2014: PILPRES ISTIMEWA

Pilpres 2014 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan. Pilpres dengan sistem baru yaitu pemilihan langsung. Sebelumnya selama orde baru, presiden dipilih melalui perwakilan di MPR. Pilpres langsung pertama 2004 masih diwarnai oleh euforia politik karena suasana dan sistem baru. Sangat terasa suasana gembira dan penuh semangat. Ada lima calon yang maju.

TEMPO Interaktif, Jakarta: Lima pasangan calon presiden dan wakil presiden akan berlaga memperebutkan kursi pertama di negeri ini pada pemilihan umum (pemilu) presiden 2004 mendatang. Berdasarkan rapat pleno, Sabtu (22/5), Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan, kelima pasangan itu adalah Hamzah Haz-Agum Gumelar, Amien Rais-Siswono Yudohusodo, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Wiranto-Salahuddin Wahid dan Soesilo Bambang Yudhoyono-Yusuf Kalla. (22 Mei 2004)

Oleh karena calonnya banyak, pada pilpres putaran pertama tak ada calon yang lolos aturan untuk memenangkan pilpres. Dilakukanlah pilpres putaran kedua. Hasil putaran pertama secara lengkap adalah,

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasil akhir penghitungan suara pilpres putaran pertama secara manual. Berdasarkan rapat pleno, Senin (26/72004) malam, pasangan SBY-Kalla dan Mega-Hasyim melaju ke putaran kedua setelah menempati posisi dua besar. Hasil akhir perolehan suara pemilihan presiden pada putaran pertama Secara manual oleh KPU berdasarkan peringkat adalah: 1. SBY-JK: 39.838.184 (33,574%) 2. Mega-Hasyim: 31.567.104 (26,605%) 3. Wiranto-Sholah: 26.286.788 (22,154%) 4. Amin-Siswono: 17.392.931 (14,658 %) 5. Hamzah-Agum: 3.569.861 (3,009%) (detik news, 27.7.2004).

Ada yang menarik dari hasil putaran pertama ini. SBY-Kalla adalah tokoh yang yang memiliki kedudukan penting selama orde baru, begitu juga Wiranto, Siswono, Hamzah Haz, dan Agum Gumelar. Mega adalah presiden yang masih manjabat. Sedangkan Amien Rais adalah tokoh reformasi. Itu artinya ia adalah harapan baru yang memiliki andil bagi runtuhnya orde baru, tentu bersama Mega. Namun suaranya jauh dari harapan. Ini agak menyedihkan, tokoh-tokoh reformasi dikalahkan tokoh-tokoh orde baru. Rakyat rupanya memiliki penilaian sendiri dalam memilih. Setidaknya hasil putaran pertama ini harus dikaji untuk mencaritemukan mengapa tokoh reformasi kalah bersaing dengan tokoh-tokoh orde baru. Apakah rakyat sama sekali tidak peduli dengan pembedaan itu dan lebih melihat karakter dan sifat setiap individu?

Setelah putaran kedua dilaksanakan, SBY-Kalla menang dan menjadi presiden pertama melalui pemilihan langsung.

Dalam SK KPU No 98/SK/2004 yang dibacakan oleh Wasekjen KPU Susongko Suhardjo pada acara pengumuman Rekapitulasi Suara Manual Pilpres Putaran Kedua di Hotel Borobudur Jakarta, kemarin, Yudhoyono-Kalla meraih suara 69.256.350, sementara Mega-Hasyim 44.996.704 suara.(Suara Merdeka, 5 Oktober 2004)

Banyak hal menarik pada pilpres ini. Jumlah partai ada 24, calon presiden lima pasang. Pilpres berlangsung dua putaran. Namun suasananya sangat terbuka, penuh kegembiraan. Tak ada ketegangan yang berarti. Pengalaman pertama pemilihan langsung presiden memang terasa sangat kompetitif, tetapi tidak sampai membuat masyarakat terbelah.

Boleh jadi karena yang maju sebagai calon banyak, jadi dukungan sangat menyebar. Sementara itu semua calon tampak lebih matang. Tak ada ungkapan dari calon presiden dan wakil presiden yang bersifat provokatif. Kampanye hitam dan fitnah masih dalam batas yang tidak mengganggu. Itulah sebabnya setelah pengumuman pemenang, mayarakat kembali pada kehidupan normal. Tak ada ketegangan.

Suasana yang lebih kurang sama terjadi pada pilpres 2009 meskipun ada 38 partai politik yang meramaikan. Suasana relatif terkendali. Tak ada ketegangan yang terlalu. Inilah pemenang pilpres itu.

VIVAnews – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Susilo Bambang .Yudhoyono dan Boediono resmi menang dalam satu putaran berdasarkan hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilihan Presiden 2009. Pasangan yang didukung 24 partai itu menyapu 60,8 persen dari 121.504.481 suara sah atau 73.874.562.
Dalam rapat yang berakhir Kamis 23 Juli 2009 malam itu, pasangan nomor urut 1 Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto mengumpulkan 32.548.105 (26,79%) dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto sebesar 15.081.814 (12.41%). Sementara angka pemilih yang tidak menunaikan hak pilihnya adalah 49.212.158 atau 27,77 persen dari Daftar Pemilih Tetap.(24 Juli 2009)

Ada kampanye hitam berbau SARA terkait agama istri SBY. Kampanye hitam dan fitnah tidaklah membuat suasana panas dan memecah masyarakat. Apalagi SBY dirasa masih sangat kuat dan bisa dipastikan akan menang. Lembaga-lembaga survey memang menunjukkan elektabilitas SBY sangat tinggi. Secara keseluruhan pilpres berlangsung lancar dan damai.

Pilpres 2014 menjadi sangat istimewa bila dibandingkan dengan dua pilpres sebelumnya yang meski hangat tetapi relatif damai, aman, lancar dan tenteram. Pilpres 2014 panas bahkan sebelum dimulai. Saat pileg dan wacana pencapresan Joko Widodo oleh PDIP mengemuka, Prabowo dan Partai Gerindra sudah memulai menunjukkan sikap kurang berkenan dan mulai membuat berbagai pernyataan panas.

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan kecewa dengan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan mandat capres kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Mega dinilai melanggar Perjanjian Batu Tulis yang berisi bahwa putri Bung Karno itu mendukung Prabowo pada Pemilu 2014, setelah Prabowo mendukung Mega pada Pemilu 2009.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan Mega untuk buka suara, menjelaskannya secara gamblang kepada publik. Sehingga semuanya jelas. (6 April 2014)

Cikal bakal isu SARA sudah mulai dihembuskan oleh sejumlah fihak terkait dengan kemungkinan Joko Widodo menang dan Ahok yang bukan pribumi dan bukan Islam jadi Gubernur DKI. Topik ini ramai di media massa dan berbagai majlis pengajian.

Liputan6.com, Jakarta – Gerakan Pemuda (Gema) Keadilan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta dan Benteng Muda PKS menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta jika Jokowi sukses melenggang ke Istana pada Pilpres 2014 mendatang. ‘Underbow’ atau sayap PKS itu pun merilis survei yang menyatakan banyak warga Jakarta tak suka pada Ahok, pada Maret 2014 lalu. (29 April 2014)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kemungkinan besar menjabat sebagai Gubernur jika Joko Widodo resmi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden. Namun, naiknya Ahok menjadi Gubernur bakal ditolak oleh warga DKI Jakarta. Sifatnya yang keras bisa membuat sakit hati warga Jakarta.
Ahok dikenal blak-blakan dan keras ketika berbicara. Sifat Ahok ini terekam dalam beberapa kejadian ketika ia menangani persoalan-persoalan di DKI bersama Jokowi. Hal ini, menurut Haji Lulung Lungguna yang membuat banyak orang di Jakarta yang khawatir dengan Ahok untuk memimpin Jakarta.

