STRATEGI KALAH PILPRES: DUA BELAS, KUASAI INFORMASI

 

Alvin Tofler bilang kita berada pada zaman informasi. Siapa pun yang miliki dan dominasi informasi, dialah yang menguasai. Informasi pastilah dalam konteks komunikasi informasi yang berbasis teknologi. Televisi dan internet adalah pilar utamanya.

 

Anda sangat beruntung karena para penguasa teknologi informasi di negeri ini ada dalam kubu Anda. Pemilik sejumlah besar stasiun televisi, bahkan menteri yang mengurusi informasi berasal dari partai yang memihak dan mendukung Anda. Kurang apalagi?

 

Karena itu gunakan semua fasilitas dan akses ini semaksimal mungkin. Bangun opini melalui media sosial dan terutama lewat televisi yang jumlahnya sangat banyak dalam genggaman Anda. Anda pastilah tahu berapa banyak orang yang menonton televisi setiap hari.

 

Jangan tanggung-tanggung. Gunakan semua teknologi informasi ini, terutama televisi untuk mengangkat citra Anda, sekaligus menghancurkan lawan politik Anda. Buatlah sejumlah acara untuk dua keperluan utama itu.

 

Isi semua acara yng memang selama ini sudah berjalan dengan cerita, berita, dan gambar-gambar yang memerlihatkan siapa Anda, betapa besar pendukung Anda, dan luar biasanya cita-cita Anda untuk membuat negeri ini terbang tinggi, dan disegani serta diperhitungkan sebagai negara besar, berdaulat, hebat, dan makmur.

 

Acara berita harus dipenuhi dengan segala sesuatu tentang kehebatan Anda. Bangun opini positif dan mengagumkan tentang diri dan tujuan-tujuan yang ingin Anda capai bagi negeri ini. Seyogianya berita itu berisi fakta dan data, bukan opini. Namun kali ini dahulukan opini dan pembentukan opini positif tentang diri Anda.

 

Karena itu gambar Anda berpidato, bertemu dengan rakyat kecil yang sangat beragam, serta pertemuan dengan tokoh-tokoh hebat harus ditampilkan setiap hari. Akan semakin bagus jika bisa setiap saat. Sehingga jam berapa pun orang menonton televisi, yang terlihat hanyalah Anda.

 

Bersamaan dengan itu berita negatif dan buruk tentang pesaing Anda harus juga sering-sering ditampilkan. Cara ini sungguh akan memengaruhi memori dan keputusan yang akan diambil oleh para pemilih.

 

Sudah pasti cara ini akan melanggar aturan dan etika penyiaran. Tak usah terlalu Anda ributka dan repot-repot menanggapinya. Bukankah selama ini stasiun-stasiun itu sering melangar aturan? Apa yang bisa dilakukan otoritas yang mengawasi? Mereka itu cuma anak macan kertas, bukan macan kertas?

 

Lihat saja dulu, ada acara empat hidung. Karena dianggap melanggar aturan, kemudian ditindak. Setelah itu acaranya diganti menjadi bukan empat hidung dengan format yang nyaris sama. Semuanya tetap berjalan lancar tu.

 

Untuk kali ini biarlah aturan agak dilanggar. Ini kan demi kepentingan negara bangsa ini ke depan. Bukankah bangsa ini membutuhkan pemimpin yang tegas, cerdas, dan mampu memimpin. Untuk mendapatkan pemimpin seperti itu, rasanya tak usahlah diributkan pelanggaran sementara terhadap aturan.

 

Dalam acara bincang-bincang dan sejenisnya para tokoh, pengamat, ahli, analis, pakar atau siapa pun yang hebat-hebat harus tampil menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang hebat. Visi Anda dahsyat, ucapan Anda paten, bahasa tubuh Anda top markotop.

 

Sedangkan lawan Anda, caci maki aja seenaknya. Bilang aja wajahnya kampungan, gak mutu. Gayanya primitif, tubuhnya seperti orang cacingan, dan omongannya gak manteb dan gak tegas. Meski dia berpengalaman, tetapi sebagai pemimpin dia gagal. Gak ada apa-apanyalah dibandingkan Anda.

