STRATEGI JITU KALAH PILPRES: SEBELAS, USAHAKAN DUKUNGAN DARI PARTAI YANG SEDANG BERKUASA DAN PRESIDEN YANG MASIH MENJABAT

STRATEGI JITU KALAH PILPRES:

SEBELAS, USAHAKAN DUKUNGAN DARI PARTAI YANG SEDANG BERKUASA DAN PRESIDEN YANG MASIH MENJABAT

 

Pemilu termasuk pilpres hanya bisa dimenangkan bila mendapat dukungan besar yang diukur dari banyaknya suara yang dapat dikumpulkan. Karena itu harus diusahakan dukungan dari siapa pun.

 

Anda sudah didukung banyak partai dan tokoh. Juga dukungan dari banyak kelompok masyarakat lewat deklarasi, pernyataan lisan dan tertulis. Itu artinya Anda didukung oleh banyak orang. Mudah-mudahan semuanya itu merupakan dukungan yang nyata. Bukan rekayasa agar terlihat Anda hebat dan banyak pendukung.

 

Meskipun pendukung Anda sudah sangat banyak, perlu diusahakan terus dukungan yang lebih luas dan dari pihak-pihak yang berpengaruh. Pengaruh mereka diharapkan membuat pendukung dan pemilih Anda semakin memastikan kemenangan.

 

Sejumlah kepala daerah yaitu bupati, walikota, dan gubernur sudah menjadi anggota tim kampanye Anda. Ini sangat luar biasa. Pastilah rakyat mereka akan mendengarkan dan patuh pada perintah para kepala daerahnya. Karena dalam budaya kita, pengaruh kepala daerah itu memang masih sangat besar.

 

Apalagi para petinggi partai pendukung Anda sangat bersemangat bekerja untuk kemenangan Anda. Mereka sampai menugaskan para menteri yang berasal dari partainya untuk berkampanye bagi kemenangan Anda.

 

Untuk melengkapi semua dukungan tersebut, langkah Anda mengusahakan dukungan dari partai yang sedang berkuasa, sekaligus presiden yang masih menjabat sangat tepat. Dukungan ini sangat penting.

 

Partai yang berkuasa pastilah memiliki pengaruh, fasilitas, dan akses yang luar biasa. Karena masih berkuasa dan bisa menentukan keputusan-keputusan penting. Pastilah masih banyak pihak yang bisa mereka pengaruhi untuk memilih Anda. Karena di mana pun di dunia ini, kekuasaan memang bisa menentukan banyak hal. Karena fakta itulah Anda pun ingin berkuasa kan?

 

Supaya lebih pasti untuk memenangkan pilpres ini, usahakan dengan sekeras-kerasnya agar presiden yang masih menjabat mendukung Anda. Memang ini agak sulit karena akan bisa memunculkan problem. Sebab presiden adalah penyelenggara pemilu. Dia harus netral.

 

Tetapi yakinlah, semuanya bisa diatur. Dukungan itukan tidak perlu formal. Sekarang lagi puasa Ramadhan, manfaatkan suasana ini untuk bersilaturahmi. Tidak ada satupun aturan dan hukum yang melarang orang bersilaturahmi. Jadi, bersilaturahmilah di rumah presiden. Buat saja acara buka bersama di rumah presiden. Kemudian televisi-televisi yang secara membabi buta mendukung Anda menayangkan acara itu berkali-kali. Harus ada gambar Anda bersalaman, berpelukan dan berbincang dengan presiden. Semua gambar itu pastilah membuat semua orang yang menonton berkesimpulan Anda didukung oleh presiden. Pengaruhnya pasti luar biasa.

 

Dukungan presiden yang lagi menjabat ini akan melengkapi ucapan mantan presiden yang sengaja ditayangkan berulang-ulang yang isinya memuji Anda. Meskipun ucapan itu dipotong-potong dan tidak jelas konteksnya. Biarpun Anda pernah menghina mantan presiden dimaksud. Yang jelas pemanfaatan ucapannya telah memerkuat dukungan terhadap Anda. Anda memang hebat, orang yang pernah Anda hina pun bisa dimanfaatkan untuk mendukung Anda. Tentulah ini strategi yang sangat canggih, kelicikannya.

 

Dukungan partai yang sedang berkuasa dan presiden yang lagi menjabat pastilah akan memberikan pukulan telak pada lawan politik Anda. Sebab dukungan dari kedua pihak ini sangat berbeda maknanya dibandingkan, misalnya, dukungan partai yang tidak berkuasa atau sekadar menjadi anggota koalisi, dan tokoh-tokoh yang sudah tak lagi bersentuhan dengan kekuasaan. Semoga dukungan ini sungguh sangat membantu kemenangan Anda.

 

Hanya izinkan memberi beberapa ungkapan sekadar mengingatkan Anda, agar tetap hati-hati. Dalam dua kali pilpres yang sudah kita jalani tak pernah ada kesejajaran antara pemilih partai dalam pileg dan pilpres. Artinya partai yang menjaring banyak suara di pileg, ditinggalkan oleh pemilihnya saat pilpres.

 

Sudah terjadi dua kali. Maknanya loyalitas pada partai itu sangat cair. Dalam pilpres pemilih lebih melihat si capres dan cawapres daripada partainya. Ketokohan terkait kapasitas, kapabilitas, reputasi, prestasi, karakteristik, dan kharisma si capres dan cawapres lebih menentukan. Partai terbukti menjadi tidak penting di sini. Meskipun partai memiliki kekuatan sampai ke tingkat pedesaan. Mesin politik partai seringkali macet dan kurang berfungsi dalam pilpres.

 

Anda juga jangan sampai lupa. Partai yang berkuasa ini sedang dihukum masyarakat. Itu terlihat dari suara mereka yang sangat anjlok pada pileg. Sampai-sampai mereka tak brani mengajukan capres atau cawapres. Meskipun sudah capek-capek membuat konvensi. Anjloknya suara mereka menunjukkan dukungan masyarakat sudah sangat sedikit. Anda harus berhitung benar. Jangan-jangan dukungan dari partai yang sedang berkuasa dan tokoh-tokohnya yang sedang tidak disukai masyarakat malah akan mengurangi suara yang mendukung Anda.

 

Begitupun dengan dukungan dari presiden yang sedang menjabat. Masyarakat sangat kecewa padanya. Baik karena kinerjanya yang dinilai masyarakat tidak memuaskan, maupun disebabkan partai yang didirikannya dan kini berkuasa sedang terlibat kasus korupsi. Banyak kader partainya sampai ketua umumnya terjerat kasus korupsi. Sehingga masyarakat menilai pemerintahan sekarang ini sangat korup. Tak heran bila mereka kalah telak dalam pilpres kali ini.

 

Usaha keras Anda mendapatkan dukungan dari partai yang sedang berkuasa dan presiden yang lagi menjabat boleh jadi menjadi tidak efektif dan tidak produktif. Bahkan bisa menjadi semacam virus yang justru melemahkan Anda. Sebab keduanya sedang dihukum masyarakat karena terjerat kasus korupsi dan buruknya kinerja. Tak usah heran bila dukungan mereka bisa membuat Anda kalah dalam pilpres.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s