Pernyataan keras dilontarkan Ketua MUI Kholil Ridwan. Ia mengatakan, kesalahan terdapat di umat Islam yang memilih pasangan Jokowi dan Ahok pada pilgub lalu.
“Ya salah sendiri umat Islam, kenapa memilih dia? Sekarang kan rasain sendiri umat Islam. kalau Jokowi nyapres secara undang-undang Ahok jadi gubernur. Kalau secara syariah Islam, nggak boleh non muslim menjadi pemimpin, jadi RT saja nggak boleh, apalagi kalau jadi gubernur atau presiden,” katanya.
Kholil mengkhawatir, jika Ahok menjadi Gubernur DKI bisa terjadi chaos (rusuh). Lebih bijak lagi, jika Jokowi tidak nyapres sehingga Ahok tidak jadi gubernur.
“Jokowi juga nih, nggak pantes juga dia jadi presiden. Apalagi Ahok juga sempat menyindir Muhammadiyah munafik, hal itu yang tidak pantas diucapkan kepala daerah. Kita khawatir terjadi chaos. Jokowi tidak usah nyapres deh jadi Ahok tetap jadi wakil gubernur aja , jangan jadi gubernur,” tandasnya.(Nonstop. Online, 7 Maret 2014)

Tensi panas sudah sangat terasa, padahal saat itu pencapresan Jokowi masih berupa wacana. Belum menjadi keputusan yang definitif dan formal.

Puisi politik petinggi Gerindra yang menyindir dan melecehkan Jokowi membuat situasi makin panas. Untungnya yang dilecehkan sama sekali tak terpancing. Berbagai tudingan dan hujatan dihadapi dengan santai. Ia malah menciptakan istilah yang menjadi trend yaitu ra popo.

Berbagai pembicraan politik untuk kerjasama atau koalisi terjadi. PDIP mendapat dukungan Nasdem, kemudian PKB, berikutnya Hanura dan PKPI. Sebelumnya PAN, Golkar dan PPP juga sempat mendekat dan mengisyaratkan akan ke PDIP. Rupanya PDIP tidak bersedia melakukan politik dagang sapi. Inilah yang membuat sejumlah partai politik akhirnya merepat ke Prabowo. Sedangkan pencapresan Aburizal gugur sebelum berkembang. Meski sudah beriklan habis-habisan, dia kalah populer dengan kisah lumpur Lapindo di Jawa Tumur.

Anehnya, setelah koalisi definitif, kampanye hitam dan fitnah terhadap Jokowi semakin menggila. Anis Baswedan menyebut fitnah terhadap Jokowi-JK lebih banyak sembilan kali. Keadaan makin panas saat persoalan penghilang orang yang menyeret nama Prabowo mengemuka. Purnawiran TNI, para jenderal sungguh terbelah. Mungkin inikah hikmah terbesar pilpres 2014. Apa yang selama ini sengaja dipendam menjadi terbuka lebar.
Solopos.com, JAKARTA — Calon presiden dari Partai Gerindra yang juga mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto, kembali digoyang isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terkait penghilangan paksa aktivis pada 1997/1998.
Hal itu berawal dari pernyataan salah satu tokoh militer, yakni mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, yang mengaku mengetahui nasib dari 13 aktivis yang sampai saat ini tak diketahui keberadaannya. Hal itu diungkapkan dalam sebuah debat di TV One, Senin (28/4/2014) malam.
Saat Kivlan Zen menjabat sebagai Kepala Staf Kostrad pada 1998, jabatan Pangkostrad dijabat Letjen Prabowo Subianto. Kivlan juga mengaku mau bersaksi jika ada panitia yang dibentuk untuk kembali menyelidiki kasus hilangnya 13 aktivis itu.Aktivis HAM yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Melawan Lupa meminta agar Kivlan menyebutkan secara pasti lokasi penyekapan dan nasib para aktivis tersebut. Aktivis Imparsial, Al Araf, meminta agar Komnas HAM dan Kejaksaan Agung segera meminta klarifikasi ke Kivlan mengenai pernyataannya tersebut. “Itu menjadi kesaksian baru. Penting bagi Komnas HAM dan Kejaksaan Agung untuk memanggil Kivlan Zen untuk meminta keterangan,” kata dia di Jakarta, Senin (5/5/2014).

Sejak peristiwa penculikan yang menghebohkan itu, inilah untuk pertama kali mantan pejabat tinggi militer berbicara terbuka. Pastilah isu ini memanaskan situasi. Karena keluarga korban dan aktivis HAM sudah sangat lama memersoalkan agar kasus ini dibongkar tuntas. Bahkan Wiranto, mantan Panglima TNI ikut bicara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernyataan mantan Panglima TNI yang juga Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menegaskan pernyataannya terkait capres Prabowo Subianto merupakan inisiator penculikan aktivis 1998 dapat dipertanggungjawabkan.
“Keterangan saya dapat dipertanggungjawabkan, ” tegas Wiranto saat ditemui usai deklarasi Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (FKPK), Minggu (22/6/2014).
Wiranto mengatakan apa yang diungkapkannya tersebut merupakan jawaban atas berbagai pertanyaan tentang siapa pelaku sebenarnya dalam peristiwa penculikan aktfis 1998.
“Penjelasan saya kemarin merupakan penjelasan tentang apa yang selama ini diperdebatkan mantan perwira tinggi di berbagai forum. Itulah yang mendorong saya untuk menjelaskan secara profesional sebagai mantan panglima,” tambahnya.(22 Juni 2014)

Sejumlah purnawirawan membenarkan apa yang dikatakan Wiranto. Mereka besikeras menegaskan apa yang dikatakan Wiranto adalah fakta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Jenderal (Purn) Subagyo HS, mengatakan pernyataan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto terkait penculikan sejumlah aktivisis pada tahun 1998, bukan dimaksudkan untuk menyerang pihak lain.
“Kalau Pak Wiranto enggak menyerang. Pertama, Pak Wiranto itu mengklarifikasi waktu debat Capres itu. Kita kan tahu semua, oleh sebabnya Pak Wiranto mengklarifikasi,” ujar Subagyo di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (26/6/2014)
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan klarifikasi yang dilakukan Wiranto terkait pertanyaan Jusuf Kalla terhadap Prabowo mengenai masalah Hak Asasi Manusi (HAM) dalam debat Capres-Cawapres putaran pertama.
“Pak Wiranto mengklarifikasi, bukan ujug-ujug menyampaikan sesuatu, tetapi dari permasalahan yang ada. Dari pertanyaan Pak JK kepada Pak Prabowo sebagai capres terkait masalah HAM yang kemudian diserahkan kepada atasan,” ujar Subagyo.
Subagyo mengatakan apabila Wiranto hanya berdiam diri, justru nantinya akan dikira terlibat dalam peristiwa 16 tahun yang lalu tersebut.
“Kalau Pak Wiranto diam itu nanti dikira benar, maka Pak Wiranto menyatakan bahwa itu tidak benar kalau itu atas perintah atasan,” ujar Subagyo.(26 Juni 2014)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Jenderal (purn) Wiranto telah menegaskan alasan pemberhentian Letjen Prabowo Subianto dari keanggotaan ABRI karena kesalahan indisipliner.
Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DKP mengatakan, apa yang disampaikan Wiranto adalah fakta kejadian saat itu. “Saya rasa tidak perlu ditanggapi, kan sudah sama dengan keterangan saya,” kata Fachrul saat dihubungi di Jakarta, Kamis (19/6/2014).
Ia pun menjelaskan alasan DKP membeberkan keterangan pemberhentian terhadap Prabowo, dikarenakan adanya upaya memutarbalikkan fakta yang terjadi oleh tim sukses Prabowo – Hatta.
“Tidak ada maksud kami membatalkan dia sebagai capres. Membuat pemilih tidak memilih dia karena itu hak konstitusional setiap warga negara dan ketika Prabowo jadi presiden. Kewajiban kami adalah memberikan pencerahan dan fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai dia menjadi pahlawan, lalu senior-senior yang memecat dia disalahkan.”(19 Juni 2014)

Pastilah keterlibatan para purnawirawan jenderal ini belum pernah terjadi dalam pilpres sebelumnya. Tensi politik semakin tinggi dibuatnya.

