tahu bahwa Socrates pernah bertanya apakah kebahagiaan itu? Apa yang membuat manusia bahagia? Siapakah manusia itu sebenarnya? Apa makna keberadaannya? Mengapa dia diciptakan?

 

Pertanyaan yang sama tetap diajukan sampai kini. Mungkin juga di masa depan. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu sama sekali berbeda dari satu orang ke orang lain, dari satu zaman ke zaman lain. Dalam keyakinan yang tidak sama, jawabannya juga berbeda. Jawaban filsuf eksistensialis atas pertanyaan itu sangat beragam. Penganut eksistensialis religius memberikan jawaban yang bukan saja berbeda, bahkan bertentangan dengan yang ateis. Penganut muslim sunni belum tentu sama jawabannya dengan yang syiah.

 

Beda betul dengan pertanyaan matematika dan statistik serta ilmu alam. Orang harus memberi jawaban yang sama, tak peduli siapa dia, dan apa latar belakangnya.

 

Bila ditanya mengapa Jerman yang juara dunia, bukan Argentina. Meskipun belum tentu sepenuhnya benar, namun orang yang rajin menonton piala dunia dan menyaksikan semua pertandingan kedua kesebelasan sebelum bertemu di final, bisa menjawabnya.

 

Jerman kelihatan lebih konsisten penampilannya. Hanya saat melawan Ghana mereka tampak agak kesulitan. Para pemain utamanya tetap bugar dan tidak ada yang cedera parah seperti pemain Argentina De Maria dan Aguero.

 

Sedangkan Argentina hanya pada pertandingan pertama mereka tampak tidak mengalami kesulitan. Pertandingan selanjutnya, kelihatan sekali mereka kepayahan. Bisa menang lawan Belanda pun sebenarnya lebih merupakan keberuntungan. Belanda lebih agresif dan lebih banyak menyerang.

 

Sementara Jerman memiliki tim yang sangat kompak, meratanya kemampuan pemain di semua lini, dengan lebih banyak pemain yang bisa dan biasa membuat gol. Tidak mengalami kesulitan saat bertemu Brazil. Bahkan mendapat tambahan semangat karena bisa menggilas tuan rumah Brazil yang sudah juara lima kali dengan skor telak 7-1.

 

Apalagi saat bertemu Argentina, Jerman lebih menguasai pertandingan dan lebih banyak menciptakan peluang gol. Jadi, Jerman memang pantas juara. Orang lain tentu bisa memberi jawaban yang sama sekali berbeda. Namun, pertanyaan ini relatif tidak sulit untuk dijawab.

 

Apakah pertanyaan berikut ini mudah dijawab? Mengapa pesawat Malaysia yang ditembak di Ukraina? Pertanyaan ini layak ditanyakan karena dalam waktu yang sangat singkat dua pesawat Malaysia kena musibah. Musibah yang pertama saja masih misterius karena banyak pertanyaan yang sampai kini belum terjawab. Pertanyaan di mana pesawat Malaysia yang pertama terkena musibah saja tak terjawab sampai kini.

 

Jika jawabannya karena pesawat itu melintasi daerah perang, rasanya kurang tepat. Karena bukan hanya pesawat itu saja yang melintasi wilayah yang sama. Mungkin jawaban paling ringkas adalah, kebetulan pesawat itu yang ditembak, atau pesawat itu lagi sial aja. Tetapi pastilah jawaban itu bikin kesel. Karena tidak memberikan penjelasan apapun.

 

Boleh jadi ada yang percaya bahwa musibah itu merupakan takdir. Kalau jawaban seperti ini tentulah tak bisa lagi didiskusikan. Karena kita memasuki wilayah yang memang kita tak dapat masuki. Soal takdir itu sepenuhnya urusan Allah.

 

Jawaban yang rada pasti biasanya bisa didapat setelah ada investigasi dan kotak hitam dibuka. Tetapi biasanya masih banyak hal yang tak bisa dijawab tuntas seperti jatuhnya pesawat canggih buatan Rusia di Gunung Salak meski sudah dilakukan investigasi dan kotak hitam dibuka.

