STRATEGI JITU MENANG PILPRES: KETIGA, TONJOLKAN BUKTI, BATASI JANJI

 

Jika Anda telah memiliki bukti prestasi dalam tatakelola pemerintah dan memberi dharma bakti pada rakyat, tak perlulah mengobral janji. Tonjolkan bukti-bukti. Bukan hanya di pengadilan bukti-bukti itu penting dan menentukan. Pun dalam kehidupan dan terutama pada kompetisi.

 

Para pemimpin dipilih bukan karena janjinya hebat. Tetapi karena rekam jejaknya pada masa lalu. Apa yang sungguh-sungguh telah dikerjakannya untuk rakyat. Apa yang telah diperbuatnya untuk sejahterakan rakyat dan mengatasi berbagai problem yang nyata-nyata dihadapi rakyat. Semua itu adalah bukti yang harus ditonjolkan.

 

Pastilah apa yang Anda kerjakan belum dan tidak sempurna. Sudah merupakan takdir manusia tidak pernah mencapai kesempurnaan. Bukan kesempurnaan itu yang dihargai. Tetapi kesungguhan Anda untuk mencapainya, dan sepenuhnya sadar, Anda tak akan pernah sampai pada titik kesempurnaan itu.

 

Bila ada orang atau kelompok orang yang berjanji akan mampu mencapai kesempurnaan. Pastilah itu bualan murahan di warung kopi. Bualan yang dilakukan oleh orang-orang picik yang tak mengerti hakikat manusia di hadapan Pencipta Yang Maha Sempurna.

 

Karena itu tidak usah berjanji yang muluk-muluk atau aneh-aneh, janji yang tak masuk akal dan penuh kontradiksi. Tonjolkan atau tunjukkan saja bukti-bukti. Bukti pekerjaan sepanjang karir Anda sebagai pemimipin pada berbagai tingkat pemerintahan. Bahas dengan jernih dan objektif bukti-bukti yang Anda miliki itu.

 

Tidak usah takut mengatakan bahwa memang masih ada sejumlah kekurangan dan kendala dalam pekerjaan Anda untuk mencapai tujuan. Justru Anda sedang usahakan menjadi pemimpin pada tingkat yang lebih tinggi agar dapat terus mengusahakan penyempurnaan pekerjaan Anda itu. Sekali lagi perlu ditegaskan, untuk mengusahakan penyempurnaan, bukan membuatnya sempurna. Mengusahkan penyempurnaan adalah membuatnya bertambah baik dan terus bisa ditingkatkan.

 

Buatlah prakiraan dan pengembangan lebih lanjut, apa yang akan Anda kerjakan beranjak dari bukti-bukti yang sudah ada itu. Jika pun Anda harus berjanji, janji Anda tak lain dan tak bukan adalah melanjutkan apa yang baik-baik dari apa yang telah Anda capai. Anda harus meyakinkan semua orang, berkat dukungan dan kerja bersama mereka yaitu rakyat semua, yang memilih atau tidak memilih Anda, semua yang sampai kini telah tercapai akan bisa dilampaui. Dibuat menjadi lebih baik.

 

Janji yang benar itu harus beranjak dari bukti-bukti yang ada, yang tak terbantahkan. Karena nyata adanya. Dari bukti-bukti itu, secara terstruktur, terukur dan sistematis dirumuskanlah sejumlah janji. Pada hakikatnya, janji yang dirumuskan adalah konsekuensi atau akibat yang tak terelakkan bila bukti-bukti itu terus ditindaklanjuti dan dikembangkan. Inilah rumusan janji yang benar. Janji yang mungkin untuk diujudkan.

 

Beda dengan janji-janji bombastis yang bertolak dari ketiadaan bukti. Dasarnya hanya spekulasi rasional yang hanya bertilak dari perkiraan-perkiraan yang beranjak dari sejumlah asumsi yang tak jelas. Karena itu memang kelihatan mentereng dan hebat. Namun, jika dikupas, apalagi dirajang cincang, langsung kelihatan kelebayannya. Janji bombastis kayak janji ABG yang lagi kasmaran. Pastilah tak bisa dipercaya karena saksinya hanya bulan purmana. Janji gombal.

 

Janji-janji gombal itu boleh jadi isinya sangat hebat dan strukturnya kelihatan logis. Namun biasanya gampang ditunjukkan kelamahan bahkan bohongnya karena kurang atau tidak berbasis fakta dan data empiris. Karena itu jika dijelaskan dalam bentuk program yang utuh pasti dijelaskan secara deduktif. Beranjak dari pemikiran besar yang menggantung di langit fantasi, kemudian coba diturunkan menjadi sejumlah praktik yang biasanya menjadi tak jelas dan kehilangan makna pada tataran kenyataan empiris.

 

Bersebalikan dengan itu adalah janji yang beranjak tolak dari bukti-bukti empiris. Berdasarkan fakta, data, peristiwa dan kejadian yang sungguh telah terjadi dibangunlah kontruksi janji. Konstruksi itu tak lain adalah rangkuman fakta dan data yang diberi makna dan kemungkinan-kemungkinan pengembangannya. Atas dasar konstruksi atau rancang bangun itulah dirumuskan sejumlah program yang ditawarkan sebagai janji.

 

Dengan demikian janji itu lebih konkrit dan mungkin diujudkan, serta bisa diukur dengan mudah melalui kemungkinan penerapan. Sebab penerapannya secara faktual dalam ruang waktu telah dilaksanakan, meskipun dalam konteks sosial yang masih terbatas. Itulan janji faktual, lawan dari janji gombal.

 

Pemimpin besar bukanlah orang yang punya ide-ide besar. Orang yang punya ide-ide besar adalah pemimpi. Bagusnya ia disarankan menulis cerpen atau novel. Pemimpin besar adalah orang yang bisa memberi kaki, bukan sayap, pada ide-ide besar tersebut. Sehingga ide besar itu bisa menapak atau menyentuh realitas, berubah menjadi program nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

 

Jadi bukan kebetulan bila kompetitor Anda memilih burung besar dengan warna tunggal sebagai atributnya. Burung yang bisa dan biasa menjulang tinggi. Kaitannya dengan model janji yang ditawarkan sangat jelas, bukan?

 

Percayalah bukan hanya dalam percintaan dan pengadilan bukti itu penting dan menentukan. Dalam hidup dan upaya meraih kemenangan, bukti itu lebih bermakna dan menentukan daripa janji. Mereka yang memiliki lebih banyak bukti daripada janji, insya Allah akan menang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s