STRATEGI JITU MENANG PILPRES: SATU, TETAP KONSISTEN DENGAN KARAKTER ASLI ANDA

 

 

Setiap manusia tanpa kecuali memiliki karakter. Karakteri itu yang membedakannya dari orang lain, bahkan dari saudara kembar atau saudara kandungnya. Karakter itu tidak dapat dibentuk sekali jadi secara instan. Karakter dibentuk, ditumbuhmekarkan dalam lintasan waktu yang panjang, melewati pengalaman yang beragam dan berkelok berliku.

 

Karakter adalah endapan pengalaman hidup yang berisi duka, bahagia, kecewa, keberhasilan, kegagalan, pujian, hujatan, dan seluruh pengalaman hidup yang dijalani dalam keutuhannya. Karakter adalah racikan emosi, fikiran, rasa, karsa, cita-cita dan harapan.

 

Karakter bukanlah untaian berlian yang bertaburan di atas piring emas. Karakter bagai segala rempah dan bumbu dapur yang dirajang cincang dan diracik menjadi rendang atau kare kambing. Kita tak tahu lagi mana rasa bawang dan cengkeh. Semuanya telah menyatu padu dalam masakan. Yang kita rasakan hanya enak, nikmat atau malah sama sekali tidak enak. Itulah karakter.

 

Saat berhadapan dengan manusia, kita menghayati keutuhannya. Kita tak hanya menangkap satu sisinya saja. Itulah sebabnya kita selalu bicara tentang seorang yang pintar tapi sombong, atau orang yang pendiam dan kreatif. Itulah manusia.

 

Menghadapi pilpres kali ini hanya ada dua calon. Jika ingin menang maka sang calon harus konsisten dengan karakter aslinya. Bila karakter Anda sudah dikenal sebagai orang yang sederhana, jujur, apa adanya. Tetaplah maju dengan karakter itu. Bolehlah ada polesan teknis, misalnya meningkatkan volume suara saat berpidato, atau memfokuskan cara Anda memerhatikan orang saat bicara di depan publik.

 

Orang yang sungguh berkarakter atau berkarakter kuat memang tidak pernah menyerah pada tekanan dan kesempatan yang ada, sampai merubah karakternya sehingga kehilangan jati diri. Anda rasanya orang yang sangat berkarakter. Jadi, meskipun jabatan terus menaik, Anda tetap dapat memertahankan karakter asli. Tetaplah seperti itu.

 

Tak usaha mematut-matutkan diri. Lihatlah orang yang mematut-matutkan diri bukan saja terlihat lucu, bahkan memuakkan. Ada orang yang memang tak pernah berkunjung ke pasar tradisonal yang becek dan dipenuhi bau busuk yang terlalu. Dia datang dengan baju yang putih bersih dan kinclong. Karena jarang berkomunikasi dengan rakyat kecik dalam kehidupan sahari-hari. Tampak sekali caranya bicara sangat canggung. Pertanyaannya formal persis seperti pejabat yang sedang bicara di depan bawahannya. Yang sangat memalukan adalah, ia tak betah di pasar tradisional itu lama-lama. Ini terjadi karena sebelumnya ia memang sangat jarang lakukan ini. Ia datang ke sini hanya sebagi pencitraan bukan bagian dari karakter aslinya.

 

Ada pula orang yang di depan publik menunjukkan rasa hormat dengan tiba-tiba nyamperin lawannya, menyalami dan menunjukkan kearaban dan penghormatan. Padahal di luar panggung ia malah tak mau bersalaman dengan lawannya. Cara ia menunjukkan keakraban itu sangat kaku dan janggal. Karena yang ia tampilkan bukanlah karakternya yang sesungguhnya. Itu hanya sandiwara, sekedar topeng yang dikenankan di depan publik.

 

Bagusnya, Anda tidak seperti itu. Orang baik itu kata dan perbuatannya menyatu. Tak ada perbedaan antara tampilan publik dan hidup kesehariannya. Apa yang ditampilkan di depan publik itulah hidup kesehariannya. Rasanya Anda seperti itu. Anda tampil apa adanya, bahkan Anda tidak peduli pada protokoler serta tata aturan pejabat yang membuat Anda terjarak dari rakyat. Anda mendahulukan kontak dan komunikasi langsung dengan rakyat, itulah karakter Anda yang paling menonjol. Itu menunjukkan bahwa Anda menghargai siapa pun dan mau mendengarkan secara empatis. Dengan cara itu Anda menghancurkan pola ABS yang sudah mendarah mendaging pada banyak pejabat.

 

Merupakan nilai lebih karena Anda tetap memertahankan secara konsisten karakter asli selama masa kampanye. Semua orang bisa ketemu dan berbicara dengan Anda. Bila terpilih nanti, tetaplah seperti ini. Agar Anda bisa mendengarkan suara hati rakyat, aspirasinya yang sesungguhnya.