 

Pertanyan-pertanyaan sulit seperti ini bayak terdapat dalam hidup manusia. Siapa pembunuh Presiden Amerika Serikat J.F. Kennedy? Siapa yang membunuh Yaser Arafat? Siapa dalang kasus Century? Apakah betul Prabowo dalang penculikan aktivis? Mengapa Wiranto dan para jenderal lain tidak di Jakarta saat Jakarta dilanda kerusuhan? Siapa dalang dibalik jatuhnya Sukarno? Ada apa di balik Malari? Siapa aktor intelektualnya? Mengapa Munir dibunuh? Siapa sesungguhnya yang membunuhnya? Apa motif pembunuhan Munir? Siapa pembunuh aktivis buruh Marsinah? Mengapa dia dibunuh dengan sangat keji?

 

Masih sangat banyak pertanyaan sulit seperti itu. Meskipun ada kajian mendalam untuk mencoba menjawabnya, tetap saja jawabannya tak pernah tuntas. Dalam konteks inilah orang terpaksa menggunakan teori konspirasi yang sangat spekulatif.

 

Dengan teori konspirasi, ditembaknya pesawat Malaysia itu bisa dijawab. Tetapi jawabannya pasti sangat spekulatif. Jangan-jangan penembakan itu merupakan sesuatu yang direncanakan oleh pihak-pihak tertentu di Malaysia untuk menghancurkan kredibilitas pemerintahan yang sekarang berkuasa. Apakah hal ini mungkin dan logis? Bisa jadi. Mengapa?

 

Beberapa waktu setelah pesawat Malaysia hilang dan pemerintah Malaysia tidak mampu memberikan jawaban pada keluarga korban tentang keberdaan pesawat, pemerintah Malaysia secara terbuka menuduh Anwar Ibrahim terlibat karena pilot pesawat itu bersimpati padanya. Segera saja rumah pilot itu digeledah. Anwar membantah semua tuduhan dan balik menuding pemerintah tak becus dan tak bertanggung jawab.

 

Kita sama tahu, di Malaysia sudah mulai banyak orang yang menginginkan perubahan mendasar atas tatanan politik yang sekarang berjaya. Semakin banyak orang yang brani menunjukkan ketidaksukaanya pada pemerintah dan mendukung oposisi. Malaysia belum memiliki keterbukaan dan suasana politik seperti kita yang lebih bergairah, hangat dan kadang rada bahaya.

 

Di Malaysia rezim yang berkuasa sangat menekan, agak otoriter dan orang boleh ditangkap tanpa alasan demi keamanan negara. Itulah sebabnya perubahan sulit diusahakan dan masyarakat yang inginkan perubahan belum mampu membangun gerakan yang massif.

 

Boleh jadi, dua kejadian yang menimpa pesawat Malaysia memang dilakukan dengan sengaja oleh segelintir orang yang sangat inginkan perubahan. Mereka sangat sadar jika pesawat hilang atau jatuh pastilah menjadi perhatian dunia. Karena jaraknya begitu dekat, bukan hanya perusahaan penerbangan saja yang bakalan kesusahan. Pemerintah pun bakalan menghadapi kesulitan. Karena penumpang yang tewas dari banyak negara, Pemerintah Malaysia pastilah akan menghadapi kesulitan yang sangat rumit. Harapannya Pemerintah Malaysia menghadapi ketidakpercayaan internasional. Pastilah situasi ini sangat merepotkan.

 

Dengan cara ini diharapkan ada gerakan dari luar dan dalam Malaysia untuk mengganti pemerintahan dan sistem politik yang sangat tertutup sekarang ini. Karena ketertutupan pemerintah Malaysia kini juga dirasakan oleh dunia internasional terkait dengan musibah yang pertama dan kedua ini.

 

Kita tak pernah tahu dengan jelas, rinci dan tuntas, ada apa sebenarnya di balik kejadian ini. Apa yang terjadi ini hanyalah satu contoh bahwa

 

HIDUP MANUSIA SELALU DITANDAI OLEH ADANYA PERTANYAAN-PETANYAAN YANG SULIT.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s