Tak mau kalah dengan berbagai serangan terkait kisah penculikan yang dikatakan dilakukan Prabowo, beredar surat yang meminta pemeriksaan Jokowi ditangguhkan, dan transkrip percakapan telepon yang terjadi antara Megawati dan Jaksa Agung yang meminta kasus Transjakarta jangan sampai ke Jokowi. Belakangan diketahui semuanya hanya rekayasa, dan polisi terlibat untuk melakukan penyelidikan atas rekayasa dan fitnah ini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Sutarman menegaskan bahwa surat yang berisi instruksi Jaksa Agung Basrief Arief ke penyidik agar tidak memeriksa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Joko Widodo (Jokowi) adalah palsu. Sutarman menduga surat tersebut dimanipulasi dengan kecanggihan teknologi.
“Kita lihat tanda tangan (Basrief) di surat asli. Itu bisa saja di-download dari website kemudian di-scan dan diedit,” ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/6/2014).
Setelah memeriksa dokumen kearsipan Kejaksaan Agung, kata Sutarman, surat terakhir yang dikeluarkan Kejagung bernomor 04. Sementara itu, pada surat palsu, tertera nomor surat 06. Jadi, pihaknya menyimpulkan bahwa surat tersebut bukanlah surat resmi yang dikeluarkan Kejagung.
“Berarti ini kan palsu. Siapa yang memalsukan, itu sedang dalam proses,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.
Sebelumnya, saat jumpa pers di Kantor Kejaksaan Agung, Kamis (19/6/2014), Basrief Arief merasa difitnah tiga kali terkait penanganan kasus dugaan korupsi transjakarta. Kasus tersebut dikait-kaitkan dengan Jokowi yang tengah bertarung dalam Pilpres 2014.
Fitnah pertama adalah surat palsu tertanggal 14 Mei 2014 terkait pemanggilan Kejagung kepada Jokowi dalam kasus transjakarta. Kedua, lanjutnya, adalah instruksi Jaksa Agung tertanggal 21 Mei 2014 yang melarang pemeriksaan terhadap Jokowi dalam kasus tersebut.
“(Laporan) pertama dan kedua, saya sudah serahkan kepada Kapolri. Memang tidak terekspos ke media,” ucapnya.
Fitnah ketiga, lanjut Basrief, terkait munculnya tuduhan bahwa dirinya berkomunikasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar tidak menyeret Jokowi dalam kasus transjakarta.(20 Juni 2014).

Apa yang diuraikan di atas hanyalah sekelumit keistimewaan pilpres 2014 yang dimenangkan Jokowi-JK dengan selisih angka lebih dari 8 juta dibanding pesaingnya. Meskipun kampanye hitam dan fitnah keji terus menerus ditsunamikan oleh para penjahat politik, tetapi nurani dan akAl budi rakyat tak terpengaruh. Pilpres berjalan lancar, sukses, transparan dan damai. Rakyat banyak dapat menerimanya dan keadaan tetap damai. Isu kerusuhan agaknya cuma omong kosong yang dihenbuskan fihak yang tidak mampu menerima kenyataan hasil akhir pilpres.

PILPRES 2014 ISTIMEWA KARENA NURANI DAN AKAL BUDI YANG JADI PEMENANG.

22 JULI 2014: KEMENANGAN NURANI DAN AKAL BUDI

Alhamdullillah, KPU selesaikan tugasnya lakukan rekapitulasi suara nasional untuk pilpres. Hasil akhirnya Jokowi-Kalla 53,15%, Prabowo-Hatta 46,85%. Hasil ini nyaris sama dengan hasil hitung cepat delapan lembaga survey terpercaya yang diumumkan pada hari pencoblosan 9 Juli 2014. Pastilah sangat berbeda dengan hasil empat lembaga survey yang memenangkan Prabowo-Hatta.

Hasil rekap KPU ini semakin menegaskan pada rakyat Indonesia, ada apa dan mengapa harus ada hasil berbeda dari lembaga survey yang sejak kampanye juga selalu mengunggulkan Prabowo-Hatta. Kejadian itu tidak dapat dipisahkan dari pernyataan Prabowo yang tiba-tiba menarik diri saat hasil rekapitulasi nyaris selesai. Juga tak dapat dilepaskan dari tuduhan kubu Prabowo-Hatta bahwa pemilu telah berlangsung dengan curang.

Persoalannya sangat sederhana sebenarnya, bila memiliki bukti kecurangan bawa saja ke MK. Jangan cuma ngomong ke publik. Karena jika hanya ngomong ke publik dan tidak dibawa ke MK itu namanya “kentut politik”.

Rakyat memang harus bersyukur karena dibandingkan dua pilpres langsung 2004 dan 2009, pilpres kali ini sangat ketat, panas dan sangat berpotensi memecah belah bangsa. Sebab pilpres kali ini sangat disampahi oleh kampanye hitam dan fitnah yang sangat keterlaluan. Apalagi kampanye hitam dan fitnah itu dengan sengaja mengedepankan isu-isu SARA, menyangkut agama dan kesukuan.

Bukan hanya di media sosial, media massa dan media cetak, saling maki, serang dan hujat juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di antara anak bangsa. Di mana-mana, di pemukiman, di kantor, di sekolah, di warung-warung, pasar, kendaraan umum, di mana saja orang berdebat bahkan saling maki membela masing-masing pilihannya.

Namun, segala Puji bagi Allah, rakyat Indonesia terbukti sangat dewasa dan matang. Sampai dengan KPU mengumumkan hasil rekapitulasi, semuanya lancar, aman, dan tetap damai. Meskipun ada macam-macam isu kerusuhan, namun sama sekali tidak terbukti.

Rakyat adem tentrem, menonton pengumuman rekapitulasi dari televisi bergerombol di banyak tempat seperti nonton final piala dunia. Hanya segelintir elit saja yang bersikap kayak cacing kepanasan.
Inilah kemenangan nurani dan akal budi. Rakyat yang menentukan telah secara konsisten menggunakan nurani dan akal budi saat memilih dan menyikapi hasil pilpres.

Meski ditsunami oleh kampanye hitam dan fitnah yang keji, tetaplah rakyat menggunakan nurani dan akal budi saat menentukan pilihan. Sungguh ini pelajaran sangat berharga. Kemenangan nurani dan akal budi ini memberi isyarat yang sangat jelas dan keras pada semua penjahat politik di jagat raya ini bahwa kampanye hitam dan fitnah boleh jadi bisa mendongkrak perolehan suaramu. Tetapi tidak dapat membuatmu menjadi pemenang. Kampanye dan fitnah hanya bisa membuatmu tak lebih menjadi pecundang yang menjijikkan.

Nurani dan akal budi pula yang telah mendorong KPU membuat terobisan yaitu mempublikasikan formulir C1 kepada publik. Dengan demikian sejak awal publik dapat melihat dan mengawasi hasil perolehan suara sejak dari TPS. Agaknya, inilah pilpres langsung yang paling bagus keterbukaannya. Jika ada yang mengatakan pemilu ini penuh kecurangan. Monggo, silahkan bawa bukti Anda ke MK. Jangan hanya omong besar di depan publik.

Inilah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Sekarang saatnya semua harus kembali menjadi bagian dari Indonesia Raya. Bersatu untuk kepentingan rakyat Indonesia yang damai, sejahtera, dan makmur.

KEMENANGAN NURANI DAN AKAL BUDI ADALAH KEMENANGAN SELURUH RAKYAT INDONESIA.