 

Negeri ini rusak karena pada umumnya para pejabat bermuka banyak, mirip dosomuko. Para pejabat itu memiliki banyak wajah. Yang ditampilkan selalu wajah yang baik, sopan, rajin ibadah, shalat tepat waktu, dan rajin berbagi. Saat tertangkap tangan oleh KPK dan kejahatannya mulai dibuka tahulah rakyat bahwa pejabat itu super rakus, bukan hanya punya harta simpanan, juga perempuan simpanan, ABG pula.

 

Rakyat sudah sangat muak dengan para pejabat model kayak gini. Pejabat yang paling kurang memiliki dua wajah. Wajah publik dan wajah pribadi yang bertentangan. Manusia yang terpecah belah kepribadiannya. Itulah yang menjadi akar kejahatan terutama korupsi.

 

Anda menjadi populer di mata rakyat karena sederhana, bersahaja, jujur apa adanya. Memang sikap hormat Anda pada siapa pun dengan mencium tangan saat bersalaman telah dipelintir dengan cara yang sangat keji. Tak usah ubah cara Anda menghormati orang hanya karena plentiran yang keji itu.

 

Dulu Anda sudah buktikan, bagaimana Anda menunjukkan rasa hormat pada pejabat yang lebih tinggi dari Anda. Tetapi tetap menolak kebijakan dan keputusannya yang merugikan rakyat. Itu menunjukbuktikan keberanian dan ketegasan Anda sebagai pribadi. Bahwa masih banyak orang yang mengaitkan ketegasan dengan suara keras menggelegar, ya hormati saja. Dunia kita memang penuh perbedaan.

 

Anda dikesankan oleh sebagian orang sebagai manusia yang lemah dan gampang diatur. Mereka mengabaikan ketegasan Anda selama memegang jabatan baru yang sedang dijalani sebelum pencalonan ini. Bagaimana ketegasan Anda menghadapi para konglomerat yang selama ini menguasai ibu kota. Anda mengganti pejabat tinggi tanpa banyak cincong, karena Anda yakin dan punya bukti dia gak becus. Pasti Anda tahu menyikapi penilaian miring kayak gini.

 

Anda dihormati karena keterbukaan dan transparansi. Anda konsisten melaksanakan lelang jabatan, dan mengganti segera pejabat tinggi yang menyalahgunakan lelang jabatan ini. Rakyat berharap, Anda tetap dengan karakter asli itu. Terbuka, mendengarkan dan bertindak cepat.

 

Kehadiran Anda memang mengkhawatirkan banyak orang. Terutama para pejabat bergaya feodal dan doyan korupsi. Wajar jika Anda terus mereka lumuti dengan kampanye hitam dan fitnah. Sudah menjadi rahasia umum, banyak tokoh yang berseberangan dengan Anda memiliki banyak masalah. Masalah pajak, dugaan pelanggaran HAM, bahkan sudah ada yang jadi tersangka korupsi, dan ada yang segera ditingkatkan kasusnya jadi tersangka kasus korupsi. Pastilah mereka ketakutan Anda keluar jadi pemenang. Bukan hal yang mengherankan bila mereka akan lakukan apapun untuk menghalangi kemenangan Anda. Tetaplah pada karakter asli Anda untuk hadapi semua ini. Karena karakter asli Anda inilah rakyat tetap setia mendukung dan memilih Anda.

 

Anda bagai oase dalam birokrasi yang kering kerontang dan dipadati benalu. Itulah sebabnya katakter Anda dianggap aneh, tidak biasa dan sangat bertentangan dengan semua model dan kebiasaan yang selama ini tumbuh mekar dalam birokrasi. Bila Anda konsiten pertahankan karakter Anda selama pilpres, rakyat akan tetap yakin bahwa Anda lanjutkan saat jadi pemenang dan mulai menjalankan amanah rakyat.

 

Ketegaran Anda bertahan dengan karakter asli di bawah hantaman, gempuran, dan serangan yang sistematis dari kubu yang berseberangan denga Anda, sungguh membangkitkan harapan rakyat banyak bahwa perubahan akan terjadi bila Anda terpilih.

 

Sebagai manusia, sebagaimana semua manusia, dengan karakter Anda yang asli pastilah ada kekurangan. Karena itu Anda tak akan pernah bisa memenuhi harapan semua orang. Hal itu normal saja. Yang penting adalah dengan karakter asli itu, Anda bisa membawa negeri ini semakin baik, bertambah hebat, dan rakyatnya sungguh merasakan kemakmuran.

 

Dalam zaman apapun, dan siapa pun yang memimpin, karakter yang dimiliki pemimpin sangat menentukan keberhasilan. Selama pilpres ini akan sangat menentukan apakah Anda akan tetap dengan karakter asli itu atau tidak jika nanti memimpin negeri ini. Bila Anda memeroleh kemenangan dengan karakter Anda yang jujur, sederhana, merakyat, dan transparan, begitulah nanti Anda memerintah. Cara-cara berkampanye merupakan cermin dari model kepemimpinan.

 

Alhamdullillah, Anda tetap konsisten dengan karakter asli selama pilpres. Insya Allah Anda mendapatkan kemenangan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s