 

Jangan pernah tampilkan komentar orang atau berita yang menunjukkan kelemahan Anda dan kekebihan lawan Anda. Yang seperti itu harus diharamkan pada televisi yang secara membabibuta membela Anda. Keharusan adanya kesimbangan itukan hanya berlaku dalam keadaan normal. Ini keadaan lagi kurang normal karena negara membutuhkan pemimpin hebat. Dan Andalah calon pemimpin hebat itu. Karena itu tidak boleh ada omongan dan berita miring tentang Anda. Tentang keburukan lawan Anda, harus sering ditayangkan.

 

Televisi dan media cetak yang mendukung Anda harus membuat semua orang di kubu lawan Anda sakit hati, marah dan keqi, sampai tidak sudi menonton dan membacanya. Yang penting pendukung Anda jadi senang dan bersemangat. Menjaga semangat pendukung Anda itu sangat penting.

 

Harus bisa diciptakan suasana bahwa berita tentang Anda pada televisi dan media cetak lain, apalagi tentang keburukan Anda, tidak dapat dipercaya, omong kosong murahan yang datang dari orang yang takut pada Anda.

 

Agar lebih seru dan menambah keyakinan diri pendukung Anda, setiap hari harus ada berita deklarasi mendukung Anda. Juga biarkan para pendukung Anda membuat pernyataan yang menyudutkan lawan Anda dengan penuh emosi. Agar lawan Anda tahu, bahwa pendukung anda pemberani, nekad dan emosional.

 

Hasil kerja lembaga survey yang mengunggulkan Anda juga harus terus ditampilkan. Bersamaan dengan itu para profesor yang menjadi pendukung Anda harus tampil membela dan menjelaskan beberapa ucapan Anda yang bermasalah. Para profesor itu pastilah punya kemampuan membela Anda habis-habisan, meskipun para penonton jadi jatuh kasihan pada mereka. Profesor koq kayak gitu.

 

Iklan Anda yang hebat-hebat itu harus ditampilkan terus menerus. Percayalah, banyak orang yang suka melihat ketegasan Anda dalam iklan itu. Anda memang sangat cocok jadi bintang iklan.

 

Memanfaatkan media komunikasi dan informasi dengan cara seperti ini rasanya akan membuat pendukung Anda bertambah kompak dan semangat. Jadi, mungkin saja Andalah pemenang pilpres kali ini.

 

Sebagai penutup, ada beberapa catatan kaki yang perlu diberikan pada Anda. Sebagai masukan supaya Anda bisa tetap rasional, jangan terlalu emosional. Ini tentang sifat dasar manusia normal.

 

Setiap manusia normal memiliki daya serap, daya tangkap, daya tahan, kemampuan, dan kapasitas yang terbatas. Saat lapar manusia akan makan selahap-lahapnya. Apapun yang diberikan pasti dikunyah habis. Tetapi perut ada batasnya. Tak bisa dipaksakan menerima makanan lebih dari kapasitasya. Bila terus dipaksakan, pastilah ia muntah-muntah.

 

Rupanya otak kita juga begitu. Bila terus menerus dijejali beragam informasi yang serba berlebihan dan tak ada keseimbangan, hanya satu arah saja, tak ada pembanding, otak juga bisa muntah dan jadi majal. Malah bisa memunculkan kejenuhan, keraguan, gak mau tahu alias cuek bebek, sampai akhirnya malah membenci.

 

Rasanya di dalam kitab suci ada ayat yang bilang kita tak boleh berlebih-lebihan dalam segala hal. Boleh jadi cara yang Anda tempuh ini merupakan strategi jitu yang menyebabkan Anda kalah dalam pilpres. Karena lama-lama orang muak dengan apapun yang disajikan terkait dengan Anda. Juga dengan orang-orang di sekitar Anda. Ngono ya ngono, tapi ojo ngono.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s