STRATEGI JITU MENANG PILPRES: KEEMPAT, BERKUMPULLAH BERSAMA PENDUKUNG YANG BERNURANI DAN BERAKAL BUDI

 

 

Pemenang pilpres memang ditentukan oleh suara terbanyak. Begitulah aturan demokrasi. Namun jangan pernah tergoda untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang tanpa seleksi. Jangan yang penting banyak. Siapa pun boleh ikut serta. Jika mengumpulkan orang dengan cara seperti itu, Anda telah merubah komunitas menjadi gerombolan. Itu artinya Anda menjadikan kubu Anda sebagai TPA atau tempat pembuangan akhir sampah.

 

Jangan sampai keinginan buta untuk menang membuat Anda kehilangan kemampuan untuk memilah, memilih, dan mengolah. Bila Anda menang, tetapi yang membuat Anda menang adalah kumpulan gerombolan bukan komunitas, pastilah akan muncul masalah serius saat Anda harus menjalankan amanah rakyat.

 

Karena para gerombolan itu akan menuntut macem-macem. Sebab begitulah karakter gerombolan di mana pun di bumi ini. Gerombolan yang merupakan penjahat politik sejatinya sama saja dengan gerombolan preman jalanan. Apapun akan mereka kerjakan untuk mendapatkan keuntungan materi. Jangankan sekadar memfitnah, membunuh pun mereka bersedia, asal jelas bayarannya.

 

Sikap selektif Anda untuk tidak mau bekerja sama dengan partai yang mendahulukan kekuasaan sudah benar. Meskipun mereka ramai-ramai berpaling dari Anda. Kemudian sebagai akibatnya Anda dikeroyok dan “digorok” dengan berbagai kampanye hitam dan fitnah.

 

Lanjutkan sikap selektif itu dengan cara, hanya mengumpulkan orang yang bernurani dan berakal budi menjadi pendukung. Percayalah, rakyat banyak yang tidak banyak cicong itu masih sangat banyak yang masih bekerja dan sensitif nurani dan akal budinya.

 

Mereka memang tak banyak bicara. Tetapi apapun yang dihembuskan orang tentang Anda mereka tak peduli. Yang mereka tahu dan yakini, Anda adalah orang jujur yang sederhana. Mereka menggantungkan harapannya pada Anda.

 

Di kalangan kaum terpelajar dan yang berpunya pun masih sangat banyak orang yang dengan hati-hati menggunakan nurani dan akal budinya. Mereka mendukung Anda dengan cara-cara yang simpatik. Bukan dengan menghujat dan memfitnah.

Di kalangan pesohor yaitu penyanyi, artis, komedian, sutradar, pencipta lagu, presenter, tokoh-tokoh media, atlit, kaum profesional dalam jumlah yang sangat besar mendukung Anda dengan pertimbangan nurani dan akal budi. Percayalah ini kekuatan yang luar biasa. Melebihi kekuatan orang dan kelompok orang yang tiap hari membuat deklarasi.

 

Tidak sedikit tokoh-tokoh agama, kebudayaan, dan pendidikan yang secara diam-diam atau terbuka mendukung dan mengusahakan kemenangan Anda dengan caranya masing-masing. Karena mereka yakin Anda akan memelihara, menjaga dan terus merekatkan kebhinekaan negeri ini. Mereka sepenuhnya sadar, negeri ini akan semakin baik justru bila kita bisa memertahankan hidup damai dalam keberbedaan. Karena sejatinya negeri ini sejak dahulu kala adalah negeri yang bhinneka. Mereka tak ingin ada tirani mayoritan atau minoritas. Semua harus ditumbuhmekarkan dalam kebersamaan. Inilah suara nurani mereka, juga hasil analisis akal budinya.

 

Dengan nurani dan akal budi itu pula mereka melawan fitnah berbau SARA yang terus dihembuskan oleh mereka yang berseberangan dengan Anda. Mereka sadar, cara-cara kotor yang selama ini dikembangkan dengan fitnah SARA itu tidak perlu dilawan dengan cara yang sama. Itulah sebabnya mereka membuat lagu dan himbauan lewat puisi dan slogan yang lebih mengedepankan kebersamaan sebagai bangsa yang hidup damai dan menjadi besar dalam kebersamaan.

 

Orang yang mendukung Anda dengan nurani dan akal budi tak butuh bayaran, dan juga tak akan menuntut bagian dari kekuasaan. Mereka hanya ingin negara bangsa ini bertambah baik bagi semua, termasuk bagi yang tidak memilih Anda. Dan semua orang yang menghujat dan memfitnah Anda.

 

Nurani dan akalbudi akan memicu mereka untuk melakukan yang terbaik bagi Anda. Mereka bahkan bersedia berkorban dengan tenaga dan dana. Dengan semua kerja dan pengorbanan itu, mereka sangat berharap Anda menjadi orang yang amanah, menjalankan kekuasaan untuk kepentingan rakyat.

 

Dengan nurani, mereka percaya pada nurani Anda. Dengan akal budi mereka yakin akal budi Anda akan terus dibimbing untuk tetap memikirkan rakyat, dan memberikan yang terbaik bagi rakyat.

 

Inilah bedanya pendukung yang menggunakan nurani dan akal budi dengan pendukung yang didorong oleh macam-macam pamrih kuasa dan rezeki.

 

Dalam sejarah panjang kemanusiaan, kekuatan nurani dan akal budilah yang membuat kebudayaan dan peradaban terus berkembang. Nurani dan akal budilah yang melahirkan perubahan-perubahan penting yang membawa manusia dan kemanusiaan terus meningkat melewati berbagai problema yang terus mengancam keutuhan dan kemuliannya.

 

Sejarah panjang manusia memang selalu diwarnai oleh macam-macam peristiwa mengerikan, pada zaman dahulu ada kisah Firaun. Di zaman moderen ada kekejaman Hitler. Sekarang ini juga ada kejahatan keji Zionisme Jahudi. Namun, dunia tetap bertahan dan terus maju. Karena nurani dan akal budi akhirnya berjaya.

 

Atas dasar bukti-bukti yang berasal dari sejarah panjang manusia. Yakinlah, Anda akan menang bila berkumpul dengan orang-orang yang bernurani dan berakal budi. Bekerja dengan ketulusan bareng-bareng mereka.

 

 

 

 

STRATEGI JITU MENANG PILPRES: KETIGA, TONJOLKAN BUKTI, BATASI JANJI

 

Jika Anda telah memiliki bukti prestasi dalam tatakelola pemerintah dan memberi dharma bakti pada rakyat, tak perlulah mengobral janji. Tonjolkan bukti-bukti. Bukan hanya di pengadilan bukti-bukti itu penting dan menentukan. Pun dalam kehidupan dan terutama pada kompetisi.

 

Para pemimpin dipilih bukan karena janjinya hebat. Tetapi karena rekam jejaknya pada masa lalu. Apa yang sungguh-sungguh telah dikerjakannya untuk rakyat. Apa yang telah diperbuatnya untuk sejahterakan rakyat dan mengatasi berbagai problem yang nyata-nyata dihadapi rakyat. Semua itu adalah bukti yang harus ditonjolkan.

 

Pastilah apa yang Anda kerjakan belum dan tidak sempurna. Sudah merupakan takdir manusia tidak pernah mencapai kesempurnaan. Bukan kesempurnaan itu yang dihargai. Tetapi kesungguhan Anda untuk mencapainya, dan sepenuhnya sadar, Anda tak akan pernah sampai pada titik kesempurnaan itu.

 

Bila ada orang atau kelompok orang yang berjanji akan mampu mencapai kesempurnaan. Pastilah itu bualan murahan di warung kopi. Bualan yang dilakukan oleh orang-orang picik yang tak mengerti hakikat manusia di hadapan Pencipta Yang Maha Sempurna.

 

Karena itu tidak usah berjanji yang muluk-muluk atau aneh-aneh, janji yang tak masuk akal dan penuh kontradiksi. Tonjolkan atau tunjukkan saja bukti-bukti. Bukti pekerjaan sepanjang karir Anda sebagai pemimipin pada berbagai tingkat pemerintahan. Bahas dengan jernih dan objektif bukti-bukti yang Anda miliki itu.

 

Tidak usah takut mengatakan bahwa memang masih ada sejumlah kekurangan dan kendala dalam pekerjaan Anda untuk mencapai tujuan. Justru Anda sedang usahakan menjadi pemimpin pada tingkat yang lebih tinggi agar dapat terus mengusahakan penyempurnaan pekerjaan Anda itu. Sekali lagi perlu ditegaskan, untuk mengusahakan penyempurnaan, bukan membuatnya sempurna. Mengusahkan penyempurnaan adalah membuatnya bertambah baik dan terus bisa ditingkatkan.

 

Buatlah prakiraan dan pengembangan lebih lanjut, apa yang akan Anda kerjakan beranjak dari bukti-bukti yang sudah ada itu. Jika pun Anda harus berjanji, janji Anda tak lain dan tak bukan adalah melanjutkan apa yang baik-baik dari apa yang telah Anda capai. Anda harus meyakinkan semua orang, berkat dukungan dan kerja bersama mereka yaitu rakyat semua, yang memilih atau tidak memilih Anda, semua yang sampai kini telah tercapai akan bisa dilampaui. Dibuat menjadi lebih baik.

 

Janji yang benar itu harus beranjak dari bukti-bukti yang ada, yang tak terbantahkan. Karena nyata adanya. Dari bukti-bukti itu, secara terstruktur, terukur dan sistematis dirumuskanlah sejumlah janji. Pada hakikatnya, janji yang dirumuskan adalah konsekuensi atau akibat yang tak terelakkan bila bukti-bukti itu terus ditindaklanjuti dan dikembangkan. Inilah rumusan janji yang benar. Janji yang mungkin untuk diujudkan.

 

Beda dengan janji-janji bombastis yang bertolak dari ketiadaan bukti. Dasarnya hanya spekulasi rasional yang hanya bertilak dari perkiraan-perkiraan yang beranjak dari sejumlah asumsi yang tak jelas. Karena itu memang kelihatan mentereng dan hebat. Namun, jika dikupas, apalagi dirajang cincang, langsung kelihatan kelebayannya. Janji bombastis kayak janji ABG yang lagi kasmaran. Pastilah tak bisa dipercaya karena saksinya hanya bulan purmana. Janji gombal.

 

Janji-janji gombal itu boleh jadi isinya sangat hebat dan strukturnya kelihatan logis. Namun biasanya gampang ditunjukkan kelamahan bahkan bohongnya karena kurang atau tidak berbasis fakta dan data empiris. Karena itu jika dijelaskan dalam bentuk program yang utuh pasti dijelaskan secara deduktif. Beranjak dari pemikiran besar yang menggantung di langit fantasi, kemudian coba diturunkan menjadi sejumlah praktik yang biasanya menjadi tak jelas dan kehilangan makna pada tataran kenyataan empiris.

 

Bersebalikan dengan itu adalah janji yang beranjak tolak dari bukti-bukti empiris. Berdasarkan fakta, data, peristiwa dan kejadian yang sungguh telah terjadi dibangunlah kontruksi janji. Konstruksi itu tak lain adalah rangkuman fakta dan data yang diberi makna dan kemungkinan-kemungkinan pengembangannya. Atas dasar konstruksi atau rancang bangun itulah dirumuskan sejumlah program yang ditawarkan sebagai janji.

 

Dengan demikian janji itu lebih konkrit dan mungkin diujudkan, serta bisa diukur dengan mudah melalui kemungkinan penerapan. Sebab penerapannya secara faktual dalam ruang waktu telah dilaksanakan, meskipun dalam konteks sosial yang masih terbatas. Itulan janji faktual, lawan dari janji gombal.

 

Pemimpin besar bukanlah orang yang punya ide-ide besar. Orang yang punya ide-ide besar adalah pemimpi. Bagusnya ia disarankan menulis cerpen atau novel. Pemimpin besar adalah orang yang bisa memberi kaki, bukan sayap, pada ide-ide besar tersebut. Sehingga ide besar itu bisa menapak atau menyentuh realitas, berubah menjadi program nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

 

Jadi bukan kebetulan bila kompetitor Anda memilih burung besar dengan warna tunggal sebagai atributnya. Burung yang bisa dan biasa menjulang tinggi. Kaitannya dengan model janji yang ditawarkan sangat jelas, bukan?

 

Percayalah bukan hanya dalam percintaan dan pengadilan bukti itu penting dan menentukan. Dalam hidup dan upaya meraih kemenangan, bukti itu lebih bermakna dan menentukan daripa janji. Mereka yang memiliki lebih banyak bukti daripada janji, insya Allah akan menang.

STRATEGI JITU MENANG PILPRES: KEDUA, HADAPI KAMPANYE HITAM DAN FITNAH SEPERTI MAIN GAMES ANGRY BIRDS

 

Inilah dunia kita yang sesungguhnya. Berisi orang baik dan jahat. Dari dulu sampai kiamat seperti itu. Malah mendekati kiamat makin banyak yang jahat. Karena hyper kejahatan akan muncul yaitu dajjal dan para pengikutnya dajjali. Mereka sangat suka memutarbalikkan kebenaran. Fitnah sudah menulangsum-sum bagi mereka.

 

Puji Tuhan, elektabilitas Anda elok, sedangkan elektabilitas kompetitor anda elek. Tampaknya mereka sangat panik mengahadapi kenyataan ini. Seharusnya mereka merencanakan dan memeraktikkan strategi yang cerdas dan elegan untuk mengejar dan melampaui elektabiltas Anda. Karena strategi kampanye sungguh menggambarkan karakter yang berkampanye dan model kepemimpinannya.

 

Apa boleh buat, yang menonjol justru kampanye hitam dan fitnah keji. Fitnah yang dipadati oleh isu-isu SARA. Para pembuat fitnah itu, siapa pun mereka, sungguh tak fikirkan akibatnya bagi keutuhan bagsa ini. Tampaknya nafsu ingin menang telah merubah mereka menjadi dajjali. Anak cucu dajjal. Menghalalkan segala cara, dan tak pedulikan moral serta etika.

 

Hadapi situasi ini seperti main games. Tetap fokus, positif, dan gembira. Jangan terpengaruh untuk membalas dengan cara yang sama, karena Anda memang orang yang berbeda dan dikenal berkarakter baik. Jangan pernah menghadapi dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Cara seperti itu tak bagus.

 

Kitab suci memberi Anda tiga pilihan jika dijahati. Pertama, balas dengan setimpal. Kedua, maafkan. Ketiga, balas kejahatan itu dengan kebaikan. Pilih saja yang kedua dan ketiga. Mengapa tidak memilih yang pertama? Karena cara Anda merespon sangat menegaskan siapa sebenarnya Anda.

 

Lihatlah anak-anak yang sedang main games. Mereka gembira dan terus tertawa. Meski berganti menang dan kalah. Apalagi jika yang dimainkan angry birds. Games yang sangat populer di seluruh dunia.

 

Musuh utama para burung itu adalah para babi. Babi-babi itu curang, licik dan pengganggu. Jumlah mereka sangat banyak. Mereka ngeledek, ngenyek, dan mengejek sambil bersembunyi. Persembunyian mereka harus dibongkar agar bisa dikalahkan.

Pada awal permainan pastilah sangat mudah. Agar tingkat kesulitannya tinggi dan mendapat nilai banyak, jangan hanya mengalahkan babi-babi itu, dapatkan tiga bintang. Itu artinya babi-babi jahat dan iseng itu harus digilas habis.

 

Makin lama dan tingkatnya menaik, tingkat kesulitannya juga makin sulit. Babi-babi itu makin banyak, makin riuh ejekannya, dan posisi sembunyinya semakin sulit dibongkar. Perlu kerja keras dan fokus. Ada beberapa hal yang pantas dicermati.

 

Pertama, babi-babi itu memang sangat mengesalkan, karena sifat dasarnya adalah, Anda senang dia senep. Anda senep dia senang. Karena itu apapun keadaannya, Anda harus tetap senang agar dia tetap senep. Jika senep dia tambah marah. Bila tambah marah, dia makin panik dan tak bisa kendalikan diri. Jadi lebih mudah mengalahkannya.

 

Kedua, gunakan senjata yang tersedia dengan tepat dan hati-hati. Untuk itu, Anda harus fokus. Jangan tergoda dengan polah tingkah babi-babi itu. Babi-babi itu memang sangat berbeda dengan Anda yang langsing. Karena itu Anda memiliki lebih banyak kebebasan bergerak dan cepat bereaksi. Sebaliknya, babi-babi itu gendut karena tidak bisa menahan diri memakan apa saja, halal haram dihantam. Akibatnya mereka lebih lambat. Bila Anda fokus, waspada dan hati-hati, mereka mudah dikalahkan meski jumlahnya sangat banyak dan perlindungannya kokoh.

 

Karena permainan angry birds ini tingkatannya sangat banyak, dibutuhkan daya tahan jangka panjang dan kesabaran untuk memenangkannya. Di sinilah ujian sesungguhnya. Bagaimana tetap fokus dalam jangka panjang, tidak terpancing emosi dan tidak melakukan tindakan yang tidak perlu.

 

Ingat piala dunia kemarin. Kapten Brazil yang merupakan pemain bawah terbaik dan pengatur serangan, melakukan tindakan yang tidak perlu dan dikartu kuning. Akibatnya dia tidak boleh main saat melawan Jerman karena terkena dua kartu kuning. Kekalahan atas Jerman sampai 7-1, antara lain karena ia tak bermain. Tindakan tidak perlu karena terpancing emosi, memang bisa berakibat fatal. Hal yang sama dilakukan Suarez. Akibatnya Uruguay tersingkir.

 

Karena itu tetap sabar sangat penting. Di dalam kitab suci ditegaskan, jadikanlah shalat dan sabar sebagai senjata. Shalat itu harus khusyu’ atau fokus. Jadi fokus dan sabar itu merupakan tindakan paling baik menghadapi para babi penggoda dan pengganggu.

 

Pada tingkat yang lebih tinggi, babi-babinya bukan saja bertambah banyak, juga bertambah besar. Pastilah menjadi makin sulit menghadapi dan mengalahkannya. Pada tingkat ini selain tetap fokus dan sabar, Anda harus lebih cermat memanfaatkan senjata yang terbatas. Harus betul-betul berhitung sebelum menggunakan senjata yang ada. Efektivitas sangat penting. Bagaimana caranya dengan senjata yang terbatas bisa mengalahkan babi-babi yang makin tak terkendali itu. Saatnya untuk mengembangkan kreativitas.

 

Mana mungkin Anda bisa kreatif jika tidak dalam kondisi menyenangkan dan gembira. Di sini berlaku prinsip, jangan sedih, jangan panik, gembiralah. Tetap gembira dalam situasi apapun. Kegembiraan itu merupakan tanda bahwa Anda tetap bisa kendalikan diri, tetap fokus, dan sama sekali tidak terganggu dengan polah tingkah dan kekuatan babi-babi gendut itu.

 

Mengapa tokoh utama permainan ini burung? Burung itu lincah, bisa terbang bebas ke sana ke mari, dan tetap berkicau gembira menghadapi apapun. Burung-burung dalam permainan ini jumlahnya juga banyak, penuh warna, tidak satu warna, dan merupakan kumpulan burung yang sangat beragam, bukan hanya satu jenis burung dengan warna tunggal.

 

Karena hanya burung-burung yang banyak, penuh warna dan selalu gembira yang bisa menang melawan babi-babi jahat. Seberapa banyak dan besar pun babi-babi itu. Itulah yang membuat permainan angry birds itu menarik.

 

Angry birds itu menghibur dan menggembirakan. Insya Allah, Anda akan menang bila tetap fokus dan gembira hadapi kampanye hitam dan fitnah yang sangat keji.

 

Jika ditelusuri sejarah panjang kemanusiaan. Orang-orang yang benar dan membawa kebenaran memang selalu menghadapi fitnah yang keji. Socrtes difitnah oleh para penguasa yang ketakutan karena Socrates mengajarkan kekritisan pada semua orang terutama generasi muda. Nabi Yusuf AS difitnah karena ia jujur dan konsisten. Nabi AS Isa juga difitnah oleh Pilatus dan para agamawan Jahudi karena membawa ajaran kebenaran dan keadilan. Nabi Muhammad SAW berkali-kali difitnah karena ia jujur, amanah dan membawa kebenaran.

 

Kampanye hitam dan fitnah tampaknya memang merupakan senjata utama orang-orang jahat setiap zaman, dari zaman ke zaman.

 

Menggunakan kampanye hitam itu mencerminkan banyak hal sekaligus. Mereka yang menggunakannya adalah orang-orang yang panik dan putus asa menghadapi kenyataan yang tak dinginkan. Kampanye hitam dan fitnah adalah pantulan atau refleksi pembuat dan penggunanya. Makin hitam dan keji isinya, itulah isi hati dan fikiran pembuat dan penggunanya.

 

Karena itu kampanye hitam dan fitnah itu menegaskan bahwa pembuat dan penggunanya tak percaya diri, bahkan tak punya jati diri. Mereka bodoh dan dihantui oleh fikiran kotor yang nyembul dari hati dan fikiran mereka sendiri yang kotor.

 

Karena itu tak usah buang waktu untuk tanggapi kampanye hitam dan fitnah. Tetaplah berjalan dengan seluruh kebaikan dan keunggulan Anda. Berbicaralah pada siapapun tentang visi, misi dan program-program Anda. Tampilkan bukti-bukti yang memang Anda miliki sebagai hasil kerja keras Anda selama ini. Insya Allah, Anda akan menang.

 

Biarkan kampanye hitam dan fitnah itu membakar habis pembuat dan penggunanya, sehingga mereka akan hangus, dan hitam karena terbakar perbuatannya sendiri.

 

 

STRATEGI JITU MENANG PILPRES: SATU, TETAP KONSISTEN DENGAN KARAKTER ASLI ANDA

 

 

Setiap manusia tanpa kecuali memiliki karakter. Karakteri itu yang membedakannya dari orang lain, bahkan dari saudara kembar atau saudara kandungnya. Karakter itu tidak dapat dibentuk sekali jadi secara instan. Karakter dibentuk, ditumbuhmekarkan dalam lintasan waktu yang panjang, melewati pengalaman yang beragam dan berkelok berliku.

 

Karakter adalah endapan pengalaman hidup yang berisi duka, bahagia, kecewa, keberhasilan, kegagalan, pujian, hujatan, dan seluruh pengalaman hidup yang dijalani dalam keutuhannya. Karakter adalah racikan emosi, fikiran, rasa, karsa, cita-cita dan harapan.

 

Karakter bukanlah untaian berlian yang bertaburan di atas piring emas. Karakter bagai segala rempah dan bumbu dapur yang dirajang cincang dan diracik menjadi rendang atau kare kambing. Kita tak tahu lagi mana rasa bawang dan cengkeh. Semuanya telah menyatu padu dalam masakan. Yang kita rasakan hanya enak, nikmat atau malah sama sekali tidak enak. Itulah karakter.

 

Saat berhadapan dengan manusia, kita menghayati keutuhannya. Kita tak hanya menangkap satu sisinya saja. Itulah sebabnya kita selalu bicara tentang seorang yang pintar tapi sombong, atau orang yang pendiam dan kreatif. Itulah manusia.

 

Menghadapi pilpres kali ini hanya ada dua calon. Jika ingin menang maka sang calon harus konsisten dengan karakter aslinya. Bila karakter Anda sudah dikenal sebagai orang yang sederhana, jujur, apa adanya. Tetaplah maju dengan karakter itu. Bolehlah ada polesan teknis, misalnya meningkatkan volume suara saat berpidato, atau memfokuskan cara Anda memerhatikan orang saat bicara di depan publik.

 

Orang yang sungguh berkarakter atau berkarakter kuat memang tidak pernah menyerah pada tekanan dan kesempatan yang ada, sampai merubah karakternya sehingga kehilangan jati diri. Anda rasanya orang yang sangat berkarakter. Jadi, meskipun jabatan terus menaik, Anda tetap dapat memertahankan karakter asli. Tetaplah seperti itu.

 

Tak usaha mematut-matutkan diri. Lihatlah orang yang mematut-matutkan diri bukan saja terlihat lucu, bahkan memuakkan. Ada orang yang memang tak pernah berkunjung ke pasar tradisonal yang becek dan dipenuhi bau busuk yang terlalu. Dia datang dengan baju yang putih bersih dan kinclong. Karena jarang berkomunikasi dengan rakyat kecik dalam kehidupan sahari-hari. Tampak sekali caranya bicara sangat canggung. Pertanyaannya formal persis seperti pejabat yang sedang bicara di depan bawahannya. Yang sangat memalukan adalah, ia tak betah di pasar tradisional itu lama-lama. Ini terjadi karena sebelumnya ia memang sangat jarang lakukan ini. Ia datang ke sini hanya sebagi pencitraan bukan bagian dari karakter aslinya.

 

Ada pula orang yang di depan publik menunjukkan rasa hormat dengan tiba-tiba nyamperin lawannya, menyalami dan menunjukkan kearaban dan penghormatan. Padahal di luar panggung ia malah tak mau bersalaman dengan lawannya. Cara ia menunjukkan keakraban itu sangat kaku dan janggal. Karena yang ia tampilkan bukanlah karakternya yang sesungguhnya. Itu hanya sandiwara, sekedar topeng yang dikenankan di depan publik.

 

Bagusnya, Anda tidak seperti itu. Orang baik itu kata dan perbuatannya menyatu. Tak ada perbedaan antara tampilan publik dan hidup kesehariannya. Apa yang ditampilkan di depan publik itulah hidup kesehariannya. Rasanya Anda seperti itu. Anda tampil apa adanya, bahkan Anda tidak peduli pada protokoler serta tata aturan pejabat yang membuat Anda terjarak dari rakyat. Anda mendahulukan kontak dan komunikasi langsung dengan rakyat, itulah karakter Anda yang paling menonjol. Itu menunjukkan bahwa Anda menghargai siapa pun dan mau mendengarkan secara empatis. Dengan cara itu Anda menghancurkan pola ABS yang sudah mendarah mendaging pada banyak pejabat.

 

Merupakan nilai lebih karena Anda tetap memertahankan secara konsisten karakter asli selama masa kampanye. Semua orang bisa ketemu dan berbicara dengan Anda. Bila terpilih nanti, tetaplah seperti ini. Agar Anda bisa mendengarkan suara hati rakyat, aspirasinya yang sesungguhnya.

 

Negeri ini rusak karena pada umumnya para pejabat bermuka banyak, mirip dosomuko. Para pejabat itu memiliki banyak wajah. Yang ditampilkan selalu wajah yang baik, sopan, rajin ibadah, shalat tepat waktu, dan rajin berbagi. Saat tertangkap tangan oleh KPK dan kejahatannya mulai dibuka tahulah rakyat bahwa pejabat itu super rakus, bukan hanya punya harta simpanan, juga perempuan simpanan, ABG pula.

 

Rakyat sudah sangat muak dengan para pejabat model kayak gini. Pejabat yang paling kurang memiliki dua wajah. Wajah publik dan wajah pribadi yang bertentangan. Manusia yang terpecah belah kepribadiannya. Itulah yang menjadi akar kejahatan terutama korupsi.

 

Anda menjadi populer di mata rakyat karena sederhana, bersahaja, jujur apa adanya. Memang sikap hormat Anda pada siapa pun dengan mencium tangan saat bersalaman telah dipelintir dengan cara yang sangat keji. Tak usah ubah cara Anda menghormati orang hanya karena plentiran yang keji itu.

 

Dulu Anda sudah buktikan, bagaimana Anda menunjukkan rasa hormat pada pejabat yang lebih tinggi dari Anda. Tetapi tetap menolak kebijakan dan keputusannya yang merugikan rakyat. Itu menunjukbuktikan keberanian dan ketegasan Anda sebagai pribadi. Bahwa masih banyak orang yang mengaitkan ketegasan dengan suara keras menggelegar, ya hormati saja. Dunia kita memang penuh perbedaan.

 

Anda dikesankan oleh sebagian orang sebagai manusia yang lemah dan gampang diatur. Mereka mengabaikan ketegasan Anda selama memegang jabatan baru yang sedang dijalani sebelum pencalonan ini. Bagaimana ketegasan Anda menghadapi para konglomerat yang selama ini menguasai ibu kota. Anda mengganti pejabat tinggi tanpa banyak cincong, karena Anda yakin dan punya bukti dia gak becus. Pasti Anda tahu menyikapi penilaian miring kayak gini.

 

Anda dihormati karena keterbukaan dan transparansi. Anda konsisten melaksanakan lelang jabatan, dan mengganti segera pejabat tinggi yang menyalahgunakan lelang jabatan ini. Rakyat berharap, Anda tetap dengan karakter asli itu. Terbuka, mendengarkan dan bertindak cepat.

 

Kehadiran Anda memang mengkhawatirkan banyak orang. Terutama para pejabat bergaya feodal dan doyan korupsi. Wajar jika Anda terus mereka lumuti dengan kampanye hitam dan fitnah. Sudah menjadi rahasia umum, banyak tokoh yang berseberangan dengan Anda memiliki banyak masalah. Masalah pajak, dugaan pelanggaran HAM, bahkan sudah ada yang jadi tersangka korupsi, dan ada yang segera ditingkatkan kasusnya jadi tersangka kasus korupsi. Pastilah mereka ketakutan Anda keluar jadi pemenang. Bukan hal yang mengherankan bila mereka akan lakukan apapun untuk menghalangi kemenangan Anda. Tetaplah pada karakter asli Anda untuk hadapi semua ini. Karena karakter asli Anda inilah rakyat tetap setia mendukung dan memilih Anda.

 

Anda bagai oase dalam birokrasi yang kering kerontang dan dipadati benalu. Itulah sebabnya katakter Anda dianggap aneh, tidak biasa dan sangat bertentangan dengan semua model dan kebiasaan yang selama ini tumbuh mekar dalam birokrasi. Bila Anda konsiten pertahankan karakter Anda selama pilpres, rakyat akan tetap yakin bahwa Anda lanjutkan saat jadi pemenang dan mulai menjalankan amanah rakyat.

 

Ketegaran Anda bertahan dengan karakter asli di bawah hantaman, gempuran, dan serangan yang sistematis dari kubu yang berseberangan denga Anda, sungguh membangkitkan harapan rakyat banyak bahwa perubahan akan terjadi bila Anda terpilih.

 

Sebagai manusia, sebagaimana semua manusia, dengan karakter Anda yang asli pastilah ada kekurangan. Karena itu Anda tak akan pernah bisa memenuhi harapan semua orang. Hal itu normal saja. Yang penting adalah dengan karakter asli itu, Anda bisa membawa negeri ini semakin baik, bertambah hebat, dan rakyatnya sungguh merasakan kemakmuran.

 

Dalam zaman apapun, dan siapa pun yang memimpin, karakter yang dimiliki pemimpin sangat menentukan keberhasilan. Selama pilpres ini akan sangat menentukan apakah Anda akan tetap dengan karakter asli itu atau tidak jika nanti memimpin negeri ini. Bila Anda memeroleh kemenangan dengan karakter Anda yang jujur, sederhana, merakyat, dan transparan, begitulah nanti Anda memerintah. Cara-cara berkampanye merupakan cermin dari model kepemimpinan.

 

Alhamdullillah, Anda tetap konsisten dengan karakter asli selama pilpres. Insya Allah Anda mendapatkan kemenangan.

 

 

STRATEGI KALAH PILPRES: DUA BELAS, KUASAI INFORMASI

 

Alvin Tofler bilang kita berada pada zaman informasi. Siapa pun yang miliki dan dominasi informasi, dialah yang menguasai. Informasi pastilah dalam konteks komunikasi informasi yang berbasis teknologi. Televisi dan internet adalah pilar utamanya.

 

Anda sangat beruntung karena para penguasa teknologi informasi di negeri ini ada dalam kubu Anda. Pemilik sejumlah besar stasiun televisi, bahkan menteri yang mengurusi informasi berasal dari partai yang memihak dan mendukung Anda. Kurang apalagi?

 

Karena itu gunakan semua fasilitas dan akses ini semaksimal mungkin. Bangun opini melalui media sosial dan terutama lewat televisi yang jumlahnya sangat banyak dalam genggaman Anda. Anda pastilah tahu berapa banyak orang yang menonton televisi setiap hari.

 

Jangan tanggung-tanggung. Gunakan semua teknologi informasi ini, terutama televisi untuk mengangkat citra Anda, sekaligus menghancurkan lawan politik Anda. Buatlah sejumlah acara untuk dua keperluan utama itu.

 

Isi semua acara yng memang selama ini sudah berjalan dengan cerita, berita, dan gambar-gambar yang memerlihatkan siapa Anda, betapa besar pendukung Anda, dan luar biasanya cita-cita Anda untuk membuat negeri ini terbang tinggi, dan disegani serta diperhitungkan sebagai negara besar, berdaulat, hebat, dan makmur.

 

Acara berita harus dipenuhi dengan segala sesuatu tentang kehebatan Anda. Bangun opini positif dan mengagumkan tentang diri dan tujuan-tujuan yang ingin Anda capai bagi negeri ini. Seyogianya berita itu berisi fakta dan data, bukan opini. Namun kali ini dahulukan opini dan pembentukan opini positif tentang diri Anda.

 

Karena itu gambar Anda berpidato, bertemu dengan rakyat kecil yang sangat beragam, serta pertemuan dengan tokoh-tokoh hebat harus ditampilkan setiap hari. Akan semakin bagus jika bisa setiap saat. Sehingga jam berapa pun orang menonton televisi, yang terlihat hanyalah Anda.

 

Bersamaan dengan itu berita negatif dan buruk tentang pesaing Anda harus juga sering-sering ditampilkan. Cara ini sungguh akan memengaruhi memori dan keputusan yang akan diambil oleh para pemilih.

 

Sudah pasti cara ini akan melanggar aturan dan etika penyiaran. Tak usah terlalu Anda ributka dan repot-repot menanggapinya. Bukankah selama ini stasiun-stasiun itu sering melangar aturan? Apa yang bisa dilakukan otoritas yang mengawasi? Mereka itu cuma anak macan kertas, bukan macan kertas?

 

Lihat saja dulu, ada acara empat hidung. Karena dianggap melanggar aturan, kemudian ditindak. Setelah itu acaranya diganti menjadi bukan empat hidung dengan format yang nyaris sama. Semuanya tetap berjalan lancar tu.

 

Untuk kali ini biarlah aturan agak dilanggar. Ini kan demi kepentingan negara bangsa ini ke depan. Bukankah bangsa ini membutuhkan pemimpin yang tegas, cerdas, dan mampu memimpin. Untuk mendapatkan pemimpin seperti itu, rasanya tak usahlah diributkan pelanggaran sementara terhadap aturan.

 

Dalam acara bincang-bincang dan sejenisnya para tokoh, pengamat, ahli, analis, pakar atau siapa pun yang hebat-hebat harus tampil menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang hebat. Visi Anda dahsyat, ucapan Anda paten, bahasa tubuh Anda top markotop.

 

Sedangkan lawan Anda, caci maki aja seenaknya. Bilang aja wajahnya kampungan, gak mutu. Gayanya primitif, tubuhnya seperti orang cacingan, dan omongannya gak manteb dan gak tegas. Meski dia berpengalaman, tetapi sebagai pemimpin dia gagal. Gak ada apa-apanyalah dibandingkan Anda.

 

Jangan pernah tampilkan komentar orang atau berita yang menunjukkan kelemahan Anda dan kekebihan lawan Anda. Yang seperti itu harus diharamkan pada televisi yang secara membabibuta membela Anda. Keharusan adanya kesimbangan itukan hanya berlaku dalam keadaan normal. Ini keadaan lagi kurang normal karena negara membutuhkan pemimpin hebat. Dan Andalah calon pemimpin hebat itu. Karena itu tidak boleh ada omongan dan berita miring tentang Anda. Tentang keburukan lawan Anda, harus sering ditayangkan.

 

Televisi dan media cetak yang mendukung Anda harus membuat semua orang di kubu lawan Anda sakit hati, marah dan keqi, sampai tidak sudi menonton dan membacanya. Yang penting pendukung Anda jadi senang dan bersemangat. Menjaga semangat pendukung Anda itu sangat penting.

 

Harus bisa diciptakan suasana bahwa berita tentang Anda pada televisi dan media cetak lain, apalagi tentang keburukan Anda, tidak dapat dipercaya, omong kosong murahan yang datang dari orang yang takut pada Anda.

 

Agar lebih seru dan menambah keyakinan diri pendukung Anda, setiap hari harus ada berita deklarasi mendukung Anda. Juga biarkan para pendukung Anda membuat pernyataan yang menyudutkan lawan Anda dengan penuh emosi. Agar lawan Anda tahu, bahwa pendukung anda pemberani, nekad dan emosional.

 

Hasil kerja lembaga survey yang mengunggulkan Anda juga harus terus ditampilkan. Bersamaan dengan itu para profesor yang menjadi pendukung Anda harus tampil membela dan menjelaskan beberapa ucapan Anda yang bermasalah. Para profesor itu pastilah punya kemampuan membela Anda habis-habisan, meskipun para penonton jadi jatuh kasihan pada mereka. Profesor koq kayak gitu.

 

Iklan Anda yang hebat-hebat itu harus ditampilkan terus menerus. Percayalah, banyak orang yang suka melihat ketegasan Anda dalam iklan itu. Anda memang sangat cocok jadi bintang iklan.

 

Memanfaatkan media komunikasi dan informasi dengan cara seperti ini rasanya akan membuat pendukung Anda bertambah kompak dan semangat. Jadi, mungkin saja Andalah pemenang pilpres kali ini.

 

Sebagai penutup, ada beberapa catatan kaki yang perlu diberikan pada Anda. Sebagai masukan supaya Anda bisa tetap rasional, jangan terlalu emosional. Ini tentang sifat dasar manusia normal.

 

Setiap manusia normal memiliki daya serap, daya tangkap, daya tahan, kemampuan, dan kapasitas yang terbatas. Saat lapar manusia akan makan selahap-lahapnya. Apapun yang diberikan pasti dikunyah habis. Tetapi perut ada batasnya. Tak bisa dipaksakan menerima makanan lebih dari kapasitasya. Bila terus dipaksakan, pastilah ia muntah-muntah.

 

Rupanya otak kita juga begitu. Bila terus menerus dijejali beragam informasi yang serba berlebihan dan tak ada keseimbangan, hanya satu arah saja, tak ada pembanding, otak juga bisa muntah dan jadi majal. Malah bisa memunculkan kejenuhan, keraguan, gak mau tahu alias cuek bebek, sampai akhirnya malah membenci.

 

Rasanya di dalam kitab suci ada ayat yang bilang kita tak boleh berlebih-lebihan dalam segala hal. Boleh jadi cara yang Anda tempuh ini merupakan strategi jitu yang menyebabkan Anda kalah dalam pilpres. Karena lama-lama orang muak dengan apapun yang disajikan terkait dengan Anda. Juga dengan orang-orang di sekitar Anda. Ngono ya ngono, tapi ojo ngono.